google0bd4cb5486ad7f54.html Sesi#22: 1000thn Damai dan Pengadilan Akhir

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

Sesi#22: 1000thn Damai dan Pengadilan Akhir

Updated: Apr 13, 2019



Gambaran Umum


Mempelajari Wahyu adalah seperti menyusun puzzle jigsaw. Semakin banyak yang benar anda selesaikan, sisanya menjadi lebih mudah. Jika Anda mengumpulkan beberapa bagian yang salah maka anda akan menghadapi kesulitan berusaha untuk mencocokan setiap bagian.


Mempelajari bab ini memberikan arah baru untuk banyak bagian lain dari Kitab Suci; itu sebabnya kita akan melihat banyak ayat-ayat lainnya untuk membantu kita mendapatkan gambaran secara utuh.


Saat kita mengembangkan bab ini kita akan:

  • Memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang terjadi setelah kembalinya Yesus ke dunia ini.

  • Memahami lebih jelas apa yang terjadi setelah kematian.

  • Lebih menghargai tentang pembenaran dari Allah seperti yang diungkapkan melalui penghakiman.

  • Mengerti nasib akhir dari iblis dan malaikat-malaikatnya.

  • Menelusuri bagaimana ketika Allah bermaksud untuk memulihkan dunia ini untuk kembali kepada tujuan aslinya setelah penciptaan.


Baca Wahyu 20: 1-10


Disini Alkitab berbicara tentang dua kebangkitan. Antara peristiwa ini terdapat periode waktu yang disebut “ masa 1000 tahun.”



Masa 1000 Tahun


Dalam ayat 5 dan 6 orang-orang yang dibangunkan dalam kebangkitan pertama yang disebut sebagai orang yang “diberkati dan suci.” Mereka akan menjadi imam Allah dan hidup dan memerintah bersama Kristus selama 1000 tahun.


Sebaliknya, ayat 5 juga menunjukkan bahwa orang mati yang sisa, tidak dibangkitkan sampai masa 1000 tahun telah berakhir.


Yesus juga berbicara tentang dua jenis kebangkitan di Yohanes 5:28, 29:

“Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum”


Ayat-ayat ini menyatakan mereka yang merupakan bagian dari kebangkitan pertama sebagai diberkati dan suci. Mereka akan hidup dan memerintah 1000 tahun bersama dengan Kristus. Kebangkitan ini, pada awal 1000 tahun, jelas kebangkitan untuk hidup bagi mereka yang “telah berbuat baik.”

Pada akhir ayat 5 dikatakan “Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu.”


Ini berarti kebangkitan kedua adalah orang-orang yang telah “melakukan kejahatan.” Mereka bangkit untuk dihukum dalam penghakiman. Kita akan melihat hal ini menjelang akhir bab ini.


Lebih mudah bagi kita untuk mempelajari bab ini ketika kita berfokus pada peristiwa-peristiwa di sekitar kedua kebangkitan. Mari kita lihat kebangkitan pertama. Ketika kita mempelajarinya kita akan menemukan bahwa banyak bagian lain dari Kitab Suci sekarang keliatan cocok satu sama lainnya.


Sepanjang pasal ini kita dipaksa untuk bergerak pindah belakang dan maju ke depan, seperti yang telah kita lihat Yohanes lakukan hal ini sebelumnya ia bergerak maju, mengulas dan kemudian lanjut ke depan lagi.


Peristiwa - peristiwa seputar kebangkitan pertama



Peristiwa-peristiwa seputar kebangkitan pertama


Banyak penulis Alkitab telah menulis tentang peristiwa yang luar biasa ini; yaitu kembalinya Yesus Kristus.


Paulus menggambarkannya dalam 1 Tesalonika 4: 15-18. Dia menyatakan bahwa yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. Ini membantu kita men- jawab pertanyaan: “Di mana orang mati? ”


Jawaban yang jelas adalah: mereka berada di kuburan. Mereka tidak di surga. Mereka tidak di neraka. Dalam ayat 15,


Paulus menggambarkan mati sebagai tidur.


Tidur adalah kata yang biasa dalam Alkitab untuk menggambarkan kematian. Yesus menggunakan kata ini dalam Yohanes 11: 11-14 untuk menggambarkan kematian Lazarus. Setelah empat hari kematian, Ia memanggil Lazarus dari kubur. Dalam cerita ini, jelas bahwa selama ini sebelum kebangkitan-Nya Lazarus dak di surga atau neraka tetapi di dalam kubur.


Ini adalah harapan indah yang orang Kristen miliki. Kita akan melihat orang yang kita cintai lagi. Perhati kan bagaimana Paulus menyatakan harapan besar ini lagi dalam 1 Korintus 15: 51-55. Dia mengatakan kepada kita bahwa manusia yang fana harus mengenakan keabadian.


Untuk menjadi fana berarti anda bisa mati ; menjadi abadi berarti anda tidak akan mati .


Apa yang Alkitab katakan tentang kematian

Rencana awal Allah bagi umat manusia adalah untuk hidup di planet ini selamanya dan tidak mati . Tetapi Allah telah memperingatkan Adam dan Hawa bahwa jika mereka makan buah terlarang mereka akan mati (lihat Kejadian 2:17). Ajaran bahwa kematian adalah tidak benar-benar mati muncul dalam Kejadian 3: 4. Ini adalah dusta iblis.


Sebuah pemahaman yang benar tentang ajaran Alkitab tentang hal ini penting untuk alasan berikut:

  • Roh iblis akan melakukan perbuatan keajaiban untuk menipu orang pada saat akhir.

  • Kita hanya memiliki hidup di dalam Yesus - diluar Kristus kita tidak punya apa-apa.

Kita tidak bisa memahami 1000 tahun dalam Wahyu 20 jika kita tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang mengapa ada kebutuhan untuk kebangkitan. Jika orang benar sudah di surga dan orang jahat terbakar di neraka, mengapa Tuhan membawa mereka keluar dari kubur?


Di mana orang mati ?


Alkitab mengajarkan orang mati di kuburan. Alkitab tidak mendukung konsep independen, jiwa yang abadi. Dalam Per- janjian Baru istilah “Hades” digunakan untuk merujuk ke liang kubur.


Dalam ayat 13 yang mengatakan orang mati keluar dari “Hades” itu hanya berarti mereka berasal dari makam, yang merupakan tempat orang mati .


Bertentangan dengan anggapan banyak orang, Alkitab mengajarkan bahwa semua yang telah meninggal - yang baik dan yang jahat - tetap dalam kubur sampai mereka mengambil bagian dalam salah satu dari dua kebangkitan itu.


Ketika Yesus mati , kita diberitahu Ia juga pergi ke Hades, kubur (lihat Kisah Para Rasul 2:31).

Setelah kebangkitan pertama, akan ada surga bagi umat Allah. Kita akan melihat ini dalam sesi berikutnya ketika kita melihat Wahyu 21-22.


Pada akhir 1000 tahun, ketika sisa orang mati dibangkitkan kembali, akan ada neraka dalam arti hukuman atas dosa. Kita akan melihat ini pada akhir Wahyu 20.


Dalam Markus 9: 43-48, Yesus berbicara tentang neraka sebagai tempat yang nyata. Ketika Dia berbicara, Dia menggunakan kata Grika “Gehenna” untuk menggambarkan neraka.


Hinom adalah padanan kata yang sama dalam bahasa Ibrani. Pendengarnya akan menghubungkankannya dengan lembah Hinom, di luar tembok Yerusalem. Itu adalah tempat di mana Israel pernah mempersembahkan anak-anak mereka untuk dewa Firey, Moleih.



Lembah Hinnom (“Neraka”) Tempat dimana bangkai hewan dibuang dan dibakar.


Kemudian, ketika mereka bertobat dari mengorbankan anak - anak, mereka menjadikan tempat itu sebagai tempat pembuangan sampah. Dengan demikian, api selalu menyala di lapangan, siang dan malam. Bangkai hewan dibuang ke dalam api ini. Sebagian besar bangkai hewan ‘dibakar, dan apa yang dak terbakar dimakan oleh cacing.


Ketika Yesus berbicara tentang kematian, penonton aslinya mengerti apa yang Dia bicarakan. Intinya adalah bahwa ada kehancuran total dari tubuh yang dibuang ke dalam api. Kita akan pelajari lebih lan- jut konsep ini ketika kita tiba pada topik kehancuran orang fasik pada akhir 1000 tahun.


Masa 1000 Tahun

Pada awal masa 1000 tahun, kita dapati kebangkitan pertama, ketika orang mati di bangkitkan untuk bertemu dengan Kristus di awan-awan.


Segera setelah itu kehidupan orang kudus berubah baik orang yang telah mati ataupun orang yang masih hidup yang percaya Yesus.


Mereka akan bertemu dengan Yesus dan para malaikat Nya diawan-awan. (lihat 1 Tesalonika 4 : 17; Matius 24:30,31).


Ketika Kristus datang, dia tidak menyentuh bumi, tetapi mengangkat umat-Nya dari Bumi. Alkitab mengatakan Yesus sedang mempersiapkan tempat bagi kita sekarang di dalam rumah Bapa-Nya.


Kita melihat di sesi sebelumnya bagaimana Yohanes menggunakan pernikahan Ibrani untuk menggambarkan hubungan yang terjadi antara Kristus dengan gereja-Nya. Pengantin wanita menunggu kedatangan mempelai laki-laki.


Ia sedang mempersiapkan tempat bagi mereka untuk hidup bersama dan ketika ia sudah siap ia akan datang untuk pengantin wanita dan mereka akan pergi ke rumah ayahnya di mana mereka akan melakukan pesta pernikahan. Ingatlah hal ini ketika anda membaca Yohanes 14: 1-3.

Umat Allah menghabiskan 1000 tahun dirumah surgawi yang Kristus telah sediakan bagi mereka. Dalam 1 Petrus 1: 4, Petrus menyatakan bahwa melalui kebangkitan Kristus dari antara orang mati ada “warisan yang tidak pernah dapat binasa, rusak atau memudar yang disimpan di sorga bagi kamu.”

Apa yang umat Allah lakukan di rumah surgawi selama 1000 tahun? Wahyu 20: 4-6 menyatakan bahwa mereka hidup dan memerintah bersama Kristus selama 1000 tahun. Di antara mereka adalah orang-orang percaya akhir zaman yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya.


Beberapa dari mereka telah kehilangan nyawa mereka, tapi sekarang mereka hidup kembali dan mereka berfungsi sebagai imam dan raja. Dalam Perjanjian Lama, konsep menjadi raja dan sekaligus hakim adalah hal biasa.


Konsep tentang umat Allah melakukan penghakiman adalah masuk akal jika kita mengakui bahwa Allah telah dituduh oleh Setan seolah pihak yang bersalah.


Pada akhirnya kita akan sepenuhnya puas bahwa Allah selalu benar dalam segala cara-Nya dan perbuatanNya (li- hat Roma 14: 10-12).


Sepanjang sejarah, iblis telah mengajukan pertanyaan yang harus dijawab. Sekarang akan menjadi jelas bagi semua untuk melihat bahwa di balik semua yang telah terjadi tidak ada yang tidak dijawab.. Pemeliharaan Tuhan telah berlaku atas mereka.


Ayat ini menggambarkan bahwa orang- orang kudus meneliti seluruh peristiwa sejarah dan melihat di luar bayangan keraguan bahwa Allah telah secara konsisten melakukan hal yang benar. keyakinan itu penting bagi kebaikan alam semesta dan semua orang di dalamnya.


Pada akhir periode 1000 tahun - tidak akan ada keraguan tentang keadilan dan kasih Allah. Semua tuduhan keraguan dan klaim yang berasal dari Lucifer akan dibantah. Alam semesta dan semua ciptaan akan aman dalam cinta dan perawatan dari Bapa Surgawi kita.

Wahyu 7: 9-17 menggambarkan orang banyak berdiri di hadapan takhta Allah. Bahasa yang digunakan untuk meng-gambarkan mereka saat ini adalah bahasa Hari Raya Pondok Daun. Mereka menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Allah karena mereka dapat melihat dengan lebih jelas pemeliharaan-Nya atas hidup mereka.


Ketika Yesus kembali Ia mengumpulkan umat-Nya dan membawa mereka pulang untuk bersama-Nya di rumah-rumah surgawi yang Dia telah sediakan bagi mereka di rumah Bapa-Nya.


Tetapi bagaimana dengan mereka yang bukan umatNya? Apa yang terjadi pada mereka saat Dia datang?


Dalam nubuat Wahyu ini kita telah melihat kehancuran mereka dijelaskan dalam banyak cara:


  • Ada yang dihancurkan oleh malapetaka dari cawan.


  • Sebagian dihancurkan oleh kekuatan sekuler yang berbalik melawan pelacur itu untuk menghancurkan nya ketika mereka menyadari bahwa mereka telah tertipu.


  • Sebagian dihancurkan oleh pergolakan besar di alam menyertai kedatangan Yesus.


  • Lainnya hancur pada saat kedatan- gan-Nya. Hal ini diumpamakan dengan panen anggur yang dimasukkan melalui pemeras anggur (lihat Wahyu 14:20). Hal ini juga disamakan dengan dibunuh oleh pedang yang keluar dari mulut Kristus (lihat Wahyu 19:21).


Peristiwa selama masa 1000 Tahun

Peristiwa selama 1000 Tahun

Pada Kedatangan Kedua, bumi akan berantakan. Tujuh malapetaka telah mendatangkan kehancuran. Alam telah porakporanda. Bumi ditutupi dengan mayat orang -orang yang telah dibunuh. Burung-burung dari udara memakan mayat yang membusuk (lihat Wahyu 19:21).


Dalam Wahyu 20: 1-3, Yohanes melihat seorang malaikat yang turun dari langit dengan kunci jurang maut dan rantai besar di tangannya. Dia menangkap naga dan melempar Setan yang dirantai ke dalam jurang, menguncinya dan memberi segel di atasnya.




Jelas, ini adalah bahasa kiasan karena tidak ada yang bisa mengikat Iblis, yang adalah makhluk roh, dengan rantai. Jurang adalah penjara yang gelap dimana kekuatan jahat terkurung (lihat Lukas 8:31; 2 Petrus 2: 4).


Wahyu 9: 1, 2 menunjukkan bahwa untuk membuka jurang adalah untuk memungkinkan kekuatan jahat untuk keluar dan beroperasi.


Namun, di sini kita memiliki bumi itu sendiri yang digambarkan sebagai “jurang.” Kata Grika adalah Abyssos. Setara dalam bahasa Ibrani adalah Tehom, yang digunakan dalam Kejadian 1: 2 untuk menggambarkan bumi dalam situasi itu pada awal minggu Penciptaan. Gelap gulita menutupi permukaan dalam (Tehom).


Karena kekacauan yang disebabkan oleh malapetaka dan kehancuran ketika Yesus kembali, bumi berada dalam keadaan kacau dalam beberapa hal seperti kekacauan sebelum penciptaan.


Bumi menjadi penjara bagi Setan dan malaikat-malaikatnya yang terikat di sana untuk merenungkan kehancuran yang mereka telah buat.
Tidak ada seorang pun yang masih hidup untuk disiksa atau digoda. Umat Allah berada di surga hidup dan memerintah bersama dengan Kristus. Orang jahat telah mati. bumi sedang beristirahat selama 1000 tahun.

Sementara itu, disurga, umat Allah menghakimi dunia sebagaimana yang Paulus nyatakan dalam 1 Korintus 6: 2.


Mereka akan dapat melihat bagaimana Allah memberikan kesempatan kepada mereka yang menolak kasih-Nya dan bagaimana Dia membimbing dan peduli kepada umat-Nya, bahkan ketika tampaknya Dia telah meninggalkan mereka.


Peristiwa pada Penutupan Millenium

Baca Wahyu 20 : 7 - 15


Tiga peristiwa terjadi pada saat yang bersamaan:

  • Orang jahat dibangkitkan;

  • Iblis dilepaskan; dan

  • Kota Suci turun (lihat Wahyu 21: 2, 10).

Alkitab sering menulis peristiwa menurut topiknya daripada secara kronologis. Wahyu 20 berurusan dengan nasib Setan, malaikat dan orang fasik.


Di sisi lain, Wahyu 21 dan 22 berhubungan dengan rumah masa depan umat Allah di langit baru dan bumi yang baru. Itulah sebabnya kita harus pelajari ke bab berikutnya untuk mengetahui bagaimana caranya bahwa Kota Suci datang ke bumi.


Fakta bahwa Iblis dilepaskan dari penjaranya bersamaan dengan sisa orang mati yang dibangkitkan dalam Wahyu 20: 5 menegaskan keadaan Ibilis yang terikat adalah gambaran bahwa tidak ada yang dapat digoda.


Periode ini berakhir ketika orang fasik dibawa keluar dari Hades pada saat kebangkitan kedua (lihat Wahyu 20:13).


Iblis dilepaskan untuk menipu bangsa-bangsa lagi seperti yang ia lakukan di masa lalu. Banyak yang datang mengepung Kota Suci tetapi api turun dari Allah dan menghancurkan mereka.


Istilah “Gog dan Magog” digunakan di sini untuk menggambarkan musuh-musuh Allah dan umat-Nya. Ini adalah istilah yang digunakan dalam Yehezkiel 38 dan 39 untuk menggambarkan bagaimana musuh-musuh Israel akan datang melawan umat Allah di Palestina.





Yohanes menekankan lagi sekarang karena hal itu akan digenapi pada akhir 1000 tahun ketika orang fasik datang melawan umat Allah dari sepanjang zaman.


Seperti yang sering dilakukannya, Yohanes kembali dan mengulangi adegan dalam Wahyu 20: 11-15. Kali ini ia memberikan kita lebih rinci.


Orang mati yang jahat dibangkitkan dan datang di hadapan takhta Allah yang besar untuk penghakiman. Mereka dipanggil untuk memberikan pertanggung jawaban atas kehidupan yang mereka hidupkan, kesalahan yang telah mereka lakukan dan cara mereka memperlakukan orang lain.


Roma 14: 10-12 mengatakan semua orang harus mempertanggungjawabkannya sendiri di hadapan Allah. Wahyu 11:18 menyatakan bahwa waktunya telah tiba untuk menilai orang mati dan memberi pahala bagi umat Allah.


Ada tiga aspek penghakiman Allah:


1. Masa sebelum Kristus datang dan membawa pahala bagi umat-Nya beserta Dia. Hal ini disaksikan oleh makhluk surgawi (lihat Daniel 7: 9, 10, 21, 22), yang dapat melihat hikmat Allah yang bekerja di dalam menerima dan menolak orang.


2. Selama masa 1000 tahun, orang-orang kudus menghakimi dunia. Mereka bisa melihat hikmat Allah dan keadilan-Nya dalam menerima dan menolak - bahkan dalam hal- hal yang terjadi dalam kehidupan mereka sendiri.


3. Pada akhir 1000 tahun, orang-orang jahat dipanggil untuk menjelaskan di hadapan takhta putih yang besar. Sekarang mereka bisa melihat bahwa hukuman mereka adil. Sebelum Allah menarik tirai akhir, setiap makhluk akan menyatakan bahwa Allah adalah benar dan adil (lihat Roma 14:11). Tidak perlu lagi bagi Allah untuk mentolerir kejahatan dan penderitaan. Sekarang dipa- hami bahwa kebahagiaan hanya datang ke ka kita se a kepada Tu- han dalam menaa perjanjian-Nya.


Banyak dari lagu-lagu dikitab Wahyu menggambarkan tema keadilan Allah dan kebaikannya (lihat Wahyu 15: 3, 4; 16: 5-7; 19: 1-3).


Pemahaman ini memberikan makna bagi mata pelajaran lainnya yang terdapat di dalam Alkitab.

Orang fasik sekarang berdiri di hadapan kursi pengadilan Allah. Mereka menyadari bahwa mereka hilang dan itu adalah kesalahan mereka. Titik paling menyedihkan adalah Yerusalem Baru bisa saja menjadi milik mereka untuk selama-lamanya, tetapi mereka tidak mau menerima tawaran pengampunan Allah. Sekarang mereka harus dihancurkan kedalam lautan api.


Pada saat itu, setiap manusia yang pernah hidup akan hidup pada satu waktu yang bersamaan. Ini adalah tindakan yang aneh bagi Allah, yang penuh belas kasihan, namun menghancurkan orang- orang jahat. Yesus memberikan gambaran tentang bagaimana perasaan Tuhan tentang orang-orang yang menolak rahmat-Nya ketika Ia meratapi Yerusalem (lihat Lukas 19: 41-44).


Ini adalah tindakan belas kasihan untuk menghancurkan mereka, karena mereka tidak akan pernah bahagia di Yerusalem Baru. Hal-hal yang membuat mereka bahagia akan segera hancur dan mereka akan sengsara di Dunia Baru.


Penting untuk dicatat bahwa kebakaran ini tidak membakar tanpa akhir. Tetapi dapat dimengerti bahwa beberapa orang yang membaca Alkitab bisa berpendapat bahwa api itu kekal.


Kita akan melihat beberapa ungkapan Alkitab yang telah menghasilkan ajaran siksaan kekal. Kadang-kadang ide ini disebabkan karena orang dalam membaca Alkitab gagal untuk memperhitungkan idiom bahasa Alkitab.


1. Wahyu 20:10 menyebutkan orang fasik disiksa siang dan malam, sampai selama-lamanya. Namun, Alkitab kadang-kadang menggunakan istilah - istilah ini dalam arti yang lebih terbatas, sebenarnya yang berarti selama seseorang hidup (lihat 1 Samuel 1:22, 28; Keluaran 21: 6).


2. Yeremia 17:27 berbicara tentang Yerusalem dihancurkan dengan api yang tak terpadamkan menyala di gerbang.


3. Judas 7 menyebutkan Sodom dan Gomora dihancurkan dengan api kekal.



Allah akan membersihkan bumi dengan api dan menciptakan yang baru.

Tidak ada api neraka abadi yang masih terbakar sampai sekarang. Lautan api pada akhir 1000 tahun adalah hukuman Tuhan atas dosa.

Pemikiran bahwa Tuhan akan menghukum mereka tanpa akhir menggambarkan Tuhan sebagai monster. Karena ajaran yang salah ini, banyak yang menjauh dari Tuhan karena mereka tidak bisa menerima doktrin seperti itu terhadap Allah yang penuh kasih seperti yang diungkapkan oleh Yesus.


Api yang menghancurkan dosa dan orang berdosa dalam lautan api tidak membakar selamanya.


Kita akan melihat dalam Wahyu 21 bagaimana Allah merubah lautan api ini menjadi langit yang baru dan bumi yang baru. Petrus juga menegaskan ini dalam suratnya (lihat 2 Petrus 3: 10-13). Kita tidak punya petunjuk dari Kitab Suci untuk berapa lama api akan menyala, yang pasti itu tidak akan membakar tanpa akhir.


Coba bayangkan saja pemandangan yang megah: berdiri di hadapan kursi pengadilan Allah dan mengetahui anda hilang


Yang sangat disayangkan, Yesus rindu memberi mereka hidup kekal bersama-Nya di Yerusalem Baru tetapi mereka memilih untuk tidak menerima tawaran-Nya.





Seri pembahasan kitab Wahyu ini diterbitkan dibawah pengawasan Komite Riset Alkitab dari Gereja Masehi Advent Hari ke-Tujuh Divisi Pasific Selatan


Ditulis oleh: Dr. Jon Paulien dan Dr. Graeme Bradford Editor: Dr Barry Oliver

Diterjemahkan oleh: Michael Mangowal Editor Design: Libby Bearment

Copy Editor: Talitha Simmons


  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now