google0bd4cb5486ad7f54.html Pola Nubuatan Alkitab (1)

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

Pola Nubuatan Alkitab (1)

1.2 Pola Nubuatan Alkitab Bagian 1


Dalam Kitab Wahyu kita menemukan pertama-tama penulisnya bernama Yohanes dan kemudian kita dapati bahwa Yohanes disebut nabi (Wahyu 22: 8-9) dan Kitab Wahyu disebut Nubuatan (Wahyu 1: 3 dan 22:10)


Dengan demikian, kitab Wahyu diberikan kepada kita sebagai nubuatan dari seorang nabi yang mengingatkan kita akan Perjanjian Lama di mana ada banyak nabi yang juga bernubuat

Contohnya Yesaya , Yeremia , Yehezkiel , Daniel, Zakharia, Maleakhi , sebagai model seperti apa nabi itu dan apa nubuat yang mereka sampaikan


Nubuat berhubungan dengan tindakan Allah, tindakan Allah yang terjadi di masa lalu dan masa depan


Dan seringkali tindakan Allah tersebut adalah sebagai reaksi Allah, Allah bereaksi terhadap orang-orang.

Atau kadang-kadang Allah yang bertindak sendiri.


Jika tindakan itu sebagai reaksi terhadap manusia, yang berarti bahwa nubuatnya bersyarat, yaitu jika manusia melakukan sesuatu maka akibatnya ini. atau sebaliknya manusia melakukan hal yang lain, maka nubuatan tersebut tidak terjadi.


tetapi kadang-kadang Allah Bertindak tanpa hubungan dengan manusia , apa yang Dia nubuatkan akan terjadi sesuai keinginan Allah semata.


menjadi menarik dan membuat kita merasa tertantang dan semangat adalah bagaimana bisa kita memahami nubuat yang belum terjadi , bagaimana kita bisa memahami Nubuat-nubuat Allah tentang masa depan


Satu-satunya jalan yang paling aman adalah dengan memahami bagaimana nubuat digenapi di masa lalu.


Alkitab memberi kita banyak sekali contoh nubuat yang diberikan pada satu titik dalam sejarah dan dipenuhi pada titik lain dalam sejarah


Jika kita mempelajari nubuat-nubuat itu dan bersama para nabi nya, maka kita akan mendapatkan informasi yang akan membantu kita untuk mempelajari dengan benar kitab Wahyu. kita akan paham tentang nabi Yohanes dan nubuat Yohanes


Dengan demikian mari kita pelajari pola-pola nubuatan Alkitab


Mari kita coba untuk memahami Pola atau patron cara kerja nubuatan di seluruh Alkitab dan dalam pelajaran khusus ini kita tidak tidak akan mempelajari Kitab Wahyu itu sendiri tetapi kita akan menetapkan landasan atau basis bagaimana cara kerja nubuat .


Dalam artikel sebelumnya Kitab Wahyu sering dipelajari dengan cara yang berbahaya dan merusak dan itulah sebabnya kita perlu memahami cara yang tepat untuk mempelajari buku ini dengan cara yang Tuhan inginkan. Yaitu cara Tuhan, bukan cara manusia.


Untuk itu kita perlu memahami bagaimana Allah menggunakan para nabi dan bagaimana ia bekerja melalui para nabi secara konsisten sepanjang sejarah,


Artinya kita perlu melihat seluruh pernyataan di Alkitab jika kita mau belajar bagaimana Allah bekerja dengan Yohanes dalam Kitab Wahyu


Didalam Perjanjian Lama, kita menemukan bahwa segala sesuatu dalam Perjanjian Lama berpusat pada empat tindakan besar Allah, perbuatan Allah. karena sebagian besar nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama berkaitan erat dengan empat tindakan besar Allah yaitu :

  • Creation - Penciptaan

  • Flood - Air Bah

  • Exodus - keluar dari Mesir

  • Exile - Pengasingan ke Babel dan pulang dari Babel


Apa hubungan Nubuatan dengan Penciptaan, Air Bah dan Exodus? bukankah Nubuatan adalah untuk prediksi masa depan?


Nubuat adalah interpretasi Allah tentang peristiwa yang saat ini sedang berlangsung atau peristiwa yang telah terjadi


sehingga nubuat tidak terbatas pada peristiwa masa depan tetapi juga dapat berhubungan dengan peristiwa masa lalu yang telah terjadi


nubuat adalah penjelasan Tuhan tentang tindakannya yaitu penjelasan dari apa yang terjadi dalam sejarah.


Sebagai contoh Musa bernubuat tentang Penciptaan dan Air Bah, yang terjadi kurang lebih 1500 tahun sebelum Musa hidup. Allah memberikan penjelasan melalui Musa


Kita akan mulai dengan melihat peristiwa-peristiwa ini dalam Alkitab dan bagaimana nubuat yang berkaitan dengan peristiwa peristiwa tersebut.


Penciptaan dan Air Bah

salah satu hal yang paling menarik yang ditemukan oleh para ahli khususnya ketika mereka mempelajari Kitab Kejadian dalam bahasa Ibrani asli adalah bahwa kisah Air Bah digambarkan sebagai sebuah proses mengurai kembali hasil ciptaan. (Un-Doing of Creation)


dengan kata lain kisah Air Bah tidak hanya diceritakan seperti apa adanya. tetapi memiliki makna lebih dari sekedar penghancuran.


apa yang diceritakan dalam bahasa aslinya, Air Bah terdapat dalam Kejadian 6 hingga 9 sedangkan kisah Penciptaan muncul dalam Kejadian 1 dan 2 dan jika kita bandingkan kedua cerita ini, kita akan menemukan bahwa banjir digambarkan sebagai kehancuran ciptaan (Un-Doing) dan juga sebagai penciptaan ulang, atau re-kreasi (Re-creation) mengembalikan dunia kembali bersama lagi setelah banjir.


sebagai contoh misalnya dalam proses penciptaan ada air yang menutup permukaan bumi, dan dalam air bah juga air menutupi bumi


dalam Penciptaan dibahas tentang makhluk hidup, proses 7 hari lamanya, tentang roh kehidupan, begitu juga didalam Air Bah, ada mahluk hidup, proses 7 hari dan juga tentang roh kehidupan


dalam proses penciptaan, Tuhan melakukan pemisahan dan pembedaan Tuhan memisahkan air dari tanah kering , Tuhan memisahkan atmosfer dari air ia menciptakan pemisahan dan pembedaan.


Di Kejadian 1: 4 Allah melihat bahwa cahayanya baik dan ia memisahkan terang dari kegelapan tetapi ia memisahkan terang dari kegelapan, ini adalah bagaimana proses penciptaan terjadi


ayat 7 Tuhan membuat hamparan dan memisahkan air di bawah hamparan dari air di atasnya ,


ayat 9 dan Tuhan berkata biarkan air di bawah langit dikumpulkan ke satu tempat dan biarkan tanah kering muncul


ayat 14 dan Tuhan berkata biarkan ada cahaya di hamparan langit untuk memisahkan siang dari malam dan membiarkan mereka berfungsi sebagai tanda-tanda untuk menandai musim dan hari-hari dan tahun-tahun


yang kita lihat di sini dalam penciptaan ada proses memisahkan dan membuat pemisahan dan pembedaan


yang berbeda sekarang kita perhatikan bagaimana kisah banjir digambarkan dalam Kejadian 7 dan ayat 11 banjir digambarkan sebagai kebalikan dari pemisahan ini.


Kejadian 7:11 dalam 600 tahun kehidupan Nuh pada hari ketujuh belas bulan kedua pada hari itu semua Mata Air samudera raya meledak dan pintu air surga dibuka dan hujan turun di bumi empat puluh hari dan empat puluh malam


apa yang terjadi dalam peristiwa Air Bah, muncul air dari bawah dan air di atas Bumi turun apa yang Tuhan telah pisahkan dalam penciptaan sekarang bercampur baur lagi, yang telah dia buat berbeda sekarang disatukan lagi


sehingga proses penciptaan adalah proses memisahkan dan membedakan, sedangkan Air Bah adalah pembalikan atau kembali seperti semula.


dalam ayat 20 air naik dan menutupi gunung ke kedalaman lebih dari 20 kaki

dalam Penciptaan air dipisahkan dari tanah kering tetapi dalam peristiwa Air Bah air sekali lagi menutupi tanah kering dan Bumi telah kembali ke kondisi seperti sebelum sebelum penciptaan


sehingga terjadi kehancuran dari apa yang telah dilakukan Allah dalam penciptaan semula

Air Bah adalah gambaran dari proses mengurai ( Un-Doing) sedikit demi sedikit apa yang telah di lakukan Tuhan dalam proses penciptaan,


Dalam Penciptaan, ada proses disatukan dan kesatuan ini adalah kesatuan antara

  • antara Adam dan Tuhan

  • antara Adam dan Hawa

  • antara Adam dan lingkungan tempat dia tinggal


Dalam kisah Air Bah, ada proses kehancuran


  • Adam dipisahkan dari Tuhan

  • Ras manusia dihancurkan hubungan antara manusia dihancurkan karena manusia menjadi Jahat mereka mulai saling membenci dan pembunuhan satu sama lain

  • lingkungan hancur berantakan dan kemampuan manusia untuk mengendalikan lingkungan dihancurkan



sehingga dalam kisah Air Bah, apa yang terpisah dalam penciptaan, dicampur baurkan kembali bersama-sama dan apa yang penting di sini hal-hal yang kita pahami adalah bahwa dalam kisah air bah, bahasa yang dipilih oleh penulis Alkitab adalah bahasa penciptaan. Itu adalah bahasa yang menggambarkan air bah pada zaman dahulu setelah itu setelah Air Bah dijelaskan kita dapati proses penciptaan


Dalam Kejadian 8 & 9 Air Bah mengembalikan Bumi ke kondisi kacau seperti yang ada di dalam Kejadian 1: 2


Kejadian pasal 1 dan ayat 2 mengatakan sekarang Bumi tidak berbentuk dan kosong Kegelapan menutupi permukaan yang dalam dan roh Allah melayang di atas air


Bumi dalam Kejadian 1: 2 hanya ditutupi dengan air seluruhnya tetapi kemudian perhatikan pasal 8 : 1 Allah mengingat Nuh di dunia binatang dan hewan peliharaan bersama dia di dalam bahtera dan ia mengirim angin ke atas bumi dan air mulai surut sehingga Bumi dikembalikan dalam banjir ke kondisi persis seperti sebelum penciptaan semula


dan sekarang dalam Kejadian 8 dan 9 kita dapati gambaran pembentukan kembali dunia dalam bahasa penciptaan


sekali lagi tanah daratan dipulihkan Kejadian 8:13

sekali lagi ada pembaharuan musim Kejadian 8:22

sekali lagi manusia dalam gambar Allah Kejadian 9:6

dan Allah memberi jaminan atau janji pada akhir kisah Air Bah


Kejadian pasal 9 ayat 11 dia berkata aku akan menegakkan Perjanjian-Ku denganmu tidak akan pernah lagi semua kehidupan akan dihancurkan oleh Air Bah tidak akan pernah ada lagi banjir untuk menghancurkan Bumi.


Jadi Tuhan berjanji bahwa dia akan menjamin pemisahan-pemisahan yang dia telah lakukan, dia akan menjaga musim di tempat mereka akan menjaga siang dan malam di tempatnya dia akan terus menjaga Bumi seperti sekarang


dan kemudian dalam Kejadian pasal 10 kita melihat ras manusia dilipatgandakan dan mengisi Bumi seperti pada awalnya yang diperintahkan dalam awal penciptaan


Poin penting disini adalah bahwa bahasa Allah dalam perbuatan kedua Allah yang besar, kisah Air Bah, sejajar dengan bahasa perbuatan besar yang pertama dalam kisah penciptaan.


ketika Air Bah datang dalam penghancuran ciptaan terjadi proses membongkar sepotong demi sepotong seperti seorang anak membongkar konstruksi mainan Lego sepotong demi sepotong dan kemudian membangun kembali sepotong-demi-sepotong persis bahasa dan gaya bahasa yang sama seperti dalam awal mula penciptaan


lebih lanjut dari itu dalam awal penciptaan ada Adam, dan Nuh tokoh utama kisah Air Bah digambarkan sebagai Adam kedua


Dalam cerita penciptaan hewan-hewan dibawa ke Adam untuk diperiksa untuk diberi nama mereka dan dalam cerita Air Bah, hewan-hewan juga dibawa ke Nuh


dalam Kejadian 7:15 hewan-hewan datang ke bahtera, Allah membawa hewan-hewan itu kepada Nuh sama seperti ia membawa mereka kepada Adam dalam awal penciptaan

dan bahasa Ibrani secara paralel menggunakan istilah-istilah yang sama dan baik Nuh maupun Adam menerima perjanjian dari Allah


kita baca dalam Kejadian pasal 1 : 28 - 30 kita melihat Perjanjian dengan Adam dan Tuhan berkata mari kita jadikan manusia dalam gambar kita, ayat 26 dalam rupa kita biarkan mereka memerintah atas ikan dari lautan burung-burung di udara di atas ternak di seluruh bumi dan di atas semua makhluk yang bergerak di atas tanah


dengan demikian Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri dalam gambar Allah, dia menciptakannya, Tuhan memberkati mereka dan bertambah jumlahnya dan berfirman agar mereka berbuah dan bertambah jumlahnya memenuhi bumi

dan menetapkan manusia agar memerintah atas ikan Laut dan burung-burung di udara dan atas setiap makhluk hidup yang bergerak di tanah


Tuhan berkata aku memberi setiap tanaman berbiji di seluruh bumi dan setiap pohon yang memiliki buah dengan biji di dalamnya mereka akan menjadi milikmu untuk makananmu

dan untuk semua binatang di bumi dan burung-burung di udara dan makhluk-makhluk yang bergerak di tanah segala sesuatu yang memiliki Nafas Kehidupan di dalamnya Aku memberikan setiap tanaman hijau untuk makanan mereka,


dan kita melihat Perjanjian dengan Adam Adam memerintah atas bumi dan bahwa Adam menerima Makanan dan bahwa makanan datang dari tanaman di Bumi


sekarang tiba pada Kejadian 9 :1-3 perhatikan betapa miripnya bahasa-bahasa yang kemudian Tuhan memberkati Nuh dan putra-putranya , memerintahkan agar mereka berbuah dan bertambah jumlahnya dan memenuhi bumi, binatang akan tunduk kepada manusia dan semua burung di udara, juga setiap makhluk yang bergerak diatas tanah dan semua ikan di laut mereka diberikan ke tangan manusia, segala yang hidup dan bergerak akan menjadi makanan bagimu sama seperti aku memberimu tanaman hijau aku sekarang memberimu segalanya


Perhatikan kesamaan penggunaan bahasa dari semua jenis binatang, tentang bagaimana Nuh mendapatkan makanannya dari Tuhan sama seperti Adam mendapatkan makanannya

dalam ciptaan asli sangat sangat jelas bahwa Nuh digambarkan sebagai Adam kedua, sebagai Adam yang baru, sekali lagi sekali lagi bahasa awal penciptaan diambil dalam kesimpulan dari kisah air bah


dan sama seperti Adam yang pertama jatuh ke dalam dosa, maka Nuh (Adam yang kedua) ini juga memiliki kesalahan, ia juga jatuh ke dalam dosa dalam kisah penciptaan karena buah dan kasus kedua karena anggur, jelas keduanya paralel


Dalam bahasa Ibrani kata Adam artinya Bumi atau tanah


Yang menarik jika kita membaca Kejadian 9 : 20 bahwa kata yang sama muncul lagi dalam bahasa asli, bahasa Ibrani dikatakan Nuh adalah seorang manusia tanah dan dia mulai menanam Kebun Anggur dia adalah orang dari tanah, kata Ibrani untuk tanah di sini adalah Adama,


Nuh adalah orang dari tanah dia adalah manusia dari bumi adalah Adama , Adam seorang manusia di Bumi Kejadian 2 :7 dia terbentuk dari Debu tanah tempat Adam berasal tanah dan begitu juga Nuh


ayat Alkitab jelas bahwa keduanya paralel dan sama seperti Adam jatuh dari buah pohon, Nuh juga jatuh karena buah anggur, baca kisah Kejadian 9 kita dapati bahwa Nuh mabuk mabuk oleh anggur yang dia ciptakan, dari anggur yang dia tanam dari tanah dan dikatakan tentang dia bahwa ketika dia memakan buah, matanya terbuka dan dikatakan oleh Nuh bahwa setelah dia mabuk dan bangun ketika dia bangun dia menyadari apa yang terjadi padanya


tujuan dari ini semua adalah untuk menunjukkan paralel yang luar biasa antara kisah Penciptaan dan kisah Air Bah,


bahasa yang sama digunakan ketika Air Bah dijelaskan dalam bahasa Penciptaan

jelas terlihat pola yang sama, mereka berdua Adam dan Nuh dalam gambaran Allah, mereka berdua ditidurkan, dan dalam perjalanan cerita, mereka berdua mengalami kejatuhan, melalui buah anggur


tetapi ada beda juga antara kisah Air Bah dan kisah Penciptaan tidak ada ular dalam kisah Nuh, tidak ada ujian, tidak ada pohon kehidupan, tidak ada wanita yang disebut berperan khusus


sehingga tidak semua elemen cerita penciptaan diulang dalam kisah Air Bah, tetapi pada prinsipnya bahasa penciptaan menjadi bahasa yang menggambarkan kisah Air Bah

Mari kita lanjutkan untuk melihat bahwa prinsip ini mengikuti alur dalam tulisan-tulisan kitab suci Perjanjian Lama.


EXODUS - Keluar dari Mesir

Dalam kisah Keluaran yang kita bicarakan tentang tindakan besar ke tiga dari Allah atau perbuatan besar yang Allah lakukan , dalam kisah tentang Keluaran sekali lagi ada situasi kacau


bedanya kali ini bukannya air yang menutupi seluruh bumi, tetapi air yang menghalangi menutupi tanah antara umat Allah dan ke mana tujuan mereka hendak pergi


itu adalah kisah Laut Merah yang dihadapi anak-anak Israel, genangan air besar yang menjadi rintangan antara mereka dan arah yang ingin mereka tuju, itu benar-benar akan menjadi penghalang besar bagi beberapa juta orang tanpa perahu dan tanpa cara untuk menyeberang


yang menarik di sini adalah jika membaca kisah Keluaran dalam bahasa Ibrani asli yang ditemukan , bahasa Laut Merah adalah sama dengan bahasa awal Penciptaan dalam bahasa Air Bah yang menutupi Bumi sejajar dengan Laut Merah.


lihat Keluaran 14 : 21 , 22 , kemudian Musa mengulurkan tangannya ke atas laut dan sepanjang malam itu Tuhan mengusir laut kembali dengan Angin Timur yang kuat dan mengubahnya menjadi tanah kering, laut terbelah, dan orang Israel berjalan melalui laut di tanah kering dengan dinding air di sebelah kanan dan di kiri mereka


apakah ini mengingatkan kita tentang kisah asli penciptaan ? dalam Kejadian 1: 2 adalah air yang menutupi bumi dan apa yang ada di atas air adalah angin yang bergerak di atas air


atau mungkin terjemahan alkitab Anda mengatakan bahwa ada roh Allah bergerak di atas air

tetapi dalam bahasa aslinya bahasa itu adalah dua kata yang persis sama, kata untuk Roh dan kata untuk angin sama,


ada angin dari Tuhan bergerak di atas air dalam kisah penciptaan ada angin dari Tuhan bergerak di atas Perairan Laut Merah dan bahasanya adalah persis sama


air laut yang terbelah dalam istilah bahasa ibrani nya yang sama seperti dalam Kejadian 1 air dipisahkan


Kemudian bangsa Israel berjalan melalui laut di tanah kering, sebenarnya ada banyak kata ibrani yang bisa digunakan penulis untuk berbicara tentang tanah kering, tetapi kata yang dipilih di sini adalah sama dengan kata yang digunakan dalam Kejadian 1 untuk menggambarkan tanah kering dari kisah awal penciptaan dengan Keluaran Israel melalui Laut Merah


mengikuti pola bahasa awal ciptaan dalam Keluaran 4:22 kita menemukan contoh lain , di sini dikatakan kemudian katakan kepada Firaun inilah yang dikatakan Tuhan bahwa Israel adalah putra sulung Ku yang merupakan putra sulung Allah diantara umat manusia, tetapi Adam di sini dalam Keluaran untuk Israel menjadi putra sulung Allah dan sama seperti Adam yang asli berkuasa atas Bumi, Israel juga diberikan kekuasaan atas tanah Kanaan,


Ulangan 11: 22-25

sama seperti Allah menciptakan Hawa dalam kisah penciptaan sekarang Allah menciptakan umat-Nya, umat Israel, sama seperti dalam Penciptaan ada pohon kehidupan yang merupakan hadiah dari Tuhan yang harus dimakan oleh Adam dan Hawa, hidup dari pemberian Allah.


Maka dalam kisah Keluaran ada juga pohon kehidupan, yaitu manna yang jatuh dari surga. Tuhan memberi mereka makan roti ajaib ini untuk menjaga mereka tetap hidup melalui hutan belantara.


dan sama seperti Adam diuji oleh buah sehingga , demikian juga di padang belantara umat Allah dalam Ulangan 8: 1-3 Musa berbicara tentang bagaimana Allah telah menguji umat-Nya untuk melihat apakah mereka setia dan sama seperti ada ular dalam kisah penciptaan dalam Kejadian 3 sehingga ada ular yang datang dan menguji Israel


dalam ayat 21 kita dapati di sana dan sama seperti Allah membuat perjanjian dengan Adam asli dalam Keluaran 19 kita melihat perjanjian dibuat dengan Israel juga dalam cerita Keluar dari Mesir


Dengan demikian kita mendapatkan gagasan tentang ini, dan kita akan melihat ini lebih banyak lagi paralel ketika ketika kita mempelajari alkitab


di sini dalam kisah eksodus (keluaran) kita melihat paralel demi paralel antara karya Tuhan Dalam Kisah Keluaran dan karya Allah dalam kisah penciptaan, dan dalam kisah Air Bah


tetapi ada perbedaan yang menarik. Kisah Keluaran dalam banyak hal merupakan spiritualisasi (makna rohani) dari banyak fitur penciptaan dan kisah air bah.


misalnya permukaan bumi yang campur aduk dengan air, tidak hanya sejajar dengan Laut Merah tetapi juga dengan perbudakan yang diderita bangsa Israel. Bangsa Israel berada dalam situasi di mana mereka membutuhkan kekuatan kreatif Allah untuk mengeluarkan mereka dari Mesir.


Dan kisah Keluaran menggunakan bahasa penciptaan untuk menggambarkan umat Allah ketika mereka meninggalkan Mesir dan kembali ke Palestina.


Adam mewakili Israel, dan Adam dan Hawa menjadi semacam tipe atau simbol dalam kisah Keluaran untuk apa yang dilakukan Allah di sana


dan Taman Eden menjadi Kanaan atau Palestina yang akan dipimpin Allah untuk membawa mereka ke tanah yang penuh dengan susu dan madu. dan tanah yang akan diairi dengan baik dan tanah yang seperti Taman Eden.


Dengan demikian kita dapati dalam kisah Keluaran banyak kesamaan dengan cara yang digambarkan oleh tindakan Allah yang Perkasa ( The mighty act of God). ada banyak rincian, dan kita juga akan dapati banyak rincian nanti dalam Kitab Wahyu


Musa ketika bayi lolos dari upaya Firaun untuk membunuhnya. dia diselamatkan bersama dengan orang-orang Israel dengan darah Paskah,


Empat puluh tahun ujian yang terjadi ketika mereka keluar di padang belantara.


Dan Israel sendiri melewati laut yang terbelah. Hal Itu tidak menggambarkan Adam dan Hawa melewati laut tetapi Israel benar-benar melewati laut yang terbelah.


Dalam kisah Keluaran sebenarnya ada dua perairan yang terbelah. Yang pertama terjadi ketika mereka melewati Laut Merah, dan yang kedua terjadi ketika mereka melewati Sungai Yordan.


jadi kita melihat dalam kisah Keluaran beberapa kesamaan yang menarik juga beberapa perbedaan yang menarik dengan kisah awal penciptaan dan air bah.


Mungkin ini terasa berat dan membosankan, tetapi ada alasan mengapa Anda perlu meneliti pelajaran dan Anda mempelajari kitab kitab Kejadian dan Keluaran dan membacanya dengan sangat sangat teliti dan tanyakan pada diri sendiri pertanyaan:

dapatkah Anda melihat banyak persamaan dalam kisah-kisah tentang Air Bah, Eksodus dan penciptaan?


Dan dapatkah Anda melihat bagaimana bahasanya diambil dari satu cerita ke yang berikutnya?


apa yang kita pelajari dari pola atau patron yang berulang ini?


Kita tidak sekedar untuk gagah-gagahan mengumpulkan pengetahuan sebanyak itu yang hanya untuk kesombongan kita, tetapi kita perlu bertanya, apa gunanya bagi kita?


apa yang kita pelajari dari rangkaian pola ini dari penciptaan hingga banjir ke eksodus?


Bagaimana pelajaran ini dapat membantu kita memahami bagaimana Allah menggunakan para nabi-Nya untuk menyampaikan pesan-pesannya kepada dunia bagaimana Allah menggunakan nubuat untuk menjelaskan dirinya sendiri.


apa yang dapat kita pelajari yang akan membantu kita memahami Kitab Wahyu dan bagaimana pendekatan kita dalam mempelajarinya.


Sebagai kesimpulan ada lima poin penting yang kita pelajari dari pola atau patron yang berulang dari Air Bah, Keluaran, dan Penciptaan.


1. Allah konsisten.

Tindakannya di masa lalu menetapkan pola untuk tindakannya di kemudian hari.

apa yang dia lakukan dalam Air Bah menetapkan pola untuk apa yang dia lakukan di Laut Merah.


dua peristiwa itu sangat berbeda namun Tuhan yang sama bekerja di kedua tempat dan Tuhan yang sama konsisten dengan apa yang dia lakukan sekarang sama dengan apa yang dia lakukan saat itu.


apa yang dia lakukan sekarang menetapkan pola untuk apa yang akan dia lakukan nanti. dia setia pada janjinya. Ini adalah pesan yang sangat menggembirakan , bahwa Allah kita adalah konsisten. Kita dapat mengandalkan Tuhan.


jika kita tahu bahwa Tuhan itu setia dalam hidup kita dan tiba-tiba kita melewati masa-masa sulit, kadang-kadang ketika Tuhan tampaknya telah meninggalkan kita, maka yakinlah, Tuhan yang setia di masa lalu, ia setia sekarang dan ia akan setia di masa depan.


Tuhan tidak berubah, dia konsisten dalam cara dia menjaga kita, dalam cara dia mendekati kita dan kita dapat belajar mengandalkan Tuhan yang konsisten itu.


2. Tuhan tidak dapat di prediksi

Benar bahwa tindakan Allah di masa lalu menentukan pola untuk tindakannya di kemudian hari. tetapi dia tidak dapat diprediksi.


Tuhan itu konsisten tapi dia tidak bisa ditebak. dengan kata lain, kita harus membiarkan Tuhan menjadi Tuhan dan sementara ia konsisten dalam cara ia mendekati orang dan peristiwa dan keadaan, ia tidak dapat diprediksi.


Kegiatannya kemudian melakukan banyak pola tetapi tidak semua pola itu sama. tidak ada Pohon Kehidupan dalam kisah Nuh, dan tidak ada Pohon Kehidupan dalam kisah Keluaran.


Dengan demikian Tuhan tidak merasa terikat untuk membawa, menanggung setiap detail dari polanya. dan ini sangat penting untuk kita pahami.


kadang-kadang orang membawa Alkitab dengan cara yang hiper literalisme, yang sangat-sangat literal, yang menyebabkan mereka berasumsi bahwa setiap detail tindakan Allah di masa lalu harus dilakukan dengan detail yang persis sama di masa depan,


dan dengan demikian mereka menafsirkan nubuat yang belum digenapi seolah mengikuti Allah melalui perincian baru yang sama persis seperti apa yang telah ia lakukan dan apa yang telah ia katakan sebelumnya.


tetapi kita harus ingat bahwa Tuhan tidak sepenuhnya dapat diprediksi, bahwa Tuhan adalah Tuhan, Tuhan perlu memiliki kebebasan untuk melakukan hal-hal baru dari waktu ke waktu.


kebebasan untuk melampaui pola sebelumnya. bebas untuk tidak terikat dengan pola yang lama. Tindakannya dimasa depan, akan mengikuti banyak pola tetapi tidak semua pola.


Jadi kita harus berhati-hati dalam penelitian kita. Tuhan konsisten dan ada pola di sini yang dapat kita temukan tetapi Dia tidak dapat diprediksi.



3. Tuhan itu Kreatif

Ada perkembangan dalam tindakannya, tindakannya dimasa datang akan berkembang dan meningkat. dengan kata lain Tuhan akan tumbuh dan berkembang dengan umat-Nya berkali-kali.


antitype tidak hanya melaksanakan tipenya, pola-pola kenabian yang konsisten dapat membuat kita berpikir bahwa ada korespondensi poin demi poin literal sederhana antara masa lalu dan masa depan.


Tetapi ini tidak selalu terjadi dan Tuhan dapat melampaui apa yang telah dia lakukan sebelumnya, dia tidak terbatas dalam setiap detail untuk mengikuti pola sebelumnya.

Hal ini sangat menguatkan, karena Alkitab memberi tahu kita bahwa orang-orang yang ditebus adalah orang-orang dalam kekekalan yang akan hidup selamanya bersama Allah.


Untuk hidup selamanya awalnya bisa terdengar menarik, tetapi bisa juga menakutkan. maukah kita benar-benar ingin hidup selamanya dengan cara hidup sekarang dengan semua kekacauan, semua masalah, semua kesulitan, semua ketidakpastian, semua rasa sakit, semua penderitaan, semua penolakan, apakah kita benar-benar ingin hidup selamanya seperti kita hidup hari ini?


apakah kita tidak akan bosan setelah beberapa waktu? Kalau hobby nonton film, maka kita akan mulai merasakan semua film sama. kalau kita hobby jalan-jalan, berkunjung ketempat yang sama berulang-ulang? tidakkah kekekalan akan membosankan setelah beberapa saat?


Tetapi lebih daripada itu semua kita dikuatkan apabila kita mengerti bahwa Tuhan itu kreatif, bahwa Tuhan tidak hanya melakukan hal-hal lama yang sama berulang-ulang. Prinsip ini harus kita pegang ketika belajar mengenai Nubuatan masa depan.


Tuhan itu Kreatif dalam kekekalan, dia akan punya ide-ide baru, rencana baru strategi baru, dia akan melibatkan kita dalam hal-hal ini. itu akan menyenangkan. segalanya tidak akan pernah seperti sebelumnya. mereka akan selalu tumbuh dan berkembang dan berubah.


Demikian juga dalam mempelajari Nubuatan , kita akan melihat Allah yang kreatif.

Nubuat Alkitab ketika kita mempelajarinya dengan hati-hati, membiarkan Allah bebas untuk bertindak secara kreatif dalam batas-batas konsistensi dan karakternya.


Dan mungkin bahwa seiring berjalannya waktu, nubuat yang mungkin telah dipenuhi dalam satu cara pada satu titik waktu , akan dipenuhi secara berbeda di zaman yang berbeda.


Keadaan mengubah kasus (circumstances alter cases) dan seiring berjalannya waktu dan ketika kita belajar Alkitab kita dapat menemukan Allah bekerja dengan cara yang kreatif untuk menggenapi firman-Nya.


4. Tuhan menemui manusia dimana mereka berada.

Pelajaran keempat dari pola tindakan Allah yang berulang dalam penciptaan, banjir, dan eksodus adalah bahwa Allah menemui manusia di tempat mereka berada.


Alkitab memang menggambarkan aktivitas Allah dalam pengalaman masing-masing penulis melalui bahasa yang dikaitkan dengan aktivitasnya di masa lalu.


ketika Tuhan berbicara kepada seorang nabi, Dia berbicara kepada nabi dalam bahasa nabi itu sendiri dan bahasa yang akrab dengan nabi tersebut, bahasa para nabi di masa lalu


Apabila tuhan melakukannya dengan cara lain? dapatkah seorang nabi memahami pesan dari Allah jika itu diberikan dalam bahasa yang sama sekali tidak dikenal, yang sama sekali berbeda dari apa pun yang pernah dialami nabi itu? tentu tidak.


bahasa pengalaman total dari pengalaman masa lalu anda dan saya, satu-satunya bahasa yang kita tahu adalah bahasa yang kita pelajari sejak kecil hingga dewasa. bahasa yang kita pelajari mendengar kata-kata dalam konteks, mendengarkan ide-ide yang disajikan, memahami makna kata-kata dan bagaimana bahasa diungkapkan dengan tepat. bahasa yang kita pakai adalah bahasa masa lalu,


dan ketika Allah berbicara kepada para penulis Alkitab, ia berbicara kepada mereka dalam bahasa masa lalu mereka.


jika kita ingin memahami Alkitab, cara teraman untuk memahami Alkitab adalah dengan memahami setiap pesan yang disampaikan sesuai dengan bagaimana pesan itu akan dipahami oleh penulis asli itu, dalam hal bahasa masa lalu penulis itu.


cara teraman untuk menerapkan nubuat yang belum digenapi, adalah memahami makna dari nubuat belum digenapi dalam bahasa, dalam konteks waktu saat nubuat tersebut diberikan..


jika kita ingin memahami Kitab Wahyu cara paling aman untuk mendekatinya adalah dalam bahasa zaman Yohanes, bahasa AD95.


kita sering menemui orang yang mempelajari buku itu, seolah-olah buku itu ditulis pada tahun 1995.


jika kita ingin tahu apa yang dikatakan Tuhan kepada kita melalui Kitab Wahyu, kita akan menemukan itu melalui bahasa dan konsep yang dipahami oleh penulis asli. Tuhan bertemu orang di mana mereka berada.


5. Spiritualisasi

Poin kelima dimulai dengan peristiwa Keluaran, kita melihat spiritualisasi dari beberapa jenis dengan kata lain ada gerakan dari literal ke spiritual dan kiasan.


dengan kata lain, Tuhan dapat menggunakan bahasa masa lalu sebagai bahasa literal, mungkin menggambarkan suatu peristiwa dalam penciptaan atau dalam banjir, tetapi ketika sampai pada eksodus, ia dapat menggunakan bahasa yang sama menggambarkan sesuatu yang sifatnya sangat berbeda dari apa yang terjadi dalam penciptaan dan air bah.


Bahasa masa lalunya tetap dipakai. Skenario dasar tetap sama. Tetapi Allah menggunakan bahasa perlambangan dan bentuk spiritual

sebagai contoh bahasa yang bergerak dari Adam menjadi Israel, atau Eden ke tanah Kanaan di Palestina.


Ada proses spritualisasi yang bergerak dalam cara berpikirnya. bahasanya sama, tetapi arti dari kata kata tersebut berkembang dengan cara yang sedemikian rupa sehingga memiliki arti rohani.


Demikianlah kelima prinsip ini perlu kita pahami ketika kita akan mempelajari kitab Wahyu, kita perlu belajar bagaimana nubuatan bekerja, bagaimana Allah menggunakan para nabi dan nubuatan dari nabi tersebut.


Selanjutnya dalam pelajaran berikut kita akan melihat pola atau patron dari nubuatan, sama seperti yang kita sudah pelajari. Kita akan melihat bagaimana pola yang sama terjadi ketika Israel ditawan ke Babilon, seperti nabi Yesaya, Daniel dan Maleakhi. dan kita akan melihat hubungannya dengan Kitab Wahyu di perjanjian baru.


Pola yang sama akan berkembang dengan cara yang kreatif oleh penulis jaman perjanjian baru.

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now