kunci rahasia

struktur kaabah dalam kitab wahyu

1.9 Struktur Kaabah dalam Kitab Wahyu

Hal yang istimewa dari kitab Wahyu, sedemikian rupa tampaknya terstruktur di atas Kaabah Perjanjian Lama yaitu Layanan Upacara di Kaabah (Sanctuary Services), Perabotannya dan Hari hari Raya Yahudi.

 

Perhatikan bahwa dalam garis besar yang telah dipelajari sebelumnya, buku ini terbagi dalam tujuh bagian utama, dan pada awal masing-masing bagian itu dimulai dengan gambaran kaabah atau tempat kudus.

 

Ini adalah struktur alami karena dalam banyak hal, Kitab Wahyu telah menyusun dirinya sendiri kedalam struktur-struktur, seperti contohnya ada empat seri kelipatan 7 dalam buku ini yaitu 7 Gereja, 7 Meterai, 7 Sangkakala dan 7 Cawan. dan masing-masing jelas didahului oleh pengenalan (kaabah) tempat kudus.

 

 

Garis besarnya ada tujuh bagian utama dari kitab Wahyu ditambah Prologue dan Epilogue :

  1. Seven Churches (Gereja) - Wahyu 1:9-3:22
  2. Seven Seals (meterai) - Wahyu 4:1- 8:1
  3. Seven Trumpets (sangkakala) - Wahyu 8:2 - 11:18
  4. Wrath of Nations (Krisis Besar) Wahyu 11:19 - 15:4
  5. Wrath of God (Murka Allah) Seven bowls 7 Cawan, Wahyu 15:5 -18:24
  6. Final Destruction of Evil (Setan Dimusnahkan) Wahyu 19:1 - 20:15
  7. New Jerusalem, Bumi yang baru. Wahyu 21:1 - 22:5

 

masing-masing dari tujuh bagian utama ini didahului dengan intro yang memakai gambaran Kaabah tempat kudus (Sanctuary) dengan ayat-ayat sebagai berikut:

 

  • The Seven Churches dengan Intro Wahyu 1:12 - 20 gambaran Yesus di antara kaki dian yang memperkenalkan ketujuh gereja.

 

  • The Seven Seal dengan Intro Wahyu 4:1- 5:14 sebuah adegan di Kaabah di surga yang memperkenalkan tujuh meterai.

 

  • The Seven Trumpets Tujuh Sangkakala dengan Intro Wahyu 8:2-6 sebuah adegan tentang Malaikat di depan altar dupa tepat sebelum sangkakala

 

  • The Wrath of Nations (Krisis besar) dengan Intro Wahyu 11:19 - 15:4 didahului oleh ayat 11:19 pemandangan Tabut dan tempat kudus surgawi.

 

  • The Wrath of God (Murka Allah) dengan Intro Wahyu 15:5-16:11 didahului dengan penglihatan bahwa bait suci kosong karena kemuliaan Allah telah mengisinya dan tidak ada yang dapat melayani di dalamnya.

 

  • Final Destruction dengan Intro Wahyu pasal 19:1-10, kita melihat pemandangan ibadah yang luar biasa sebelum Milenium atau masa 1000 tahun.

 

  • New Jerusalem (Yerusalem Baru) dengan Intro Wahyu 21:1-8 penglihatan tentang tempat kudus Yerusalem Baru.

 

jadi kita melihat bahwa masing-masing dari tujuh bagian utama Kitab Wahyu dimulai dengan intro pengantar di kaabah tempat kudus (Sanctuary)

 

 

 

 

 

Perhatikan gambar diatas bahwa 1 2 3 dan 4 masing-masing indent lebih dalam ke garis besar tetapi kemudian 5 6 dan 7 bergerak kembali sejajar dengan 1 2 dan 3 dengan demikian menggambarkan struktur chiastik dari Kitab Wahyu.

 

Lihat juga bahwa di samping setiap angka-angka ini adalah ayat yang dimulai dengan Wahyu 1:12 - 20 dan berakhir dengan Wahyu 21: 1 dst nya.

Kita akan membahas disini ketujuh introduction atau perkenalan Tempat Suci dalam Kitab Wahyu.

 

#1 Wahyu 1: 12-20, 7 Churches

 

di sini terlihat gambar Kristus di antara ketujuh kaki dian emas. ini mengingatkan kita akan Kaabah yang didirkan Sulaiman, sebenarnya ada 10 kaki dian emas di tempat Kudus. Dan itu seperti anak manusia yang berdiri di tengah-tengah kaki dian itu dan dia mengenakan jubah sepanjang kaki dan ikat pinggang emas yang merupakan pakaian khas dari Imam besar.

 

apakah ini kaabah surgawi? atau di Bumi akan menjadi pertanyaan yang bisa ditanyakan.

 

Yang jelas ini bukan tempat Surgawi tetapi itu adalah tempat di Bumi yang terlihat di sini.

Kristus tidak ada di surga, dia sedang berada di Patmos.

 

pertama-tama kita tahu bahwa Yohanes berada di Patmos pada awal Penglihatan ini, dia mendengar suara di belakangnya, suara itu seperti sangkakala, dan dia berbalik dan melihat dan dia melihat penglihatan Kristus dalam jubah sampai ke kaki dan berada di antara kaki dian emas.

 

dengan demikian ini adalah pemandangan di Bumi, bukan di Surga. jelas bahwa kaki dian ini mewakili gereja-gereja di Bumi. menggunakan gambar Sanctuary untuk menggambarkan apa yang Yesus lakukan di Bumi di antara gereja-gereja.

 

apakah gambaran kaabah surgawi cocok untuk gereja di Bumi? Kita bisa merujuk kepada Matius 18:20, Yesus berkata "di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku di tengah-tengah mereka". apa yang banyak orang tidak sadari adalah ini adalah kutipan virtual dari ungkapan yang sering dilontarkan di antara para rabi,

 

jika dua orang atau lebih, duduk bersama untuk mempelajari Taurat, Kemuliaan Shekinah berada di antara mereka.

 

Yesus mengutip dari perikop Torah tentang tradisi rabi di abad pertama ini tetapi ia menambahkan Dimensi tambahan, ia sendiri mengambil peran sebagai Kemuliaan Shekinah di mana dua atau tiga Berkumpul dalam nama Ku, maka Aku berada di tengah-tengah mereka.

 

Ketika orang Yahudi yang mempelajari Torah akan menemukan Shekinah di tengah-tengah mereka. jadi kehadiran Kristus Shekinah adalah di tempat kudus gereja. itulah pesan dari pengenalan Sanctuary pertama ini dan itu adalah kaabah di Bumi, ini bukan kaabah Surgawi.

 

 

# 2 Dalam Wahyu 4 dan 5, Tujuh Meterai

 

kita memiliki visi intro Sanctuary yang kedua dan dalam Visi khusus ini kita dengan jelas pindah ke Sanctuary atau Kaabah Surgawi.

 

Yohanes dipanggil ke pintu yang terbuka dan masuk ke ruang tahta Surgawi dan ada banyak sekali gambar tempat kudus di dalam bagian ini. sebenarnya ada lebih banyak gambar tempat kudus di Wahyu 4 & 5 dibandingkan dengan seluruh sisa kitab Wahyu.

 

misalnya tiga batu yang disebutkan dalam deskripsi Tahta Allah adalah semua batu yang ditemukan di dada imam besar yang biasa melayani di Kaabah.

 

24 Penatua mengingatkan kita akan fakta bahwa mereka adalah 24 imam di kaabah Perjanjian Lama.

 

Lampu mengingatkan kita pada pasal satu terdapat kaki dian Kaabah.

 

Lautan kaca bisa sesuai dengan bejana (Laver),

 

Bowl (mangkuk) tempat imam mencuci tangan dan kaki mereka sebelum memasuki bait suci.

 

empat makhluk hidup di sekitar takhta mengingatkan kita tentang Kaabah Salomo di mana

terdapat dua malaikat di tabut dan dua Malaikat raksasa yang memayungi tabut di tempat paling suci kaabah Solomon.

 

Salah satu dari empat makhluk hidup ini memiliki wajah anak sapi, seekor hewan yang sering dipakai sebagai korban.

 

dan kemudian domba yang disembelih.

 

dan terdapat dupa yang naik

 

dan juga tentang sangkakala

 

dan terdapat juga ibadah dan sebagainya.

 

ada perpaduan menyeluruh dari gambar-gambar dari seluruh tempat kudus di Wahyu 4 & 5.

ini menimbulkan pertanyaan yang menarik, aspek apa dari layanan Kaabah Sanctuary yang terlihat di sini?

 

seluruh tempat kudus digambarkan dalam pandangan ini.

 

Nah ada dua upacara dalam Layanan Tabernakel Israel kuno di mana semua tempat dan peralatan kudus itu terlibat.

 

yang pertama adalah Innaguration (peresmian) tempat kudus. selama peresmian tempat kudus, setiap artikel furnitur dan setiap detail tempat kudus terlibat dalam cara tersebut.

 

upacara yang lain dimana seluruh tempat kudus dilibatkan adalah Day of Atonement (hari pendamaian), di mana setiap bagian dari tempat kudus dilibatkan dalam pelayanan.

 

yang mana yang terlihat di sini? Apakah kita melihat dalam wahyu 4 dan 5 Innaguration (peresmian) tempat kudus surgawi atau apakah kita melihat Day of Atonement (hari pendamaian) digambarkan.

 

Bahwa dari keduanya, pelantikan (Innaguration) adalah pilihan yang lebih tepat.

 

alasan yang pertama, gambaran hari penebusan (Day of Atonement ) sangat jelas ada di paruh kedua Kitab Wahyu

 

lalu kemudian yang tidak kelihatan di sini misalnya, pada hari penebusan (Day of Atonement), hewan kurban khusus adalah kambing, kambing jantan, dan ada dua kambing yang terlibat pada hari Layanan penebusan.

 

apa yang kita lihat dalam pasal 5 bukanlah seekor kambing, tetapi itu adalah seekor domba dan domba itu cocok untuk pelantikan (innaguration), bukan kambing. jadi fakta bahwa seekor domba terlibat di sini akan menyarankan bahwa ini lebih tepat untuk layanan peresmian (innaguration) daripada pada hari pendamaian (Day of Atonement).

 

juga dalam perikop ini kita memiliki fokus pada salib, yang juga sangat tepat.

Hanya dengan karena salib, maka layanan kudus bisa diresmikan, pengorbanan datang lebih dulu.

 

dan akhirnya perikop ini bukanlah perikop penghakiman seperti yang dilakukan jika itu adalah hari pendamaian, tetapi lebih merupakan syafaat (pengantaraan) sebagai fokusnya.

kita melihat dupa yang naik di Kaabah Surgawi. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa peresmian (Innaguration) tempat kudus Surgawi yang berlansung dalam Wahyu 4 & 5.

 

 

# 3 dalam Wahyu 8: 2-6. Tujuh Sangkakala

 

Malaikat lain yang memiliki pedupaan emas datang dan berdiri di altar, ia diberi banyak dupa untuk dipersembahkan dengan doa-doa semua orang suci di atas altar emas dihadapan Tahta, asap dupa bersama dengan doa para orang kudus naik di hadapan Tuhan dari tangan Malaikat maka malaikat mengambil pedupaan mengisinya dengan api dari Altar dan melemparkannya ke bumi dan datanglah gemuruh Guntur, Gemuruh, kilatan petir, dan gempa bumi.

 

di sini kita melihat 3 gambaran kaabah Sanctuary,

 

altar dupa emas,

dupa

pedupaan / proses pedupaan

 

tampak jelas dari gambar-gambar ini bahwa fokus dalam pengantar khusus ini adalah syafaat. tema doa syafaat di mana di tempat kudus, Yesus menjadi perantara bagi umat-Nya.

 

 

#4 Wahyu 11:19 Wrath of Nations

 

kemudian bait suci Allah di surga terbuka, dan di dalam Bait Suci-Nya terlihat Tabut Perjanjian-Nya, dan setelah itu datang kilatan kilat, Gemuruh, gemuruh guntur, dan gempa bumi dan badai hujan es yang besar.

 

di sini kita bergerak dari ruang pertama bilik yang kudus, yaitu pemandangan altar dupa emas ke ruangan yang kedua yaitu bilik yang maha kudus di mana terdapat Tabut Perjanjian.

 

menggunakan istilah Yunani "Naos" untuk bait suci, itu adalah istilah khusus yang secara khusus digunakan untuk tempat yang maha kudus dalam Kitab Suci. jadi di sini fokusnya jelas pada tempat yang Maha Kudus

 

dan dalam ayat 18 disebutkan tentang Penghakiman

bangsa-bangsa marah,

kemurkaanmu telah datang,

waktunya telah tiba untuk menghakimi orang mati,

dan untuk memberi upah kepada hamba-hambamu para nabi dan orang kudus

dan mereka yang menghormati namamu kecil dan besar,

dan menghancurkan mereka yang menghancurkan Bumi.

 

ayat 18 dari pasal 11 adalah yang pertama kali dalam Kitab Wahyu di mana penghakiman digambarkan sebagai kenyataan yang sekarang sedang terjadi. dalam konteks penghakiman, kita dapati gambaran tentang tabut (The Arc) di bilik yang maha suci.

jadi dapat disimpulkan bahwa Wahyu 11:19 memiliki tema penghakiman ( Judgement) sebagaimana pasal 8 memiliki tema doa pengantaraan (Intercession).

 

# 5, yaitu wahyu 15: 5-8, Wrath of God

 

Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci --kemah kesaksian --di sorga. Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya. Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorangpun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.

Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi.

 

jadi di sini dalam Wahyu 15

 

kita melihat ditinggalkannya tempat kudus (dan ketujuh malaikat keluar dari Bait Suci).

banyak gambar tempat kudus, terdapat juga "Naos", bilik yang maha suci dari kaabah,

 

ada pakaian putih dan emas yang dipakai para Malaikat mengingatkan kita tentang pakaian imam.

 

Ada kemah kesaksian (tabernacle of testimony) tempat paling suci.

 

ada juga banyak gambaran di sini yang berhubungan dengan upacara peresmian zaman Perjanjian Lama, dalam Keluaran 40 dan dalam 1 Raja-raja 8.

 

>>tetapi ada perbedaan nya

 

kali ini bait suci dikosongkan, tidak pernah digunakan lagi. bait suci ditinggalkan, tidak ada lagi intersesi atau pengantaraan yang tersedia dan itu tampaknya merupakan pesan yang utama dari Wahyu 15: 5-8.

 

 

# 6th Revelation 19: 1-10 (Final Destruction).

 

ini lebih mirip dengan Wahyu 5 di bagian lain Kitab Wahyu.

 

menyebutkan tentang takhta,

menyebutkan tentang ibadah,

menyebutkan tentang domba,

menyebutkan 24 penatua, dan sebagainya.

 

Namun yang menarik adalah tidak ada lagi gambar tempat kudus. mereka semua hilang.

perabot tempat kudus, dan gambar-gambar lain dari Wahyu 4 & 5 sekarang hilang.

dalam Wahyu 19, tempat kudus tidak ada.

 

 

# 7 intro ketujuh di Wahyu 21:1-8. New Jerusalem

 

dalam Wahyu 21 ayat 3 kita menemukan Bagian yang paling menarik. Dikatakan

 

Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka

 

sekarang tempat tinggal Allah adalah bersama manusia dan dia akan tinggal bersama mereka”.

 

dalam bahasa aslinya dikatakan bahwa Tabernakel Tuhan bersama Manusia.

jadi Kaabah Surgawi kembali ke bumi dalam pasal 21.

 

pada penglihatan pertama Wahyu 1:1-8 kita melihat adegan pembuka dan di adegan ketujuh (penutup) sebuah tabernakel di bumi, sebuah Tempat Suci di Bumi.

 

tetapi dalam adegan kedua hingga keenam , semuanya ada di surga dan semuanya terkait dengan Tempat Surgawi, Heavenly Sanctuary.

 

Di mana tempat kudus dalam pasal 21 dan 22 ?

 

Yerusalem Baru menjadi tempat suci. itu dalam bentuk kubus, didirikan di atas batu-batu yang ada di lempengan dada imam besar.

 

Yerusalem Baru pada dasarnya menjadi Tempat paling suci. Tuhan dan domba sendiri menjadi kaabah kota suci.

 

Dan dalam pasal 22: 3 kita belajar tentang layanan kurban di Bait Suci itu.

Wahyu 22: 3, tidak akan ada lagi kutukan, Tahta Allah dan Anak Domba akan ada di kota dan hamba-hambanya akan melayani dia.

kata "melayani" di sini mencerminkan bahasa Grika yang bukan hanya layanan tetapi layanan kaabah atau Sanctuary.

 

Siklus Lengkap

 

sehingga kita melihat siklus lengkap bergerak dari kaabah di Bumi di Wahyu Pasal 1, ke kaabah di Bumi di pasal 21 dan 22.

 

dan jika kita melihat grafik pada pola introduction sanctuary, kita dapat melihat bahwa ada bumi ke pola Surga dan kembali ke Bumi.

 

dengan demikian inilah intinya yang perlu anda perhatikan secara khusus dan itulah yang

kita pelajari di Bagian 2 hingga 6 yang merupakan sejarah tempat kudus Surgawi (Heavenly Sanctuary).

 

itu dimulai dengan pelantikan, (Innaguration)

ia bergerak ke perantaraan. (Intercession)

ia bergerak dari sana ke penghakiman (Judgement)

dari penghakiman ke pengabaian (cessation)

dari pengabaian ke ketidakhadiran. (absence)

 

melalui era Kristen, tempat kudus didirikan, ia melewati fase pengantaraan (intercession) dan penghakiman (judgement) dan kemudian menutup pekerjaannya dan tidak lagi diperlukan ketika datang ke Yerusalem Baru.

jadi kita temukan dalam intro tempat kudus atau kaabah dikitab Wahyu, gambaran yang indah tentang peran tempat kudus Surgawi di era Kristen dalam sejarah Bumi.

 

Layanan Upacara Harian dan Tahunan di Sanctuary

 

Selanjutnya itu bukan satu-satunya gambar Sanctuary di Kitab Wahyu. sangat menarik bahwa Kitab Wahyu tampaknya mendasarkan dirinya juga pada pola harian dan tahunan.

 

bagian pertama dari Kitab Wahyu ditemukan di The Daily service di tempat kudus,

bagian terakhir pada layanan tahunan.

 

Anda mungkin ingat bahwa setiap hari ada kebaktian yang mempersembahkan korban dengan terus menerus di atas mezbah korban bakaran.

 

tetapi kemudian ada juga pelayanan tahunan di mana seluruh Tempat Suci ditebus. layanan tahunan disebut hari penebusan.

 

Babak pertama = Layanan Harian,

 

sebuah penelitian yang sangat menarik telah dilakukan, menunjukkan bahwa bagian pertama dari Kitab Wahyu dimodelkan pada The Daily service atau pelayanan harian di tempat kudus dan bahkan di bait suci abad pertama.

 

Inilah yang terjadi setiap hari di bait suci Yerusalem ketika Yesus mengunjungi Yerusalem, ketika Yohanes ke Yerusalem.

 

setiap hari dua kali sehari, kebaktian berikut berlangsung :

 

hal pertama yang akan dilakukan imam adalah memasuki tempat suci dan menggunting sumbu pelita

 

dia akan pergi ke kaki dian dan jika beberapa lampu padam dia akan membersihkan pelita itu dia akan mengisinya dengan minyak,

 

dia akan menyalakannya lagi dan memastikan bahwa kaki dian berfungsi sepenuhnya.

ketika itu selesai, pintu-pintu kaabah dilemparkan terbuka.

 

Sekarang apakah kita masih ingat?

 

Yesus di antara kaki dian di Wahyu pasal 1, dan kemudian di pasal 4: 1 kita melihat pintu ke surga terbuka.

 

Langkah selanjutnya adalah membunuh domba. kita menemukan domba yang disembelih itu dalam Wahyu Pasal 5.

 

Pada akhir pembantaian Anak Domba, darah Anak Domba yang dikumpulkan dalam mangkuk dicurahkan ke bawah kolong mezbah atau altar korban bakaran.

dan di Wahyu pasal 6, kita dapati jiwa-jiwa di bawah altar yang darahnya dicurahkan untuk pengorbanan dan penganiayaan.

 

Setelah menumpahkan darah di dasar altar, langkah selanjutnya adalah mengambil pedupaan,

 

mengumpulkan dupa dan menaruhnya di atas api yang masuk ke dupa Pan, pedupaan.

 

mengumpulkan batu bara dari mezbah korban bakaran, menaruh dupa di atasnya,

 

membawa dupa itu di dalam bait suci dan melayani di altar dupa.

 

Salah satu imam akan melakukan hal berikut ini

 

Ketika imam melayani dupa ini di altar emas,

para pendengar di luar berdiam diri untuk waktu yang singkat, mungkin setengah jam.

dan pada akhirnya, ketika imam keluar dari kebaktian, sangkakala ditiup.

Tujuh imam di bait suci akan meniup sangkakala mereka pada akhir kebaktian.

 

Dengan demikian kita melihat bahwa pelayanan harian di tempat kudus berjalan selangkah demi selangkah seiring dengan urutan peristiwa dalam wahyu itu sendiri.dan itu adalah urut urutan dari Acara Pelayanan Kaabah.

 

Peristiwa-peristiwa tempat kudus dalam Wahyu datang kira-kira dengan urutan yang sama seperti yang mereka lakukan dalam pelayanan kudus setiap hari.

 

Pada akhirnya bagian pertama dari Kitab Wahyu tampaknya dimodelkan langsung pada The Daily service atau Layanan Upacara Harian di Kaabah.

 

Setengah bagian kedua kitab wahyu = hari Pendamaian

 

di sisi lain ketika tiba pada bagian terakhir dari Kitab Wahyu, kita akan menemukan lebih banyak gambar dari hari penebusan.

 

gambar mengukur bait suci dan mezbah di penyembahan Wahyu 11: 1 & 2.

gambar Tabut dan penghakiman Wahyu 11:18 & 19.

dan penekanan lebih lanjut pada penghakiman ketika menyusuri melalui Wahyu 12 hingga 20.

 

Sehingga terlihat jelas pola harian, tahunan dalam Kitab Wahyu. Kitab Wahyu bergerak dari layanan harian kepada tahunan.

 

sangatlah menarik betapa Kitab Wahyu bergantung pada Kaabah Perjanjian Lama dan bagaimana Kaabah itu bahkan membantu menyusun kitab ini dan ketika kita mengamati fitur-fitur khusus dari Kitab Wahyu, kita akan memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang apa yang terjadi di dalam kitab Wahyu.

 

bahwa seluruh tujuan ini, adalah untuk menggambarkan betapa perhatiannya yang cermat terhadap struktur dalam Kitab Wahyu akan membantu kita membongkar aspek buku yang mungkin kita lewatkan.

 

Pola Perayaan Tahunan

 

Kitab Wahyu tidak hanya terstruktur pada sejarah tempat kudus dan pada pola layanan setiap hari, tetapi juga pada pola Perayaan tahunan.

 

Setiap tahun orang-orang Israel melaksanakan serangkaian Pesta Perayaan, serangkaian pertemuan di bait suci di mana mereka berkumpul untuk menyembah Tuhan dan mereka berkumpul untuk memenuhi perayaan tersebut.

 

ada 5 (lima) di antaranya yang didirikan kembali di Gunung Sinai oleh Musa.

 

Paskah yang biasanya terjadi pada musim semi tahun dan hari ke 15 bulan pertama kira-kira berbaris atau bulan April dalam kalender masehi.

 

Ini diikuti 7 minggu kemudian oleh Pentakosta, berasal dari kata untuk 50, hari ke-50 setelah Paskah. dan Pentakosta biasanya datang di suatu tempat di akhir (Mei atau awal Juni pada kalender masehi)

 

dan pesta ketiga tahun itu adalah Pesta terompet. Dan ini akan terjadi pada hari pertama bulan ketujuh, yang biasanya akan terjadi pada bulan September atau Oktober.

 

dalam waktu singkat, mengikuti dua hari raya lainnya, yaitu hari penebusan pada hari kesepuluh dari bulan ketujuh

 

dan Hari Raya Pondok Daun pada akhir tahun yang meriah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

apa hubungannya perayaan tahunan ini dengan Kitab Wahyu?

 

 

1. Paskah.

Dalam Paskah tampaknya paralel dengan Tujuh Gereja. tidak ada tempat lain di dalam Kitab Wahyu yang memiliki konsentrasi yang kuat pada kematian dan kebangkitan Yesus Kristus seperti yang ada dalam Wahyu 1 sampai 3. Paskah adalah satu-satunya Perayaan yang digenapi oleh Kristus di Bumi.

 

Injil Yohanes misalnya dalam pasal 19: 35-37 dengan jelas menguraikan bahwa Yesus menggenapi pelayanan Paskah ketika ia mati di kayu salib. tetapi itu adalah satu-satunya Perayaan yang digenapi oleh Kristus di Bumi. Dan karena itu pantas bahwa pelayanan Kristus di Bumi dari Wahyu 1- 3 akan paralel dengan layanan Paskah.

 

dalam pelayanan Paskah, rumah rumah orang Yahudi dipenuhi dengan kegiatan.

 

orang-orang mencari ragi karena Paskah dikaitkan dengan Pesta roti tidak beragi dan selama waktu ini orang-orang Yahudi tidak makan roti beragi atau ragi sama sekali. dan demikianlah rumah digeledah, diperiksa, mereka ingin rumah itu tertata rapih, mereka ingin segala sesuatunya tepat ketika Paskah tiba.

 

Yesus adalah imam yang meneliti ke tujuh jemaat, ia sedang memeriksa mereka. Dia melihat apakah mereka benar-benar layak menjadi gereja. Jadi, ibadah Paskah akan mendekati bahan yang kita temukan di tujuh gereja.

 

 

2. Pentakosta

sangat cocok dengan materi dalam Wahyu 4-7. materi dalam Tujuh Meterai.

peresmian (innaguration) tempat kudus surgawi berlangsung pada hari Pentakosta.

 

jika kita membaca Keluaran 19, didapati bahwa orang-orang tiba di Gunung Sinai pada hari pertama bulan ketiga dan kemudian Tuhan meminta mereka untuk menghabiskan tiga hari penuh mempersiapkan acara khusus.

 

dan pada hari ke-5 bulan ke-3, Allah sendiri muncul di Gunung Sinai dan memberi hukum, dan memberi Musa Sepuluh Hukum.

 

dengan demikian peresmian Kaabah Surgawi terjadi pada hari Pentakosta, karena itu adalah hari ketika Yesus mencurahkan Roh-Nya ke Bumi.

 

Ada paralel yang sangat menarik antara Wahyu 5 dan Pentakosta. sama seperti Pentakosta pertama adalah pemberian hukum di Gunung Sinai, maka hari Pentakosta yang agung adalah ketika roh yang menyanggupkan kita agar patuh kepada hukum.

 

Pelantikan (Innaguration) Israel ditemukan dalam kitab Keluaran 19 dan menarik bahwa Keluaran 19 adalah salah satu bagian utama yang ada di balik kitab Wahyu 4 & 5. bagian utama lainnya adalah Yehezkiel 1.

 

Anda ingin tahu sesuatu yang menarik? dalam proses ibadah Yahudi di abad pertama, ada dua bacaan tulisan suci di setiap ibadah:

  • yang pertama adalah bacaan dari hukum taurat Musa,
  • yang kedua adalah bacaan dari para nabi.

 

Anda tahu apa bacaannya pada hari Pentakosta?

  • Keluaran 19, dari hukum taurat Musa ,
  • Yehezkiel 1 dari para nabi.

dua ayat latar belakang yang menandakan Wahyu 4 dan 5 begitu jelas.

 

dengan demikian jelas bahwa ada banyak kesamaan antara meterai Wahyu 4 sampai 7 dan Hari Raya Pentakosta.

 

3. Pesta sangkakala

tentu saja, tidak perlu dijelaskan lagi kepada Kitab Wahyu. Tujuh sangkakala adalah salah satu hubungan yang paling jelas dengan Perayaan Yahudi ini. Jadi kita tidak perlu jelaskan apa-apa lagi tentang itu.

 

4. Atonement (Penebusan)

Kami juga mencatat bahwa hari penebusan juga sangat erat dalam bab 11 dan 12 dan selanjutnya.

 

jadi kita lihat ada pergerakan dalam Kitab Wahyu da ri Paskah ke Pentakosta ke Sangkakala untuk hari penebusan dan akhirnya ketika sampai ke Yerusalem Baru kita telah bergerak sepanjang jalan menelusuri Kitab Wahyu.

 

5. Pesta Pondok Daun - Tabernakel

Dan sekarang tiba pada Perayaan Tabernakel. Dua simbol besar dari Pesta Pondok Daun adalah Air dan Cahaya.

 

ketika sampai ke pemandangan Yerusalem Baru, kita mengetahui bahwa kota itu tidak membutuhkan cahaya karena Allah dan domba adalah Cahayanya.

 

dan kita mendapati air yang fantastis, mengalir keluar dari takhta dan menyirami pohon kehidupan dan semua tumbuh-tumbuhan di seluruh kota.

 

Jadi kita menemukan Hari Raya Pondok Daun yang merayakan Yerusalem Baru, dan orang-orang di sana dijelaskan dalam Hari Raya Pondok Daun.

 

Bahkan, Ketika dikatakan dalam Wahyu 21: 3, Tuhan Tabernakel bersama kita bahwa kata Ibrani di belakang Tabernakel, kata "Suka", kata untuk Hari Raya Pondok Daun.

 

setiap musim gugur, orang-orang Yahudi pergi ke luar dan berkemah selama seminggu selama Hari Raya Pondok Daun. mereka ingat bagaimana Israel mengembara di padang gurun dan mereka berkemah selama 40 tahun dalam perjalanan ke tanah yang dijanjikan.

 

Dan ketika orang Israel mengingat peristiwa ini, mereka juga, kembali ke tenda dan mereka mengumpulkan ranting-ranting pohon palem, yang mereka tempatkan di atas Pondok yang mereka bangun. terkadang di atap, kadang-kadang di teras, kadang-kadang di halaman belakang, dan di sana mereka merayakan Pesta Pondok Daun.

 

jadi kita melihat bahwa dalam Kitab Wahyu terjadi gerakan melalui Perayaan tahunan. bergerak dari Paskah ke Pentakosta ke Sangkakala ke hari penebusan ke Hari Raya Pondok Daun.

 

hal yang menarik tentang itu adalah bahwa dimulai dengan pesta musim semi di bagian sejarah gereja dalam Kitab Wahyu dan pindah ke Perayaan musim gugur ketika masuk ke bagian kedua dari kitab Wahyu.

 

sekali lagi kita melihat bahwa paruh pertama dari Kitab Wahyu berfokus secara khusus pada seluruh zaman Kristen dan berfokus pada perayaan perayaan yang mewakili peristiwa-peristiwa di abad pertama.

 

di sisi lain ketika tiba pada bagian kedua atau bagian terakhir dari Kitab Wahyu, fokusnya berubah kepada peristiwa terakhir sejarah Bumi, dan di sini ada penekanan pada hari penebusan dan pada Hari Raya Pondok Daun. perayaan-perayaan yang tampaknya sangat sesuai dengan peristiwa terakhir dalam Sejarah bumi.

 

sehingga citra tempat kudus (Sanctuary) dalam Kitab Wahyu tampaknya dipilih dengan cermat dan terstruktur dengan cermat.

 

Dan itu bukan hanya secara acak, tetapi gambaran tempat kudus (Sanctuary) secara hati-hati ditempatkan oleh penulis dan hal itu sangat berperan dalam penafsiran kitab Wahyu.

 

.