google0bd4cb5486ad7f54.html Proteksi bagi para peneliti Alkitab

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

Proteksi bagi para peneliti Alkitab

1.5 Perlindungan bagi Para Ahli Kitab Suci (Safeguards for scholars of scriptures)


Pada presentasi ini, kita akan membahas hal praktis tentang bagaimana kita benar-benar belajar Alkitab, bagaimana kita belajar Alkitab seperti para sarjana alkitab.


Dengan kata lain, dapatkah orang awam meneliti Alkitab? untuk mendapatkan pemahaman serta tumbuh dalam kehidupan spiritual mereka.


Saya ingin mengingatkan bahwa ada masalah besar yang kita semua hadapi apakah orang tersebut adalah sarjana terlatih atau apakah orang itu bukan sarjana, kita masih menghadapi masalah yang sama. masalah yang paling sering terjadi adalah penipuan oleh diri sendiri.

Yeremia 17 ayat 9 adalah ayat alkitab yang membahas masalah khusus ini,


Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati , lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?


masalah penipuan diri sendiri bahwa hati kita sendiri menipu kita tidak hanya hati kita sendiri menipu kita, tetapi kita bahkan tidak tahu seberapa banyak kita ditipu.


ingat presentasi sebelumnya yang membahas tentang alegori Aleksandria adalah cara alami untuk membaca Alkitab.


Kecenderungan bagi kita membaca gagasan kita sendiri, konsep kita sendiri, kebutuhan kita sendiri dalam tulisan Alkitab. mudah bagi kita untuk mengubah Alkitab menjadi buku yang akhirnya tampak seperti diri kita sendiri. kita semua memiliki kecenderungan untuk memaksakan prasangka kita sendiri pada materi Alkitab.


obat terbaik untuk masalah seperti itu adalah exegesis (penafsiran), karena exegesis dapat mengalahkan segala prasangka atau pendapat diri sendiri, yang akan menipu kita dalam membaca Alkitab.


perhatikan dalam presentasi sebelumnya, bahwa exegesis (penafsiran) mengambil pendekatan deskriptif atas ayat ayat Alkitab, dan ini sangat sangat penting. karena ketika kita sedang melakukan Teologi Sistematik (Systematic Theology), ketika kita bertanya tentang kebenaran bagi kita, maka mekanisme pertahanan (defense mechanism) atau pendapat kita sendiri akan terbawa.


mekanisme pertahanan (defense mechanism) atau sesuatu yang dikatakan oleh psikolog yaitu bahwa manusia memiliki cara untuk mencegah diri mereka untuk menerima kebenaran dalam situasi tertentu, karena mereka tidak ingin disakiti, mereka tidak ingin menderita sakit.


jadi manusia secara alami bahkan secara tidak sadar cenderung menghindari situasi menghindari ide atau pelajaran yang akan menyakitkan bagi mereka. dan setiap kali kita berhadapan muka dengan Alkitab mengetahui bahwa kita sedang mencari kebenaran, ada kecenderungan mekanisme pertahanan (defense mechanism) alamiah menghalangi kita.


jika kita melihat sesuatu dalam Alkitab yang akan menegor kesalahan kita, yang akan menyatakan kita orang berdosa, maka sebisa mungkin kita cenderung ingin menghindar. maka wajar jika akhirnya kita membaca Alkitab sedemikian rupa sehingga menghindari kita memperoleh pelajaran yang baru.


sehingga saya mencoba memberikan arti definisi exegesis ( penafsiran), yaitu exegsis adalah seni mempelajari cara membaca Alkitab sedemikian rupa sehingga membuka kemungkinan untuk kita bisa belajar sesuatu.


sangat sering kita mempelajari Alkitab, namun kita tidak belajar apa-apa, dan alasan kita tidak belajar apa-apa adalah karena pada dasarnya kita tidak ingin belajar apa pun dari Alkitab. kita tidak ingin menerima tegoran, bahwa apa yang kita lakukan itu salah, kita tidak ingin belajar bahwa kita mungkin harus berubah, dan itu wajar bagi kita seperti yang ditunjukkan oleh Yeremia 17: 9, untuk menghindari kebenaran itu wajar bagi kita untuk menipu diri kita sendiri bahkan ketika kita sedang belajar Alkitab.


jadi kita harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan, bagaimana kita bisa belajar untuk melakukan penafsiran (exegesis)? bagaimana kita dapat mengembangkan suatu proses yang akan memungkinkan kita untuk menghindari mekanisme pertahanan kita, dan sejauh mungkin menghadapi realitas firman Allah?


Eksegesis dalam hal ini akan sangat membantu , karena menggunakan pendekatan deskriptif yang artinya tidak ada beban pendapat kita pribadi.


jika kita menggambarkan apa yang dikatakan Yohanes kepada gereja-gereja di Asia Kecil pada abad pertama, maka tidak perlu merasakan tekanan pada diri kita karena kita bukan anggota sebuah gereja di asia kecil dan kita tidak hidup di abad pertama. apa tegoran yang disampaikan oleh Yohanes kepada mereka dapat kita jelaskan tanpa beban pendapat kita pribadi.


jadi penafsiran (exegesis) adalah metode belajar ayat suci alkitab,dalam bentuk deskriptif tanpa kita harus menghadapi implikasi tekanan pribadi dari ayat tersebut


dan dengan menghilangkan tekanan itu memungkinkan kita untuk menjadi sedikit lebih jujur ​​dengan ayat tersebut.


dan yang lebih menarik tentang pendekatan ini adalah, sekali kita menguasai exegesis (penafsiran) atas ayat Alkitab, maka kita tidak akan pernah membacanya dengan cara yang sama lagi. kita tidak akan menghindar atau lari dari ayat itu seperti yg sebelumnya kita lakukan. penafsiran membuka jalan untuk membiarkan Alkitab menyentuh hati kita, itulah yang perlu kita ketahui dan pahami.


Untuk itu, perlindungan terbaik terhadap penipuan diri sendiri adalah penafsiran (exegesis) yang didasarkan pada bahasa aslinya. jadi jika kita ingin menghindari sejauh mungkin berbagai mekanisme penipuan diri sendiri ini, ada baiknya mempelajari Alkitab dalam bahasa asli dalam Grika, dan dalam bahasa Ibrani. hal ini akan sangat membantu untuk memahami Alkitab dalam hal waktu, budaya, dan keadaan aslinya di mana Kitab Wahyu awalnya diberikan.


Contoh paling sederhana adalah seperti kita sedang belajar bahasa, bagaimana anda dan saya belajar bahasa? kita semua belajar bahasa dengan cara yang sama seperti anak-anak kecil, kita mendengar bagaimana bahasa digunakan di rumah kita, kita mendengar kata-kata tertentu diucapkan berulang-ulang, kita secara bertahap mengembangkan pemahaman tentang arti istilah-istilah itu dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam kehidupan kita sendiri dirumah.


akibatnya setiap kata dalam bahasa Inggris, jika itu adalah bahasa ibu, setiap kata dalam bahasa Inggris datang kepada kita dalam konteks, dalam konteks waktu, tempat, keadaan tertentu, pengalaman di masa lalu masing-masing kita.


masalahnya adalah ketika kita membaca Alkitab dalam bahasa Inggris, kita membaca Alkitab dalam konteks waktu, tempat, dan keadaan kita sendiri. setiap kata dalam Alkitab memicu asosiasi dengan masa lalu pribadi kita, hal itu membangkitkan peristiwa, dan hubungan, dan orang-orang di mana awalnya kita mengasosiasikan kata-kata dan ungkapan-ungkapan itu..

rasanya hampir mustahil ketika membaca Alkitab dalam bahasa ibu kita, tanpa mengimpor ide-ide kita sendiri ke dalam ayat yang kita baca. hal itu sangat wajar.


jika kita mempelajari Perjanjian Baru dalam bahasa Grika, akan memungkinkan kita untuk memutuskan ikatan-ikatan yang di asosiasikan dengan pengalaman masa lalu kita, dan mulai mengalami ayat tersebut seperti yang seharusnya dialami ketika ayat tersebut pertama kali ditulis.


Sebagian mungkin akan bertanya, kalau begitu maka orang-orang Yunani akan memiliki kelebihan khusus ketika mereka mempelajari Perjanjian Baru, dan jawabannya adalah tidak. karena orang Yunani hari ini tidak berbicara bahasa Yunani abad pertama.


Orang Yunani hari ini belajar bahasa Yunani mereka dengan cara yang sama Anda dan saya mungkin belajar bahasa Inggris atau apa pun bahasa asli Anda. dan orang-orang Yunani dewasa ini mungkin memiliki kesulitan yang lebih besar dalam memahami Perjanjian Baru atau bahkan lebih banyak kesulitan daripada Anda atau saya.


tetapi sebagai seorang sarjana, seseorang mungkin dipaksa untuk belajar bahasa Grika dalam konteks aslinya. kita menggunakan kamus dan membongkar kata-kata sesuai dengan maksud dari ayat itu di abad pertama.


jadi bagaimana kita bisa mendekati Alkitab dalam bahasa kita sendiri, di waktu, tempat, dan keadaan kita sendiri, untuk mulai melakukan penafsiran yang serius dan jujur?


Ada lima kunci yang ingin saya sampaikan, yang dapat melindungi kita ketika belajar Alkitab

jika kita menggunakan lima hal ini, maka kita tidak akan terjebak kearah yang salah, dalam mempelajari Kitab Wahyu.


Lima prinsip dasar ini dapat melindungi kita dari penyalahgunaan Kitab Wahyu dan mengarahkan kita ke penggunaan yang jujur, terbuka, dan serius yang akan membuat buku itu berbicara sendiri.


Adalah sangat penting untuk membahas lima prinsip ini sebelum kita benar-benar mulai berurusan dengan Kitab Wahyu itu sendiri sebagaimana yang akan terjadi dalam presentasi berikutnya.


apa lima prinsip ini?


Doa

nomor satu, ketika membuka Alkitab, kita perlu membukanya dalam banyak doa dan self-distrust ketidakpercayaan diri. Dan jika hati kita sangat jahat, jika hati kita menipu kita bahwa sangat penting bahwa setiap kali kita membuka Alkitab kita membukanya dengan doa dan ketidakpercayaan pada diri kita sendiri.


mengakui bahwa kita sendiri akan menjadi penghalang terbesar bagi kita untuk memahami apa yang ada di dalam ayat-ayat ini. penghalang terbesar bagi pemahaman tulisan tulisan Alkitab adalah tidak adanya roh yang dapat diajar.


Pada titik ini bahkan tidak perduli berapa banyak bahasa Grika yang kita kuasai, berapa banyak gelar doktor yang sudah kita peroleh, jika kita tidak memiliki roh dan hati yang bisa diajar, maka akan percuma belajar dan tidak ada artinya.


jika kita tidak memiliki roh yang dapat diajar, jika kita tidak ingin Tuhan menyentuh hidup kita dan membuka Alkitab untuk kita, maka kita tidak akan belajar apa pun.

pengetahuan sejati tentang Tuhan tidak datang hanya dari pencarian intelektual, pengetahuan sejati tentang Tuhan tidak hanya datang dari studi akademis, itu muncul dari kesediaan untuk menerima kebenaran tidak peduli berapapun harganya.


1 Korintus 2:14; 2 Tesalonika 2:10; Yakobus 1: 5, semuanya adalah ayat yang menggarisbawahi prinsip-prinsip ini. pengetahuan tentang Tuhan datang dari kesediaan untuk menerima kebenaran dari Tuhan tidak peduli berapa pun harganya. karunia-karunia Allah itu gratis, tetapi memiliki konsekuensi.


Pengetahuan tentang Tuhan dapat membuat kita kehilangan nyawa, dapat membuat kita kehilangan keluarga kita, kehilangan teman-teman, kehilangan reputasi

jika kita benar-benar ingin mengenal Tuhan, jika kita mau menemukan kebenaran tidak peduli berapa besar resiko yang akan datang. Tetapi Tuhan mau agar kita menemukan kebenaran jika kita memiliki roh mau diajar.


Kita perlu memulai studi tentang Kitab Wahyu dengan doa yang otentik.

apa artinya, yaitu berdoa untuk roh mau diajar, berdoa agar tipu daya hati kita sendiri akan dibalikkan oleh Tuhan, sehingga ia akan membuka hati kita, membuka mekanisme pertahanan kita agar Dia bisa masuk.


Terjemahan Alkitab

prinsip kedua yang sangat penting adalah jika kita tidak mengerti bahasa Grika dan bahasa Ibrani dari bahasa asli Alkitab, maka sudah menjadi keharusan untuk menggunakan berbagai versi terjemahan alkitab dalam pelajaran kita.


Kita tidak hanya membatasi pada satu terjemahan, karena setiap terjemahan Alkitab memiliki keterbatasan dan kelemahannya. setiap terjemahan Alkitab sampai taraf tertentu, mencerminkan bias dari para penerjemah.


jadi tindakan paling aman bagi seorang Kristen yang tidak tahu bahasa aslinya adalah, dengan menggunakan berbagai terjemahan, membandingkan beberapa terjemahan satu sama lain. Di mana Sebagian besar penerjemah setuju dengan garis besar ayat bahasa Grika mungkin cukup sederhana dan akan diikuti dengan aman .


tetapi jika ada banyak perbedaan pendapat di antara para penerjemah, mungkin yang asli tidak jelas atau mungkin para penerjemah belum memahami ayat aslinya.

maka akan tergantung pada seberapa yakin ayat itu dibuat berdasarkan bahasa aslinya. Cara aman adalah dengan membandingkan catatan terjemahan di mana para penerjemah cenderung selalu setuju. dan di sana kita akan menemukan mungkin bahwa bahasa aslinya sudah terwakili secara adil.


menggunakan berbagai terjemahan tentu saja dapat membantu kita menghindari membaca ayat kesayangan. kita semua memiliki ayat favorit tertentu yang cenderung kita baca dengan cara kita sendiri, yang memberi arti tersendiri bagi kita.


dan sering ketika kita membuka Alkitab dengan terjemahan yang berbeda, kita langsung ke ayat favorit itu untuk melihat bagaimana terjemahannya .


terkadang kita tidak suka dengan versi Alkitab itu. padahal penerjemahan dari Alkitab versi tersebut sudah menerjemahkannya seperti yang seharusnya diterjemahkan.


Namun kita merasa penerjemah itu tidak mengerti apa yang dikatakan ayat itu, yaitu apa yang ingin kita katakan. kita seringkali hanya memutarbalikkan ayat-ayat itu berdasarkan ayat favorit kita dari salah satu versi terjemahan favorit kita, dan hasilnya kita tidak mendapatkan arti sebenarnya dari ayat itu.


jadi izinkan saya menyarankan bahwa menggunakan berbagai terjemahan adalah salah satu cara terbaik untuk menjadi lebih jujur ​​dengan ayat, membandingkan alkitab terjemahan favorit Anda dengan terjemahan versi lain


Ayat-ayat yang mudah

sekarang kita sampai pada poin ketiga,

jika kita ingin membiarkan ayat alkitab mengungkapkan makna nya, maka kita perlu menghabiskan sebagian besar waktu kita pada ayat-ayat yang cukup jelas.


ada banyak bagian dari Alkitab di mana ada sangat sedikit ketidaksepakatan di antara orang Kristen. namun ada banyak juga bagian Alkitab yang cukup jelas,

Cara aman dalam belajar Alkitab adalah dengan menghabiskan sebagian besar waktu kita pada bagian-bagian yang cukup jelas.


Anda tahu, banyak orang suka condong ke ayat Alkitab yang ambigu, yang tidak begitu pasti, untuk kemudian menyalahgunakan arti Alkitab tesebut.


Salah satu taktik utama orang yang menyalahgunakan Alkitab adalah mengambil ayat yang ambigu, mengambil arti tersendiri dan kemudian menggunakannya sebagai dasar Teologi mereka. dan apa yang biasanya terjadi adalah orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam ayat ayat alkitab yang sulit, pada akhirnya mereka harus mengubah ayat alkitab yang sudah jelas , karena pesannya tidak sesuai dengan teologi yang mereka sudah kembangkan dalam ayat-ayat yang sulit tersebut.


salah satu alasan lazimnya bacaan yang aneh dalam Wahyu adalah bahwa Wahyu tampaknya menarik bagi orang yang suka bermain dengan ayat alkitab yang sulit-sulit. ada orang yang suka untuk memberikan kontribusi dan itu adalah hal yang baik tetapi bisa terdistorsi.


kadang-kadang orang butuh dan sangat ingin menemukan sesuatu yang baru, mereka ingin menemukan sesuatu yang menarik sesuatu yang segar, yang dapat mereka bawa ke orang lain yang yang kemudian orang lain akan memuji, “aha! Anda benar-benar memahami Alkitab, Anda benar-benar menolong kita memahami ayat yang sulit ini ”dan begitu banyak orang tampaknya hampir terdorong ke ayat Alkitab yang sulit, ke ayat yang sulit dari Kitab Wahyu.


tetapi nasihat saya dari pengalaman pribadi saya, jika kita hanya menghabiskan sebagian besar waktu kita mempelajari hanya petikan-petikan ayat seperti Daniel 11, meterai dan sangkakala kitab Wahyu, kita mungkin akan menjadi gila, setidaknya secara rohani tidak secara psikologis.


melihat pengalaman seperti David koresh, kita bisa bertanya-tanya apakah itu bukan gila rohani dan psikologi ? karena ayat ayat seperti meterai dan sangkakala adalah ayat yang sangat sulit, dan mudah untuk menarik arti dan pesan yang mendistorsi serta membuatnya membawa beban arti yang tidak seharusnya dibawa.


tetapi jika kita menghabiskan sebagian besar waktu kita dalam ayat-ayat Alkitab yang jelas, maka ayat-ayat itu akan melindungi kita dari interpretasi meterai dan sangkakala yang salah.


jadi prinsip 3 sangat penting. habiskan sebagian besar waktu kita pada bagian-bagian Alkitab yang cukup jelas agar kita dapat menahan godaan untuk menerapkan bagian-bagian Alkitab yang tidak begitu jelas dengan cara yang bertentangan dengan tema utama Alkitab.


Tema utama

terkait dengan ini adalah prinsip nomor 4. dan itu adalah untuk membandingkan hasil belajar Alkitab tersebut dengan banyak membaca ayat-ayat alkitab yang lainnya.


jika kita kurang tertarik dengan hal yang rinci, atau detail, akan membuat kita menjauh dari tema utama Alkitab.


banyak orang mempelajari Alkitab dengan cara yang sangat terfragmentasi, mereka akan pergi belajar satu ayat, pada satu waktu, dan akan membandingkan ayat itu dengan semua jenis ayat lain yang akan diambil dalam konkordansi (concordance). dan terkadang konkordansi bahkan telah menggantikan Alkitab yang sesungguhnya, yang kemudian mengambil alih pengertian kita.


terus terang kadang-kadang sebagai pengkhotbah yang terburu-buru mempersiapkan khotbah, untuk esok pagi, padahal sudah jam 11 malam, kita tidak memiliki pesan untuk disampaikan dan kita akan duduk dan bergumul dengan masalah dan berpikir tentang jemaat, apa yang akan kita lakukan, apa yang akan di bagikan kepada jemaat yang akan berguna, yang akan mendorong orang-orang dan memperkuat iman mereka,


waktu terus berjalan, jam 12, 12: 30, dan jam 1, baru mulai keluar garis besar khotbah, mulai membentuk beberapa ilustrasi. pengkhotbah mulai merasa seperti ada sesuatu yang berkembang di sini, tetapi belum saatnya untuk pergi tidur, harus buka konkordansi (concordance), untuk tujuan apa? untuk menemukan beberapa ayat-ayat Alkitab yang kira-kira mendukung apa yang ingin disampaikan pengkhotbah dalam garis besar ini.


Apa yang dilakukan pengkhotbah itu? bahwa pengkhotbah mengambil otoritas ayat Alkitab dan menaburkannya dalam khotbah yang dikembangkan dari ide-idenya sendiri. Itulah yang dilakukan pengkhotbah, menyelubungi ide-idenya sendiri dalam perangkap tulisan ayat suci alkitab


sehingga khotbah tersebut tidak dikembangkan dari Alkitab, khotbah tidak muncul dari penafsiran ayat-ayat yang jujur, khotbah itu berasal dari memercikkan berbagai pernyataan yang diambil dari ayat alkitab yg cocok dengan khotbah untuk mencoba membuatnya terdengar alkitabiah untuk memberikan otoritas Alkitab bagi ide-ide pribadi pendeta itu.


Cara aman yang terbaik jika kita tidak tahu bahasa Grika, tidak tahu bahasa Ibrani adalah dengan banyak membaca Kitab Suci secara umum.


jika kita menghabiskan sebagian besar waktu untuk membaca Alkitab, maka kita akan berada di tempat yang lebih aman. bukan berarti tidak pernah menggunakan konkordansi, bukan berarti tidak pernah membandingkan ayat dengan ayat.


Ketika kita mempelajari Kitab Wahyu kita akan melakukan banyak perbandingan ayat demi ayat, Kita akan sering pergi ke Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, kadang-kadang keluar Alkitab mencari informasi yang akan membantu kita memahami apa maksud asli Yohanes untuk ayat itu.


Tetapi tidak aman untuk menghabiskan seluruh waktu kita , hanya membandingkan ayat dengan ayat, karena kita bisa kehilangan hutan untuk semua pohon.


Untuk itu membaca Alkitab secara umum akan membantu kita menjadi peka terhadap konteks yang lebih besar dari ayat tersebut, terhadap konteks yang lebih luas dari setiap ayat yang ditemukan.


saran saya, kita bisa menggunakan terjemahan modern yang mudah diikuti. Alkitab versi King James menurut saya sangat membantu dan mungkin bagus untuk belajar mengikuti alur cerita secara umum atas ayat yang kita pelajari


Jadi bacaan secara umum atau general, membantu kita melihat keseluruhannya. Kita akan mulai menyatukan ayat yang terisolasi dengan konteksnya sehingga maknanya menjadi jelas.


Disisi lain, dengan hanya menggunakan konkordansi, kadang-kadang kita hanya mengambil ayat yang terisolasi dan menghapusnya dari konteksnya, hampir seperti jika kita mengambil gunting dan memotong 50 ayat dari Alkitab, melemparkannya ke dalam topi seperti mangkuk salad dan dicampur semua ayat tsb dan kemudian kita mulai mengambilnya dan menata ayat-ayat tersebut dan berkata "baiklah ini lah firman yang Tuhan maksudkan",


Itu adalah prosedur yang sangat berbahaya. proses ini jauh lebih berbahaya ketika dilakukan dengan komputer. Saya yakin banyak dari kita menyadari komputer saat ini memiliki program Alkitab yang luar biasa di mana kita dapat memasukkan satu atau dua kata atau tiga kata dan keluar semua ayat-ayat Alkitab yang memiliki kombinasi kata-kata itu.


Saya memiliki program seperti itu sendiri, saya merasa sangat berguna tetapi juga berbahaya. sebenarnya itu sangat berbahaya, karena kita dapat menghabiskan begitu banyak waktu bermain Alkitab di komputer sehingga kita tidak pernah benar-benar membaca Alkitab itu sendiri. sehingga makna yang kita tarik dari ayat komputer mungkin tidak ada hubungannya dengan maksud aslinya.


Pembacaan Alkitab secara umum akan membantu Penafsir (Exegesis) mendapatkan gambaran besar (umum) tentang tulisan Alkitab. pandangan yang lebih luas inilah yang melindungi pembaca terhadap interpretasi aneh dari bagian-bagiannya yang terisolasi yang banyak kita dapati dalam Kitab Wahyu.


Membaca secara umum adalah menempatkan kita di bawah kendali penulis ayat itu. Karena adalah penulisnya yang menunjukkan , untuk menyusun ayat ayat Alkitab dan sesuai urutannya.


Adalah penulis yang memberi kita , aliran atau urut-urutan ayat, dan melalui membaca secara umum atau general reading, kita mengizinkan penulis untuk mengontrol proses dalam kompilasi ayat-ayat itu, kita sebagai pembaca sering membuat kesimpulan hanya untuk tujuan kita sendiri.


Pembacaan umum membantu membawa kita kepada semangat atau spirit yang dapat diajar ke arah ayat tsb, Pembacaan umum membantu kita melihat ayat sebagaimana dimaksudkan untuk dibaca. Alkitab tidak seharusnya belajar dari kita, kita yang seharusnya belajar dari Alkitab.


jadi sekarang prinsip ke 4 dan yang merupakan salah satu prinsip terpenting, adalah membandingkan hasil studi menggunakan konkordansi (concordance) dengan banyak pembacaan umum Alkitab. sebenarnya yang ingin saya adalah lebih baik menghabiskan sebagian besar waktu kita membaca Alkitab daripada mempelajarinya secara rinci.


Belajar Bersama

Prinsip ke 5 dan terakhir, adalah kita harus memberi perhatian cermat pada kritik dari teman-teman kita yang sedang belajar Alkitab. khususnya mereka yang tidak setuju dengan kita atau mereka yang sangat berbakat dengan kemampuan menggunakan metode penafsiran Exegesis.


seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya mungkin masalah terbesar dalam pemahaman Alkitab adalah bahwa kita masing-masing memiliki kecenderungan alami untuk menipu diri sendiri. Yeremia 17: 9 dan penipuan diri itu sangat dalam bahkan ketika kita menggunakan ayat dalam bahasa asli bahkan jika kita sedang berdoa, bahkan jika kita menggunakan berbagai terjemahan, telah melakukan banyak pembacaan umum Alkitab, bahkan jika kita menghabiskan waktu dalam teks yang jelas, semua prinsip ini yang telah saya sampaikan ini sangat penting dan biasanya akan membuat perbedaan besar dalam dan tentang diri kita sendiri,


tetapi terus terang penipuan pribadi kita sendiri begitu dalam dan begitu hebat sehingga penangkal terbaik adalah dengan terus-menerus menundukkan pemahaman kita sendiri terhadap kritik orang lain yang telah melakukan upaya keras yang sama untuk memahami ayat itu. Kita mau mendengar dan memperhatikan pendapat sesama kita.


Mengingatkan saya pada pemabuk yang sedang dalam proses pengobatan intervensi.


Dalam soal alkohol, penipuan diri kita sangat berperan. orang terakhir yang tahu jika saya seorang alkoholik adalah saya sendiri. orang terakhir yang mengetahui bahwa mereka memiliki masalah dengan narkoba adalah orang yang menggunakan Narkoba tersebut karena zat-zat ini memperburuk masalah penipuan diri sendiri.


Dan karena itu proses intervensi biasanya disarankan, di mana sejumlah besar orang, keluarga, teman kenalan, tokoh terhormat yang memiliki otoritas, dipanggil bersama dan masing-masing orang mengatakan "ya Anda seorang pecandu alkohol karena saya melihat Anda melakukan ini dan saya melihat Anda lakukan itu dan anda berkata begitu ”


dan ketika orang ini dihadapkan berkali-kali dengan fakta yang terjadi, maka adalah kemungkinan bahwa orang itu mungkin benar-benar mendengarkan teguran dan nasihat orang orang itu, dan pada akhirnya dan mengetahui bahwa dia masih memiliki masalah alkohol atau narkoba dan dia sangat membutuhkan bantuan.


Saya ingin menyarankan bahwa intervensi sering diperlukan ketika menyangkut penafsiran Alkitab ( Exegesis) juga,


Kita membutuhkan kritik dari orang lain kita perlu orang lain untuk datang dan berkata "lihat kamu mengatakan bahwa ayat ini mengatakan ini dan itu, tapi bagiku ayat itu mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda ”mungkin menyakitkan saat mendengarkan kritik semacam itu,


namun kritik semacam itu sangat berharga ketika kritik itu datang dari orang yang berbeda pendapat dengan kita. Karena orang orang yang berbeda dengan kita, sering kali memiliki pendekatan (approach) yang lebih kreative terhadap ayat tersebut


jika kita mau mendengarkan orang-orang yang sama sekali tidak setuju dengan kita, ketika kita mendengar cara mereka membaca ayat, ada kemungkinan bahwa Tuhan dapat membantu kita untuk melihat hal yang mungkin kita salah membaca ayat tersebut.


Saya tidak menyarankan agar kita langsung setuju dengan orang tersebut , tidak sama sekali.


kadang-kadang setelah kita mendengarkan semua kritik dan masukan tersebut, kita masih mengatakan tidak, pendapat saya adalah yang benar. tetapi jika kita benar-benar mau menerima masukan dari orang lain dengan pemahaman mereka sendiri atas ayat tersebut, maka ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari hal-hal seperti itu.


karena orang-orang ini akan melihat hal-hal dalam ayat yang tidak akan pernah kita lihat karena blind spot, karena mekanisme pertahanan diri orang itu mungkin sama hebatnya dengan saya,


tetapi jika orang itu memiliki mekanisme pertahanan yang berbeda, jika orang itu memiliki titik buta (blind spot) berbeda dari yang saya lakukan, maka mereka akan melihat hal-hal dalam ayat tsb yang mungkin saya terlewatkan. dan kita akan melihat hal-hal yang akan mereka lewatkan, dan bersama-sama kita bisa melihat lebih jelas daripada yang bisa kita lakukan secara terpisah.


jadi mungkin yang terbesar , tentu semua 5 prinsip ini sangat penting. tetapi mungkin yang terakhir dalam beberapa hal yang paling penting, yaitu bahwa setelah melakukan semua, kita perlu belajar mendengarkan orang lain, mendengarkan orang-orang yang juga mempelajari Alkitab dan sampai pada kesimpulan yang berbeda.


mereka mungkin datang dari denominasi yang berbeda dari kita, mereka mungkin kepribadian yang berbeda, mereka mungkin memiliki cara yang sama sekali berbeda dalam mendekati Alkitab, dan karena alasan itulah mereka dapat melihat hal-hal yang benar-benar ada dalam ayat, sedangkan kita tidak pernah bisa melihat karena kita diblokir oleh mekanisme pertahanan kita sendiri dan masalah kita sendiri.


Jadi kita memiliki 5 poin sebagai kesimpulan.

doa yang autentik,

menggunakan berbagai terjemahan,

menghabiskan sebagian besar waktu kita dalam teks tulisan suci yang jelas,

membaca Alkitab secara umum,

dan memiliki telinga yang mau mendengarkan kritik dari rekan-rekan kita.


tetapi apa yang saya coba lakukan setidaknya lima prinsip adalah menjabarkan beberapa langkah penafsiran praktis yang bisa dilakukan siapa pun. kita tidak perlu memiliki gelar Ph.D. tidak perlu memiliki pendidikan khusus tentang cara membaca Alkitab untuk menggunakan prinsip-prinsip ini.


jika kita akan mempelajari ayat Alkitab, jika kita mau berangkat dari ayat-ayat yang jelas dan mudah dimengerti , jika kita mau menggunakan berbagai terjemahan, belajar Alkitab dengan banyak doa dan ketidakpercayaan diri (self-distrust) dan kemauan untuk banyak mendengarkan dan belajar dari orang lain, maka kita tidak akan membuat kesalahan yang menyebabkan kehancuran orang-orang seperti mereka yang di munster dan di waco.


Jadi, dalam presentasi ini, saya mencoba menjabarkan prinsip-prinsip yang akan bermanfaat bagi siapa saja, bahkan Sarjana Alkitab. dan terus terang kadang-kadang ada Sarjana Alkitab yang mungkin tahu bahasa Grika dan Ibrani tetapi yang tidak berdoa, orang yang tidak mengikuti prinsip membaca Umum, orang yang tidak mendengarkan orang lain, dan tidak peduli berapa banyak mereka mungkin telah belajar dari penelitian mereka, ada bahaya besar dalam mengabaikan prinsip-prinsip ini.


apa yang ingin saya lakukan dalam presentasi berikutnya, khususnya presentasi 7 hingga 12 adalah menerapkan prinsip-prinsip penafsiran (exegesis) ini dengan cara yang praktis. Saya telah memberi gambaran umum dalam diskusi kita di sini. tetapi sekarang kita akan melihat cara dipraktikkan.


Kita akan mengambil bagian-bagian dari Kitab Wahyu, mengambil asas-asas penafsiran (Exegesis) dan selangkah demi selangkah dan menunjukkan kepada kita semua cara kerjanya.


Dalam presentasi berikutnya (1.6) saya ingin memulai dengan penjelasan terperinci tentang seperti apa kehidupan di gereja-gereja di Asia Kecil pada saat Kitab Wahyu ditulis. Saya ingin berbicara tentang keadaan atau budaya mereka. Kehidupan Gereja Kehidupan seperti apa rasanya menjadi seorang Kristen di Asia Kecil. Bagaimana Kitab Wahyu berdampak pada gereja itu, kita ingin berbicara sedikit tentang waktu, tempat, keadaan-keadaan di mana Kitab Wahyu saat itu ditulis.

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now