google0bd4cb5486ad7f54.html Pola Nubuatan Alkitab (2)

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

Pola Nubuatan Alkitab (2)

1.3 Pola Nubuatan Alkitab Bagian 2


Dalam presentasi yang lalu kita berbicara tentang Penciptaan, Air Bah dan Keluaran (pengalaman keluar dari Mesir). kita telah pelajari bagaimana bahasa yang sama digunakan dalam masing-masing peristiwa seperti yang dijelaskan dalam materi Alkitab


Kita melihat bagaimana terdapat pola dalam tindakan Allah


dan dalam presentasi ini kita ingin meninjau prinsip dasar itu dan mempelajarinya lebih jauh

ke para nabi Perjanjian Lama yang berjalan dari Yesaya ke Maleakhi dan kemudian meneliti aplikasi apa yang terdapat dalam Kitab Wahyu.


Kita tinjau kembali prinsip-prinsip dasar ini dengan cepat. prinsip-prinsip yang kita temukan dalam presentasi sebelumnya.


1. Allah konsisten,

bahwa hal-hal yang telah ia lakukan di masa lalu cenderung menjadi cara ia bertindak saat ini dan juga di Masa Depan


2. Allah tidak dapat diprediksi

ia bebas untuk melakukan hal-hal baru, Dia kreatif


3. Allah Kreatif

karena Allah kreatif sehingga kita tidak dapat berharap bahwa Tuhan akan bertindak persis seperti yang dia lakukan di masa lalu, prinsip-prinsip dasarnya sama, tetapi Tuhan tidak dapat diprediksi kreatifnya.


4. Allah menjumpai manusia dimana berada.

Tuhan menjumpai orang-orang di mana mereka berada, ketika dia berbicara dengan seseorang, yang dia ajak bicara di waktu mereka, menempatkan budaya mereka, bahasa mereka dan keadaan mereka.


5. Makna Spiritual

dan akhirnya dari zaman Keluaran ada spiritualisasi dari pola tersebut, dengan kata lain beberapa peristiwa yang awalnya diberikan dalam bentuk literal, suatu bentuk historis dari peristiwa aktual. Mungkin nanti pada saat digunakan, misalnya secara tipologis , maka pola tersebut akan digunakan dengan cara yang akan mengarah pada makna yang lebih spiritual


misalnya kekacauan akibat air bah yang menutupi bumi. peristiwa Air Bah mungkin menemukan makna spiritualnya dalam perbudakan, ini bukan hal yang persis sama tetapi pada prinsipnya perbudakan di mesir jauh dari tempat setelah perbuatan Allah yang besar (Air Bah).


sekarang kita datang ke para nabi dan melihat bagaimana prinsip-prinsip ini bekerja dengan sendirinya dalam diri para nabi


tema utama para nabi yang berlangsung dari Yesaya ke Maleakhi adalah pengasingan ke Babel dan kembali dari Babel ke Yerusalem, yang dituntun oleh Tuhan,


karena pola tindakan Tuhan ' bergerak dari tiga perbuatan Allah yang besar, yang telah kita perhatikan ketika para nabi menulis tentang pengasingan ke Babel dan kembali dari Babel,


bahasa apa yang seharusnya digunakan, yaitu bahasa Keluaran (perbuatan Allah yang besar) di mana umat Allah dibawa menjadi tawanan dan juga kembali dari tawanan dan Tuhan yang sama bekerja selama Pengasingan di Babel sama seperti ketika mereka dalam perbudakan di Mesir


sehingga ketika para nabi menulis tentang Pengasingan mereka menulis tentang hal itu dalam hal Keluaran, mereka menggambarkan kembalinya dari Pengasingan sebagai Keluaran baru, Allah akan mengulangi, Pengulangan lagi. Dia konsisten,


contoh pertama dari para nabi yang menulis ini, yaitu nabi Hosea

Hosea bernubuat sekitar 760 SM yaitu 2750 tahun yang lalu dan pada masa ini Israel dan Yehuda adalah dua bagian bangsa yang dulunya adalah Israel, sedang berada pada puncak kejayaan dan kemakmuran mereka


nabi lain yang juga menulis selama masa Pengasingan ini adalah nabi Amos

dalam Hosea pasal 2 nabi Amos menggambarkan perbuatan Allah yang besar, yang Luar Biasa ini yang sedang dipersiapkan Allah untuk dilaksanakan.


Hosea Pasal 2 : 8 - 15

“Tetapi dia (Israel) tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas s yang dibuat mereka menjadi patung Baal.”


Israel, kerajaan di utara yang Hosea sedang bicarakan, pada saat itu sedang berada dalam kekuatan politik terbesarnya, kemakmuran ekonomi terbesarnya, Kemakmuran sedang berlangsung bagi Israel. Yeroboam II adalah Raja dan dari semua Raja Israel ia mungkin yang paling kuat dan paling sukses


dan hal yang menarik tentang itu adalah tampaknya, ketika Allah mengijinkan orang menjadi makmur, mereka cenderung lupa bahwa itu adalah berkat Tuhan yang memungkinkan orang untuk mendapatkan kekayaan


itulah yang terjadi pada Israel, dengan latar belakang itu, mari kita lihat baca ayat selanjutnya


“Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya. Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku. Aku akan menghentikan segala kegirangannya hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya. Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis. Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku," demikianlah firman TUHAN. "Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia , dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.


Perikop ini adalah uraian tentang Pengasingan dimasa depan yang merupakan pengalaman nyata yang sudah terjadi pada bangsa Israel, dan Pengasingan seperti yang dijelaskan dalam istilah, Allah mengambil gandum, minyak, mengambil pakaian, mengambil hasil produksi mereka, mengambil teknologi, mengambil segala sesuatu yang mereka cari bahkan pesta bahkan kuil bahkan ibadah mereka, semua ini akan diambil mereka telah meninggalkan Tuhan


Allah akan merespon dengan membiarkan mereka dibawa ke pengasingan sehingga mereka dapat belajar suatu pelajaran.


hal yang menarik tentang itu adalah bahwa Tuhan mengirimnya ke Pengasingan, bukan untuk menolak mereka, bukan untuk meninggalkan mereka, bukan untuk mengatakan kamu bukan lagi orang-orang yang aku sayang, tetapi Tuhan mengirim mereka ke Pengasingan dengan maksud untuk memenangkan mereka kembali.


Perhatikan ayat 14 "Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia , dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya”


dia berbicara di sini dalam hal Allah memiliki hubungan spesial dengan Israel sebagai seorang pria muda atau wanita muda , Allah berkata aku akan memikatnya dan membawanya ke padang pasir dan berbicara dengan lembut padanya


apa yang diinginkan di sini dalam ayat 15 itu dikatakan bahwa di sana dia akan bernyanyi seperti pada masa mudanya seperti pada hari dia keluar dari Mesir


penasihat keluarga mengatakan kepada kita bahwa ketika dalam masalah pernikahan, hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk mengingat masa-masa awal pernikahan, kembali ke percakapan, kembali ke hubungan yang membuat Anda jatuh cinta di tempat pertama dan jika Anda memperbarui perhatian, cinta dapat bersemi kembali


Dan itu yang Tuhan lakukan dalam ayat-ayat diatas, yang menggambarkan hubungannya dengan bangsa Israel sebagai hubungan antara pria dan wanita dan suami dan isterinya dan dia berpikir dalam istilah Keluaran dari Mesir sebagai semacam tahap pacaran di mana Tuhan jatuh cinta dengan Israel. Israel jatuh cinta dengan Tuhan.


dan sekarang ketika Israel berpaling dari Tuhan, itu adalah melanggar hubungan, meninggalkan pernikahan, Allah akan mengizinkannya bahwa perceraian akan membiarkan Israel pergi, lalu kemudian dia akan memulai dari awal lagi, dia akan memakainya seolah-olah mereka baru saja bertemu untuk pertama kalinya, ia akan membawanya ke tempat di mana mereka jatuh cinta di padang gurun dalam perjalanan keluar dari Mesir


Disini kita melihat bahwa pengasingan ke Babel digambarkan seperti yang digambarkan dalam bahasa Keluaran (Exodus), Israel adalah istri Tuhan, sekarang dia tidak setia dan karena itu perceraian mungkin diperlukan tetapi perceraian ini tidak akan selamanya, Tuhan akan membawanya kembali akan memperpanjang masa pacaran dan rencananya untuk melakukannya sebagai Keluaran baru, pengalaman padang gurun baru.


Jadi ketika Nabi berbicara tentang pembuangan ke Babel dan kembali dari Babel dan menggunakan bahasa Keluaran, sama seperti Keluaran itu sendiri dijelaskan dalam bahasa penciptaan bahasa Air Bah. (ingat pelajaran sebelum ini)


kita lanjutkan dengan melihat beberapa nabi sezaman dengan Hosea yang berbicara kepada kerajaan Yehuda, di Selatan. Adalah nabi Mikha dan dalam Mikha pasal 7 ayat 15-20 kita menemukan nasihat kepada Yehuda, perhatikan apa yang dikatakan


Mikha pasal 7:15-20

Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban!


Anda perhatikan polanya lagi, ketika mereka berbicara tentang Pengasingan para nabi terus menggunakan bahasa ketika di Mesir


Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka; biarlah mereka menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya menjadi tuli. Biarlah mereka menjilat debu seperti ular, seperti binatang menjalar di bumi; biarlah mereka keluar dengan gemetar dari kubunya, dan datang kepada TUHAN, Allah kami, dengan gentar, dengan takut kepada-Mu! Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!


apakah Anda memperhatikan kata “kembali”


Ia “kembali” menyayangi kita

yang berarti kedua kalinya, seperti Pertama Kali ketika Keluar dari Mesir,


tetapi disini kita melihat spiritualisasi dari jenis Keluaran ini akan menjadi Keluaran secara spiritual, jauh dari pada Eksodus sebagai Keluaran secara literal


Tujuan dari Keluaran baru ini adalah untuk mengampuni mereka. Itu adalah untuk mengubah hati mereka kepada Tuhan, untuk mengampuni dosa, untuk mengampuni pelanggaran, untuk menunjukkan belas kasih, dan belas kasihan untuk melupakan dosa-dosa mereka, dengan menginjakkan kaki ke atas segala kejahatan , membuang ke kedalaman laut.


Dengan demikian Tuhan tertarik dalam hubungan spiritual dengan umat-Nya Israel , tidak hanya tertarik memiliki bangsa politik yang memiliki kekuatan politik, tetapi memiliki semacam hubungan nama dengan Tuhan, yang mengatakan kita adalah umat Tuhan.


Tuhan tertarik pada pulangnya bangsa Israel dari Pengasingan dalam hubungan hati dengan umat-Nya, sehingga sekali lagi kembali dari pengasingan , seperti yang dijelaskan dengan exodus atau keluaran yang baru, dan bukannya pengalaman Laut Merah,


di sini kita dapati dosa dosa mereka dibuang ke kedalaman laut, mereka tidak akan selalu mengalami pengalaman Laut Merah lain dalam kepulangan dari Pengasingan ini.


Mereka tidak harus melewati air laut yang terbelah, tetapi laut akan menjadi tempat di mana mereka meninggalkan dosa-dosa mereka, mereka akan meninggalkan dosa-dosa mereka, mereka akan meninggalkan pelanggaran mereka di Babel ketika mereka kembali mereka akan setia kepada Allah


sekarang mari kita bergerak maju ke Yesaya, dan Yesaya bernubuat hanya beberapa tahun setelah Hosea dan Mikha


kita akan melihat bahwa para nabi benar-benar diliputi dengan tema Keluaran dan Pengasingan ini.


Exodus atau Keluaran masa lalu menjadi dasar untuk berbicara tentang Pengasingan di masa depan,


Yesaya 11:15 - 16

TUHAN akan mengeringkan teluk Mesir dengan nafas-Nya yang menghanguskan, serta mengacungkan tangan-Nya terhadap sungai Efrat dan memukulnya pecah menjadi tujuh batang air, sehingga orang dapat melaluinya dengan berkasut.

Maka akan ada jalan raya bagi sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur, seperti yang telah ada untuk Israel dahulu, pada waktu mereka keluar dari tanah Mesir.


Di sini kita melihat Sungai Efrat entah bagaimana akan berfungsi sejajar dengan Teluk Mesir sejajar dengan pengalaman sebelumnya saat mereka melalui Laut Merah,


akan ada jalan raya bagi umat Allah, mereka akan menyeberangi Sungai Efrat, mereka akan kembali ke Israel dari Mesopotamia, yang sekarang ini kita sebut Suriah , pada waktu itu disebut Babilon, tetapi peristiwa itu adalah peristiwa yang dasarnya sama,


bahwa Israel akan dibawa ke pengasingan dan mereka akan keluar dari pengasingan dengan pengalaman Laut Merah lain yang akan mereka lewati melalui Sungai Efrat


hal ini mengingatkan kita akan prinsip-prinsip yang kita bicarakan sebelumnya tentang Allah yang konsisten, dimana terdapat pola yang sama antara Keluaran dari mesir dan kembali dari Pengasingan di Babel


tetapi kita perhatikan bahwa ketika berpikir tentang kembali dari Babel, Allah tidak terikat secara rinci pada seluruh pola Keluaran ( Exodus) itu.


apakah Israel benar-benar melewati Sungai Efrat yang kering ?, jawabannya adalah tidak ada, tidak perlu, karena terdapat Jembatan untuk menyeberangi sungai Efrat, sungai itu tepat di dalam kota Babel bagi mereka untuk menyeberang dan kembali ke Palestina


tetapi apakah Sungai Efrat mengering dengan cara yang mirip dengan pengalaman Laut Merah? jawabannya iya.


Peristiwa yang terjadi ketika Raja Koresh atau Cyrus dari Persia datang mengelilinginya dan menemukan temboknya terlalu tinggi dan sumber dayanya terlalu besar untuk dikepung, jadi dia mulai menemukan cara untuk menembus pertahanan babel, dia melakukannya dengan mengalihkan aliran Sungai Efrat mengeringkan air nya dan pasukannya berbaris di bawah dinding di dasar sungai untuk masuk ke kota babel


Dengan demikian pada dasarnya terjadi lagi pengalaman Exodus Keluaran ketika Babilon jatuh, tetapi ada banyak detail yang berbeda,


Allah konsisten tetapi dia juga kreatif dia tidak terikat untuk melakukan sama persis dengan rinci dari Pola peristiwa aslinya.


ada contoh lain dari apa yang kita bicarakan yang terdapat dalam Yesaya 4 : 2- 6

Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.

Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.



sekarang disini kita ingat dalam sejarah Perjanjian Lama tentang tiang awan pada siang hari dan nyala tiang api pada malam hari yang menyediakan tempat berlindung dari panas dan kehangatan dari hawa dingin , itulah pengalaman Exodus , Israel keluar dari Mesir dan dengan hadirat Allah bersama mereka


apakah ada kesaksian di dalam Alkitab tentang pilar awan dan api benar-benar melayang di atas Yerusalem selama masa Pengasingan dan saat mereka kembali dari Pengasingan ,

tentu tidak ada


Dengan demikian apa yang kita dapati di sini adalah penggunaan bahasa, bahasa Keluaran digunakan untuk menggambarkan kembali dari pengasingan, apa yang dijelaskan di sini adalah kehadiran Allah yang hidup bersama umat-Nya ketika Allah mengampuni dosa umat-Nya, ketika ia menyambut Israel di rumah sebagai anak-anak atau sebagai pasangan yang pergi.


Allah akan berada di sana. Dia akan hadir di Yerusalem bersama umatnya. Kehadirannya akan sama nyatanya dan nyata seperti di padang belantara ketika melihat awan itu dan merasakan panas dari tiang api


itu adalah Bahasa Exodus, Keluaran, yang menyediakan bahasa yang dipakai oleh nabi untuk menggambarkan Pengasingan yang akan terjadi kemudian hari.


satu lagi ayat dalam Yesaya pasal 43 , alasan saya membawa ke pasal ini, karena itu akan sedikit berbelok dari arah yang telah kita lakukan sejauh ini dan akan menambahkan prinsip ke 6, yang kita temukan dalam presentasi yang lalu,


Yesaya 43 : 16 - 19 disini sekali lagi kita akan melihat bahasa Keluaran dan bahasa Pengasingan dicampur bersama


dalam ayat 16,

Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,

yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah -mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu


kita lihat disini ada bahasa The Exodus lagi, Tuhan yang menarik jalan melalui laut yang menghancurkan kuda-kuda dan tentara kereta kuda yang melawan Israel yang membebaskan rakyatnya dari penindasan


tetapi sekarang perhatikan bahasa baru di ayat 18

firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.


tetapi di sini kita melihat aspek yang menarik untuk semua ini. Masih ada bahasa Exodus, Keluaran masih menyediakan model atau pola, tetapi kembalinya bangsa Israel dari pengasingan terdapat hal baru yang akan melebihi dari Keluaran.

disini kita melihat Allah yang Kreatif , tidak terikat kedalam satu pola dengan setiap detailnya, namun pengalaman masa lalu menyediakan bahasa untuk masa depan


dalam presentasi yang lalu, kita dapati bahwa dalam pengalaman Keluaran, Tuhan menggambarkan, menafsirkan Keluaran dalam bahasa penciptaan dan Air Bah tetapi peristiwa Keluaran atau Exodus sudah merupakan pengalaman masa lalu ketika kitab Keluaran ditulis


di sini kita melihat pada para nabi mereka sedang berbicara tentang peristiwa peristiwa masa depan yang belum terjadi


sehingga prinsip keenam yang kita dapati adalah bahwa masa lalu menyediakan bahasa untuk masa depan, juga ketika Tuhan menyatakan dirinya di masa lalu, di masa sekarang ia menggunakan bahasa masa lalu

tetapi prinsip keenam memberitahu kita bahwa ketika Tuhan bernubuat, dia berbicara tentang masa depan, ketika dia memberi tahu kita hal-hal yang dia rencanakan untuk dilakukan di masa lalu dia masih menggunakan bahasa masa lalu


Ini adalah poin yang sangat penting ini adalah alasan utama kita membahas secara panjang lebar menyajikan semua bahan Perjanjian Lama ini.


karena banyak orang-orang memperlakukan nubuatan seolah-olah itu ditulis di tempat dan waktu keadaan di zaman mereka hidup. banyak orang membaca Wahyu seolah-olah itu ditulis pada tahun 1995


dan ketika Anda melakukan hal itu, maka Anda tentu telah mengubah materi tersebut


Allah ketika dia berbicara tentang masa depan tidak menggunakan bahasa masa depan, tetapi dia menggunakan bahasa para nabi di zaman saat mereka hidup


sehingga prinsip nomor 6 adalah bahwa masa lalu menyediakan bahasa untuk masa depan


ketika kita mempelajari kitab Nubuat seperti Kitab Wahyu. bahasa akan menjadi bahasa para nabi di masa lalu tetapi isinya akan menjadi masa depan dari para nabi,


bahasa di masa lalu menggambarkan isi pesan dari para nabi untuk masa depan


satu ayat lagi dari Yesaya karena ada satu hal lagi yang perlu kita lihat di sini Yesaya 65 : 17 - 19


"Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru, hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak."


dan kebanyakan orang terbiasa melihat ini, sebagai ayat yang menggambarkan masa depan kita, Bumi baru seperti yang dijelaskan dalam Kitab Wahyu, dan memang benar Kitab Wahyu menggunakan ayat ini untuk berbicara tentang masa depan Jerusalem baru Kerajaan Surgawi yang disiapkan untuk umatnya bahwa ia akan membawa ke bumi akhir dari bumi. subjek Milenium yang akan dibahas pada akhir seri ini.


tetapi di sini Yesaya sedang berbicara tentang pengasingan ke Babel dan kembali dari pengasingan,


bahasa itu sekali lagi akan berguna di kemudian hari dalam sejarah ketika Yohanes menulis buku Wahyu


tetapi ketika Yesaya menulis, dia sedang berbicara tentang Pengasingan dan kembalinya dari Babel


jika membaca bab dan konteksnya kita akan melihat bahwa ayat itu tidak berbicara tentang kehidupan kekal tidak berbicara tentang surga, tetapi ayat itu berbicara tentang orang-orang hidup lebih lama dan sebagainya


baca ayat 20 sebagai contoh, ketika nabi berpikir tentang tindakan Allah yang dahsyat di masa depan, ketika dia berpikir tentang apa yang akan Tuhan lakukan dia menjadi sangat bersemangat sehingga dia kembali ke penciptaan untuk menemukan bahasa untuk itu


ingat prinsip spiritualisasi jenis-jenis bahasa penciptaan, tidak mengharuskan kita untuk mengatakan bahwa ini akan menjadi akhir dari sejarah bumi,


bahasa penciptaan juga digunakan pada zaman Keluaran untuk menggambarkan ketika mereka melalui Laut Merah


jadi sekali sekali lagi, hal yang sama terjadi di sini, bahasa penciptaan dibawa untuk menggambarkan apa yang terjadi di pengasingan ke Babel dan kembalinya dari Babel,


tindakan Allah yang Perkasa akan sangat besar sehingga bahkan bahasa Keluaran tidak cukup untuk mencakupnya , kita harus kembali jauh ke Penciptaan untuk menggambarkannya


sekarang orang mungkin berkata, oke saya melihat arahnya, dari hosea, mikah, sampai Yesaya tidak diragukan lagi, karena kita telah pelajari semua nabi ini dan menemukan beberapa kesamaan dalam ayat2 nya.


Namun bukankah buku Wahyu adalah jelas buku apokaliptik, sama seperti Daniel,

dan tentu dalam jenis buku apokaliptik seperti ini, nabi berbicara langsung tentang masa depan, dia tidak berbicara dengan waktu dan tempat saat dia hidup, tetapi dengan waktu dan tempat kita hidup.


pertanyaan pertanyaan yang sangat masuk akal,


Kita kembali ke Kitab Daniel tepat di tengah-tengah para nabi yang sama yang telah kita lihat pelajari


Kita akan lihat bahwa bahkan dalam buku-buku apokaliptik seperti Daniel, bahasa masa lalu masih merupakan bahasa yang digunakan untuk menggambarkan masa depan


Daniel pasal 7:2

Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar,


di mana kita temukan jenis bahasa ini?


angin bertiup di atas laut Kejadian 1: 2 ini adalah bahasa Penciptaan,


selanjutnya dalam Daniel 7: 3 - 7 disana ada serangkaian binatang yang muncul satu demi satu


kemudian lihat Daniel 7:13 dan 14

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.


bahasa ini mengingatkan dalam presentasi terakhir yang berbicara tentang bagaimana Adam pada mulanya diciptakan untuk berkuasa atas makhluk-makhluk bumi di atas ikan-ikan lautan atas segala sesuatu yang merayap di tanah ia diberi kekuasaan atas bumi ini


dan di sini kita melihat dalam Daniel 7 bahasa penciptaan diterapkan pada para nabi masa depan


Angin mengguncang lautan, kita lihat binatang yang muncul dan kemudian kita dapati anak manusia yaitu adam kedua , dan anak manusia diberikan kuasa atas binatang yang muncul ini


jadi, gambaran yang kita miliki di sini adalah gambaran sejarah masa depan dunia sebagai ciptaan Allah yang baru dan anak manusia adalah Adam kedua

sehingga ketika Tuhan memberi Daniel seri apokaliptik Bangsa yang satu demi satu muncul melalui garis sejarah dari zaman para nabi sampai ke ujung dunia, bahasa apa yang digunakan adalah bahasa penciptaan


bahasa masa lalu menyediakan bahasa masa depan


yang akan menjadi sangat menarik disini adalah bahwa nubuatan atau ramalan ini sangat masuk akal pada zaman ketika Daniel sedang menulis, tentang bagaimana situasi umat Allah pada waktu itu, mereka berada di dalam Pengasingan


Daniel diasingkan ke Babel, umatnya juga diasingkan ke Babel , yang digambarkan sebagai binatang binatang ini dalam Daniel 7 mereka adalah Bangsa-bangsa yang menindas umat Tuhan, mereka adalah binatang buas dan ganas yang menganiaya umat Tuhan


apa pesan Daniel kepada kepada umatnya ?


pesannya adalah bahwa sama seperti Adam berkuasa atas binatang-binatang setelah penciptaan, demikian juga anak manusia (Yesus) berkuasa atas bangsa-bangsa ini yang menindas umat Tuhan


Dengan kata lain Tuhan masih memegang kendali, walaupun dunia kelihatannya di luar kendali, Bangsa-bangsa jahat yang bertanggung jawab mereka melakukan hal-hal jahat terhadap umat Allah tetapi umat Tuhan tidak berkecil hati, karena Tuhan masih memegang kendali


ingat prinsip bahwa Tuhan menjumpai orang-orang di mana mereka berada,


disini kita melihat bahwa dengan sangat jelas dalam Daniel 7 Tuhan memberikan pesan kepada Daniel tentang masa depan dunia, tetapi adalah tujuannya juga untuk meyakinkan Daniel bahwa Tuhan ada , dan mengendalikan keadaan.


Perlu kita ingat bahwa dalam Daniel 2 ada Nebukadnezar, raja Babel yang memiliki mimpi atau visi yang sangat mirip dengan Daniel, memiliki interpretasi yang sama tetapi ada perbedaan besar


dalam mimpi Nebukadnezar terhadap bangsa-bangsa di dunia, dia dilambangkan dengan seorang yang menjadi idola, yang bijaksana, bukankah Nebukadnezar adalah seorang raja kafir dan bagi bangsa-bangsa di dunia, dia adalah kaisar yang mulia yang menjadi contoh pemujaan mulia, sesuatu yang indah, sesuatu yang dipuji, sesuatu yang harus dipuji


tetapi bagi pemandangan Daniel negara-negara yang sama adalah binatang buas ganas yang menyakiti umatnya


dengan demikian Tuhan memberikan pesan yang sama kepada Nebukadnezar yang kemudian juga dia berikan kepada Daniel.


Tuhan menjumpai orang-orang di mana mereka berada, kepada Raja Kafir, Nebukadnezar. Allah memberikan pesan yang dapat dimengerti oleh Nebukadnezar.


Terhadap nabi Ibrani (Daniel) dia memberikan pesan yang sama tetapi dalam bahasa yang masuk akal bagi Daniel


Tuhan menjumpai orang-orang di mana mereka berada. dan ketika dia memberi pesan kepada seseorang, pesan tentang masa depan, maka dia menggunakan bahasa masa lalu orang itu


sehingga prinsip penting disini kita perlu melihat bahwa Allah memberikan wahyu-Nya dalam budaya, bahasa, waktu dan tempat orang yang menerimanya


atau dengan kata lain seperti Inkarnasi Yesus yang menjadi seorang manusia Yahudi di Palestina, Palestina abad pertama, bertemu dengan orang-orang di mana mereka berada,


dengan demikian bahasa masa lalu menyediakan bahasa untuk menggambarkan masa depan


ingat prinsip kedua bahwa Tuhan tidak dapat diprediksi


Karena ada banyak orang membaca ayat ayat Yesaya Mikha dan Hosea dan kemudian membangun bagan kecil (Chart) yang meramalkan tentang bagaimana Allah akan bekerja.


Tentu Allah mengerjakannya, dia melakukan pekerjaannya, tetapi itu bukanlah seperti yang diperkirakan oleh para peramal


Penting untuk kita perhatikan ketika kita mempelajari Wahyu, ketika kita mencoba mempelajari nubuatan yang belum digenapi, sudah banyak peramal, mulai dari Waco sampai Munster dan di seluruh dunia banyak peramal yang ingin menggunakan materi dalam kitab Wahyu untuk mendapatkan pengetahuan tentang masa depan, yang tidak sesuai dengan maksud Tuhan dalam Kitab Wahyu


Dan perlu diingat bahwa Tuhan yang sama yang konsisten yang ingin bertemu orang-orang di mana mereka berada, namun pada saat yang sama tidak dapat diprediksi


dan seiring berjalannya waktu bagi para nabi Perjanjian Lama menjadi jelas bahwa tindakan Allah yang Maha Perkasa dalam mengembalikan Israel dari Pengasingan bukan menjadi peristiwa terakhir dalam sejarah bumi, bahwa masih ada sesuatu yang belum terjadi, perhatian semakin bergeser ke tindakan terbesar Allah dan itu adalah tindakan membawa Mesias


jadi mari kita beralih ke nubuat Mesianik, karena banyak orang memakai nubuatan tentang mesias ini dan mengatakan, lihat di sini beberapa contoh yang baik dari ramalan yang sangat spesifik di mana Tuhan menggunakan bahasa masa depan untuk menggambarkan sesuatu


apakah benar demikian?


mari kita lihat di mana nubuat Mesianik ini benar-benar lebih tepat dan lebih spesifik daripada nubuat tentang pengasingan


kita sudah pelajari bagaimana Daniel 7 dibangun diatas kisah penciptaan, mari kita lihat bagaimana ramalan Mesianik dibuat Pada bahasa zaman mereka dalam kitab Yeremia 23 ayat 5 dan 6 nubuat tentang Mesias yang sangat terkenal


Yeremia 23: 5 & 6

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita


inilah ramalan tentang kedatangan Mesias , Mesias dari garis keturunan Daud, di sana kita lihat ramalan tentang Mesias yang akan menjadi raja seperti Daud


Yang lebih menarik dari ayat ini, di zamannya Yehuda akan aman, Israel akan hidup dengan tentram, namaNya akan disebut Tuhan, kebenaran kita,


tanpa kita sadari ada seorang raja memerintah di Yehuda pada saat Yeremia memberikan nubuat ini , namanya Zedekia

Arti nama Zedekia dalam bahasa Ibrani

Tuhan, kebenaran kita,


Mesias ketika dia akan datang akan menjadi raja seperti Zedekia, tentu dia tidak akan menunjukkan kelemahan zedekia, mesias akan menjadi seorang manusia yang dekat di Hati Tuhan, sementara zedekia tidak.


tetapi Zedekia masih menjadi model dalam pikiran orang-orang untuk menggambarkan seperti apa nantinya mesias yang akan datang itu. dia akan menjadi orang yang berkuasa diatas bangsanya,


dan permainan kata menjadikan Zedekia, sebagai Tuhan kebenaran kita, ketika Mesias datang dia akan menjadi raja seperti Zedekia


kita lihat contoh lain lagi dari Yesaya 7: 10-16 kita akan lihat bagaimana bahasa masa lalu menyediakan bahasa untuk masa depan


Yesaya 7 : 10-16 adalah nubuat Mesianik yang terkenal tentang seorang Perawan yang akan mengandung.


TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong


apa yang dibicarakan, dalam nubuatan ini berbicara tentang seorang raja bernama Ahas dan seorang nabi bernama Yesaya dan Yesaya sedang menawarkan tanda dari Tuhan.


Ahas khawatir tentang nasib kerajaannya, khawatir tentang dua Bangsa yang akan merusak kerajaannya, Ahas takut , mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dan Tuhan memberikan pesan melalui Yesaya.


Dia mengatakan kepadanya bahwa seorang wanita muda akan mengandung, wanita perawan muda akan hamil dan dia akan memiliki anak dan ketika anaknya baru mulai makan makanan padat sebelum anak tahu benar dan salah, pada saat itu , bangsa-bangsa ini yang ahas takuti akan hancur


nubuatan ini adalah nubuat Mesianik, tetapi diambil langsung dari situasi wanita muda, wanita itu adalah istri Yesaya, anak itu adalah anaknya,


dan dalam situasi yang sangat spesifik Tuhan menggambarkan situasi sedemikian rupa sehingga dapat di aplikasikan juga menjadi nubuat tentang Pembebasan umat-Nya di kemudian hari oleh Mesias, sang Mesias akan membebaskan umat Allah seperti halnya ketika Ahas dibebaskan pada zaman Yesaya


satu lagi ayat dalam Zakharia 9: 9 - 10 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi


di sini kita melihat kata Efraim, Yerusalem, sungai besar Efrat , dalam bahasa, waktu dan tempat orang-orang ini, terdapat deskripsi nubuatan Mesias yang akan datang


sekarang pertanyaannya adalah, dapatkah kita meramalkan perjalanan kehidupan Yesus dengan tepat sebelumnya?


dapatkah kita mengambil nubuatan seperti ini dan meramalkan dengan pasti dan tepat perjalanan hidup Yesus


tidak mengherankan ketika banyak orang mengharapkan Mesias menjadi penguasa yang kuat yang akan mendominasi kekuatan politik dan ekonomi dunia saat itu ketika dia datang,


tidak mengherankan bahwa beberapa orang melihat kepada Yesus dan mengatakan ini benar-benar satu-satunya yang dinubuatkan.


tetapi pada kenyataannya, bahkan murid-murid Yesus sendiri gagal untuk benar-benar memahami Yesus adalah Mesias, sampai ketika Pentakosta


jadi sekali lagi pertanyaannya, siapa yang dapat meramalkan perjalanan hidup Yesus yang tepat sebelumnya ? tentu tidak


tetapi setelah mengetahui bahwa Yesus berjalan bersama dengan dia, setelah menerima penafsiran Allah terhadap Roh, dapatkah orang melihat bahwa Yesus adalah Penggenapan dari nubuat-nubuat ini.

jawabannya tentu iya


mari kita kembali ke Yohanes 14:29 , ada prinsip yang sangat penting dari nubuatan Alkitab


Yohanes 14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi


apakah Yesus berkata Aku akan memberi tahu sebelumnya, agar kamu dapat mengetahui masa depan dengan tepat, sebelum hal itu terjadi?

agar kamu dapat membuat bagan dengan semua peristiwa yang disusun rapih

agar kamu dapat menemukan dengan tepat di mana posisi kamu berada dalam sejarah?


Bukan itu yang dikatakan Yesus


Yang Yesus katakan adalah , Aku memberi tahu kamu sebelumnya agar kamu siap, ketika hal itu terjadi, kamu akan mengenalinya


ketika itu terjadi, barulah penggenapan nubuatan itu menjadi jelas.


setelah terjadi baru jelas, bukan jelas sebelum terjadi.


bahwa Yesus adalah Penggenapan nubuat tentang Mesias, semuanya menjadi jelas, ketika hidupnya dijalani


tetapi kita tidak dapat memperkirakan jalan kehidupan Yesus dengan tepat dan pasti di muka berdasarkan nubuat


Tuhan tidak bisa ditebak


Sehingga prinsip yang penting disini, bahwa ketika berbicara tentang nubuat yang belum digenapi, kita disarankan untuk lebih berhati-hati, karena kurangnya sifat berhati-hati seperti itulah yang menyebabkan David koresh di Waco Texas menuju kehancuran.

Dia pikir dia tahu persis apa yang Tuhan ingin dia lakukan. Dia pikir dia tahu persis bagaimana nubuatan akan terjadi. ternyata dia salah.


Ketika datang ke nubuatan yang belum digenapi , adalah penting bagi kita untuk memahami nubuatan, kita perlu menyelidiki , dan mendapatkan pemahaman tentang itu

tetapi pada saat yang sama kita perlu tetap bersikap untuk lebih hati-hati dalam roh dan kebenaran


kita perlu membiarkan Tuhan untuk bebas menentukan apa yang ingin Tuhan lakukan.

karena kita tidak bisa menebak atau meramalkan dengan tepat apa yang Tuhan ingin lakukan


hal yang sama berlaku untuk Kitab Wahyu ketika Yohanes menulis buku itu dari sudut pandangnya bahwa itu hampir seluruhnya adalah masa depan


namun bahasa apa yang digunakan dalam kitab wahyu

bahasa dasar Kitab Wahyu adalah bahasa masa lalu Yohanes dalam Perjanjian Lama


Kitab Wahyu penuh dengan Perjanjian Lama, satu contoh dari Wahyu 13:13-18 , dimana kita akan melihat beberapa dasar bahasa Perjanjian Lama untuk kitab Wahyu


Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu


jadi kita melihat penulis di sini menggunakan bahasa masa lalunya bahasa ingatannya bahasa tulisan suci untuk menggambarkan peristiwa masa depan ini


apakah itu mengingatkan kita tentang peristiwa dalam Perjanjian Lama?


mengingatkan pada para penyihir Firaun di masa eksodus yang mencoba menipu Firaun dengan menggunakan Seni magis dalam hal ini Seni magis untuk membawa api turun dari Surga ke Bumi


apakah hal itu mengingatkan kita pada peristiwa dalam Perjanjian Lama di Gunung Karmel ketika Elia membawa Api ke Bumi dari surga untuk membuktikan siapa Allah yang benar itu


mengingatkan pada Pentakosta di mana Roh Kudus turun ke api dari Surga ke Bumi.


jadi kita melihat penulis di sini menggunakan bahasa masa lalunya bahasa ingatannya bahasa tulisan suci untuk menggambarkan peristiwa masa depan ini


ayat 15

Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh


ini mengingatkan kita pada Daniel 3 ketika Nebukadnezar membuat patung dan mengatakan bahwa kecuali orang-orang sujud dan menyembah patung itu, jika tidak, maka mereka akan dibunuh


ayat 16 & 17

Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya


Tanda Binatang ini akan diterima di dahi dan di tangan, tetapi juga menurut kitab Ulangan pasal 6, Sepuluh Hukum harus dikenakan pada dahi dan Tangan umat Allah

Tanda ini dalam beberapa cara adalah versi palsu dari Sepuluh Hukum,


jika kita ingin memahami tanda binatang itu, kita harus memahami latar belakang Perjanjian Lama, kita harus memahami bahasa masa lalu yang digunakan Yohanes dalam ramalannya.


dan akhirnya Ayat 18 angka 666 Jumlah Binatang itu juga memiliki patung Daniel masa lalu tingginya 60 hasta, lebar 6 hasta dan panjang 6 hasta, totalnya angka 666


dengan demikian jika kita mau mempelajari Kitab Wahyu kita harus memahami bahwa Allah bertemu orang-orang di mana mereka berada, Allah bertemu dengan para nabi di mana mereka berada, ia memberi pelajaran kepada para nabi tentang masa depan dalam bahasa masa lalu


Kitab Wahyu seperti buku-buku lain dalam Alkitab, datang dalam bahasa budaya dan latar belakang sejarah sang penulis, saat penulis tersebut menerima inspirasi dari Tuhan


sebagai rangkuman, ijinkan saya menutup dengan nasihat bahwa seringkali kita cenderung terlalu yakin, bahwa kita telah memahami secara terperinci apa yang hendak dilakukan oleh Allah sebelum dia melakukannya.


mungkin itu ada hubungannya dengan kecenderungan manusia untuk mencoba menjadi seperti Tuhan , yang mencoba mengetahui masa depan


tetapi beberapa sejarah kelam, yang mencoba menginterpretasi Kitab Wahyu harus menjadi peringatan bagi kita.


Penggenapan nubuatan paling tepat dipahami hanya ketika itu hal itu terjadi dan bukan sebelumnya


Poin kedua, kita cenderung membaca Wahyu seolah-olah itu ditulis di tempat dan keadaan waktu kita , zaman ketika kita hidup, dan ini hampir pasti akan melenceng dari maksud dari ayat tersebut.


berita-berita dan kejadian-kejadian akhir akhir ini mewarnai kecenderungan kita dalam membaca ayat-ayat , tetapi bahasa Wahyu adalah bahasa masa lalu Yohanes bukan bahasa jaman kita


poin ketiga, tujuan utama Nubuat bukanlah pengetahuan tentang masa depan tetapi untuk memberikan dorongan, motivasi dan petunjuk cara hidup bagi orang-orang jaman ini dan keadaan nyata dari kehidupan sehari-hari


dalam presentasi berikutnya kita akan membahas pertanyaan tentang bagaimana membuat pesan-pesan Wahyu relevan untuk hari ini, walaupun kitab wahyu ditulis kepada orang-orang di waktu dan tempat zaman Yohanes hidup.

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now