google0bd4cb5486ad7f54.html Pengantar dan Tinjauan Umum Kitab Wahyu

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

Pengantar dan Tinjauan Umum Kitab Wahyu

1.1 Pengantar dan Tinjauan Umum Kitab Wahyu

Mendengar kata, Kitab Wahyu apa yang terlintas dalam pikiran Anda ? 666, Pertempuran, Empat Penunggang Kuda, Armageddon, Yerusalem Baru, tentu saja Kitab Wahyu telah membangkitkan minat orang-orang selama 2000 tahun sejak ditulis.


Kitab itu tentu saja ambigu. Kitab aneh, kitab yang menantang, dan Jika kita sudah lama mempelajari Kitab Wahyu, kita tahu ada banyak orang yang mengembangkan pendapat yang sangat kuat tentang Kitab Wahyu dan pendapat itu tidak disetujui oleh beberapa orang.


Jika ada 12 orang Kristen, maka anda mungkin akan menemukan 13 pendapat tentang Kitab Wahyu, karena penuh dengan bahasa dan ide-ide yang aneh, dikatakan bahwa untuk mempelajari Kitab Wahyu Anda harus gila dan jika tidak sekarang , lambat laun akan.


dikatakan juga bahwa Kitab Wahyu sangat sulit, membingungkan, menantang sehingga lebih baik dibiarkan saja. ada seorang akademisi yang berpendapat bahwa kitab Wahyu menunjukkan gagal nya kasih,


buku itu menempatkan kasih dibawah keadilan , bahwa penulis buku itu tampaknya sangat senang ketika menang dalam perdebatan dan mempermalukan orang yang berbeda pendapat dan karena itu buku itu bukan contoh yang baik tentang bagaimana orang Kristen harus bersikap saat ini


sebagai profesor Perjanjian Baru dan seorang sarjana yang terlibat dalam diskusi ilmiah tentang Kitab Wahyu. saya dapati sangat sulit untuk mengajar buku ini

saya perhatikan para mahasiswa biasanya datang ke kelas di Kitab Wahyu dengan beban berat dengan kata lain mereka sudah memegang asumsi mereka sendiri tentang kitab Wahyu.


asumsi yang telah mereka pelajari sebelumnya

mereka mengembangkan ide-ide tertentu

mereka memiliki pendapat yang kuat bahkan ketika mereka belum mendalami kitab Wahyu


dan saya perhatikan bahwa waktu yang diperlukan untuk merubah pendapat itu ( unlearn) hampir sama banyaknya dengan waktu untuk mempelajari buku itu sendiri


tentu saja karena buku itu mengklaim dapat memberi tahu kita tentang masa depan

hal itu menjadi daya tarik sendiri bagi sebagian besar dari kita


karena kita memiliki rasa ingin tahu yang kuat untuk mengetahui masa depan

semua orang ingin tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan pribadi kita

ingin tahu apa yang terjadi pada dunia


ingin tahu apa yang terjadi pada masa depan negara kita adalah sesuatu yang tidak kita ketahui dan kadang-kadang bahkan dalam kitab Wahyu yang datangnya dari Tuhan untuk menceritakan tentang masa depan,


keingintahuan kita untuk mengetahui masa depan yang sangat kuat sedemikian rupa sehingga kita memaksakan pendapat kita sendiri dalam kitab wahyu

dan orang telah mengembangkan segala macam ide tentang masa depan dari Kitab Wahyu


hal itu menjadi masalah besar jika belajar kitab Wahyu tanpa Benar-benar memahami maksud yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis kitab Wahyu.


banyak orang sepanjang sejarah telah mempelajari Kitab Wahyu telah mengembangkan ide-ide dari Kitab Wahyu dan sebagai hasilnya mereka membiarkan diri mereka ke dalam sifat yang sangat berbahaya


Contohnya kelompok Munster di Jerman pada 1534

Anda mungkin tidak pernah mendengar contoh ini, mereka adalah sekelompok orang-orang yang mempelajari Kitab Wahyu yang sampai pada kesimpulan bahwa kota Munster Jerman adalah Yerusalem Baru dari Kitab Wahyu


itu adalah Kota Allah itu adalah tempat di mana Allah akan membawa akhir dunia dan akan memberi upah bagi orang-orang yang setia kepada Nya melalui kota Munster


hal ini pada dasarnya merupakan tantangan, mereka melakukan hal-hal dengan cara mereka sendiri dan tidak ada orang yang dapat melakukan apa-apa tentang itu

dan pertempuran yang mengerikan terjadi di sekitar kota Munster banyak orang kelaparan dalam pengepungan


ide-ide liar dan gila adalah bencana dan tragedi besar


contoh berikutnya, kita ingat kota Waco Texas dan melihat sekelompok orang di sana sungguh-sungguh dengan tulus jujur ​​mempelajari Kitab Wahyu tetapi mengembangkan ide-ide untuk Kitab Wahyu yang menyebabkan mereka menantang pemerintah federal Amerika Serikat untuk berperang


dan mareka berakhir dalam kehancuran hampir semua musnah, seluruh pria wanita bahkan anak-anak kecil yang dikorbankan di altar penafsiran Kitab Wahyu


dan jadi kita dapat berpikir jika itu masalahnya mari kita menjauh dari buku ini, karena itu adalah buku berbahaya buku ini akan menyebabkan banyak masalah,


tetapi itu bukanlah jawabannya juga , karena mengabaikan kitab wahyu untuk tidak memberikan suara dan interpretasi yang cermat dari buku ini adalah untuk membuka jalan kepada hal-hal seperti yang terjadi di waco dan munster


yang sangat dibutuhkan di waco adalah pendekatan yang waras dan terbuka terhadap kitab wahyu


satu-satunya cara yang aman mempelajari kitab wahyu, adalah dengan menjadi akrab dengannya, mempelajari “cara membaca” buku itu sedemikian rupa untuk dapat menjauhi penafsiran liar dan fanatik di satu sisi dan untuk menghindari ketidakpedulian atau sikap masa bodoh seperti yang dilakukan oleh banyak orang Kristen.


Untuk belajar Kitab Wahyu, kita memperoleh dorongan yang memberi semangat dalam persiapan kita dari seorang penulis yang namanya adalah Ellen White


Dia menulis seratus tahun yang lalu walaupun dia sendiri tidak melakukan studi terperinci tentang Kitab Wahyu tetapi dia melihat dalam buku itu beberapa nilai khusus seperti yang terdapat dalam beberapa pernyataan dari tulisannya yang dapat mendorong kita untuk mempelajari buku ini dengan penuh semangat


Ny White berkomentar, saat ini kita belum mengerti secara lengkap , tetapi Kitab Wahyu dibuka dengan perintah bagi kita untuk memahami instruksi yang terdapat didalamnya maka kita perlu untuk mencari dan mempelajarinya.


kita belum memahami Kitab Wahyu seperti yang seharusnya, meskipun sudah berabad abad dipelajari, namun ada banyak lagi yang perlu kita pelajari.

Kitab Wahyu adalah buku yang menantang dan sulit, dan untuk itu kita tidak dapat mempelajarinya dengan sikap sembrono, kita harus serius dan kita harus memberikan perhatian yang paling hati-hati.


komentar berikut dari Ny EG White terdapat dalam buku Counsels to Minister and Gospel Workers halaman 113 sampai 114.

https://m.egwwritings.org/en/book/123.664#664

“ketika kita sebagai orang-orang Kristen memahami apa artinya buku Wahyu bagi kita, maka akan terjadi Kebangunan rohani yang hebat”


dengan kata lain Wahyu memiliki potensi untuk menciptakan Kebangkitan Kristen yang hebat untuk memahami dengan benar buku ini adalah untuk membuka kemungkinan pengalaman Kristen yang baru dan berbeda.


Lebih lanjut

“ ketika buku-buku Daniel dan Wahyu dipahami lebih baik oleh orang-orang percaya, maka mereka akan memiliki pengalaman keagamaan yang sama sekali berbeda”

“bahwa mereka akan diberi pandangan sekilas tentang Gerbang Surga yang terbuka sehingga hati dan pikiran mereka akan terkesan dengan sebuah karakter yang harus dikembangkan dan dimiliki oleh semua orang untuk menyadari berkat yang menjadi hadiah bagi orang yang suci hatinya. “


Rupanya buku aneh ini memberikan sekilas tentang Surga. Ia memberikan sekilas realitas universal yang tidak dapat ditemukan di tempat lain


buku yang spesial ini. menunjukkan kepada kita alam semesta sebagaimana adanya

memberi kita pandangan sekilas ke alam semesta di luar apa yang bisa kita lihat dengan teleskop dan apa yang bisa kita visualisasikan dari sini di Bumi ini


dan tampaknya ketika kita melihat Alam Semesta itu ketika kita memahami masalah yang lebih dalam yang terlibat dalam semesta itu, maka hal itu akan memungkinkan kita untuk mendapatkan pemahaman yang jelas tentang bagaimana cara kita hidup sehubungan dengan Alam semesta dan Surga.


satu hal yang paling sulit tentang hidup di dunia saat ini adalah anggapan yang kebanyakan orang sekuler miliki yaitu:


bahwa kita benar-benar tidak tahu dari mana kita berasal

kita benar-benar tidak tahu ke mana kita pergi

kita benar-benar tidak tahu mengapa kita di sini


ada banyak orang yang mencari cara untuk menemukan makna dalam kehidupan untuk memahami mengapa kita berada di sini kemana kita akan pergi,


Kitab Wahyu menyatakan bahwa mereka memberi kita informasi yang tepat sebagai jawaban bagi pertanyaan-2 itu dan banyak dari mereka yang telah mempelajari buku ini telah menemukan persis seperti apa yang dikatakan oleh Ellen White


bahwa ketika Anda benar-benar masuk ke dalam Kitab Wahyu ketika Anda melihat sekilas pemandangan tentang Yesus, pemandangan tentang kehidupan surgawi, pemandangan tentang dunia yang akan datang, yang akan membuat semua perbedaan dalam bagaimana kita menjalani hidup hari hari ini


tetapi kita harus ingat bahkan ketika kita menghadapi janji ini yaitu tentang berkat berkat yang terjadi pada mereka yang mempelajari Wahyu dengan cara yang benar


kita harus ingat juga bahwa ada banyak yang mempelajarinya dengan cara lain dan yang telah mengembangkan gagasan-gagasan aneh dan hal ini begitu merusak.


dan karenanya ada satu kalimat lagi untuk Anda dari Ny Ellen White yang mengatakan

Tuhan akan memberkati semua orang yang mencari dengan rendah hati dan patuh untuk memahami apa yang diungkapkan dalam Wahyu.


Jadi jika kita akan mempelajari buku ini kita tidak akan memahaminya dengan cara belajar yang santai, kita tidak akan memahaminya dengan mempelajari kesombongan


orang yang mengatakan saya brilian saya bisa menguasai apa pun yang akan di sampaikan pada buku ini dan saya akan membuktikan bahwa saya tahu lebih banyak tentang hal itu daripada siapa pun. maka Itu bukanlah cara yang benar untuk belajar.


semua orang harus mencari dengan rendah hati dan patuh untuk memahami buku ini

yang pasti hal itu sangat sulit bagi kebanyakan orang, karena sering kali semakin besar investasi yang dilakukan seseorang dalam pendidikan, semakin besar kemungkinan orang itu dapat merasa seperti dapat Menguasai hampir semua hal , dan itu bukanlah pendidikan yang sejati

orang yang benar-benar terdidik menyadari betapa sedikitnya yang dia tahu

orang yang benar-benar terdidik melihat ada beragam pilihan yang luar biasa yang ada dalam proses pembelajaran

orang yang benar-benar terdidik akan menjadi rendah hati dan lemah lembut tentang pengetahuan mereka

itulah ciri orang yang benar-benar berpendidikan memahami betapa kita harus mempelajari Kitab Wahyu.


Lihat faktanya. Bahwa ada banyak buku di luar sana yang mengklaim memiliki pemahaman yang dapat memberi kita informasi terperinci tentang sejarah dunia , tiga, empat, lima, atau sepuluh tahun mendatang berdasarkan pada pemahaman mereka tentang Kitab Wahyu.


tetapi kesombongan tidak akan menuntun kita untuk memahami kitab Wahyu, kita perlu berdoa dengan sungguh-sungguh.


Ketika kita mulai mempelajari kitab ini, yakin bahwa Tuhan tidak akan hanya memberi kita informasi yang kita cari , karena sebelum kita bisa mendapatkan informasi seperti itu kita perlu mau diajar dan perlu berdoa Ketika kita memulai perjalanan panjang kita dalam Kitab Wahyu


agar Tuhan meberikan hati yang rendah hati, hati yang lembut dan roh yang dapat diajar tetapi ketika kita membuka buku ini bersama-sama kita akan melihat apa yang Allah ingin kita melihat bahwa dalam hati kita yang sungguh-sungguh akan siap dan terbuka untuk menerima apa yang ada dalam buku ini tidak peduli berapa besar akibatnya untuk diri kita.


Kesimpulan umum yang kita miliki adalah Kitab Wahyu kitab yang sangat sulit dan sangat menantang

Kitab yang membutuhkan perhatian kita yang paling cermat

Pembelajaran yang paling cermat atau

Penerapan metode yang paling hati-hati

dan pada saat yang sama membutuhkan roh yang rendah hati dan dapat diajar di hadapan Tuhan


semua itu tidak dapat diabaikan begitu saja kalau kita mau belajar.

kita perlu memahami bahwa kitab wahyu memiliki pesan untuk jaman kita sehingga kita menerima tantangan untuk belajar


Siapa Penulis Kitab Wahyu

informasi dasar yang akan menarik bagi kita adalah mengenai siapa yang menulis buku itu dan kapan buku itu ditulis dan hal-hal yang terjadi 2000 tahun yang lalu


bahwa penulis buku menurut Wahyu adalah seorang pria bernama Yohanes

dan Yohanes penulis buku ini menulis kepada 7 gereja yang terletak di bagian barat apa yang kita sebut sekarang ini Turki tetapi 2.000 tahun yang lalu adalah provinsi Romawi di Asia.


Yohanes mengenal gereja-gereja ini. Dia dikenal oleh gereja-gereja ini dan dia adalah figur yang berwibawa di gereja-gereja ini. jadi dia menulis kepada mereka sebagai pemimpin sebagai orang yang mereka hormati dan berusaha membantu mereka untuk memahami lebih banyak masalah yang berhubungan dengan dunia tempat mereka tinggal.


Ada beberapa fitur menarik lainnya dari buku ini adalah bahwa buku dalam bahasa asli dalam bahasa Grika yang ditulis dalam tata bahasanya kurang baik yang mungkin mengejutkan kita, mengapa bisa hal seperti itu bisa terjadi di Alkitab


tetapi kenyataannya adalah orang-orang yang mempelajari bahasa Grika menemukan dalam Kitab Wahyu beberapa instruksi yang paling aneh sehingga menimbulkan pertanyaan tentang jenis orang yang menulis buku dan mengapa itu ditulis dengan cara seperti itu


salah satu alasan yang mungkin adalah penulisnya itu tidak pandai bahasa Grika dan ada banyak bukti dalam buku yang menunjukkan bahwa penulisnya bukan orang Grika, namun cara penulisannya menunjukkan sebenarnya dia berasal dari Palestina dan memiliki latar belakang Yahudi.


alasan tata bahasa yang jelek ini adalah jika seorang Yahudi dari Palestina pindah ke provinsi Romawi di Asia berada di tempat di mana orang-orang berbicara bahasa Grika, mungkin dia tidak mengenal bahasa Grika-nya dengan baik.


Ada beberapa penulis di dunia kuno yang telah menulis tentang Kitab Wahyu dan memberi informasi kepada kita tentang siapa Yohanes ini


menurut pendapat mereka bahwa Yohanes adalah murid Yesus yaitu sekitar 60 tahun sebelum buku ini ditulis, dia adalah salah satu dari dua belas murid yang berjalan bersama Yesus


dia adalah putra Zebedeus saudara Yakobus mulanya sebagai nelayan Laut Galilea yang disebut Yesus sebagai putra guntur dengan kata lain memiliki kepribadian yang agak meledak-ledak , disini Yesus kelihatannya memberikan istilah Guntur dengan rasa humor


dan bahwa Yohanes ini tinggal di Yerusalem selama beberapa tahun tetapi akhirnya meninggalkan kota Yerusalem dan menetap di Asia Kecil dan menulis Buku ini

namun banyak sarjana sekarang ini mempertanyakan apakah penulis buku ini adalah Yohanes anak zebedeus Yohanes murid Yesus penulis Injil Yohanes.


Mengapa Injil Yohanes sangat berbeda dari kitab Wahyu, tata bahasanya sederhana namun indah itu menceritakan kisah Yesus dengan cara sastra yang sangat menakjubkan


Kitab Wahyu di sisi lain adalah buku apokaliptik ini dengan binatang aneh dan simbol aneh membuat cukup berbeda dan banyak cendekiawan melihat perbedaan-perbedaan itu dan mengatakan bagaimana mungkin orang yang sama menulis kedua buku tersebut.


di sisi lain cendekiawan lain melihat Wahyu membandingkan dengan Injil Yohanes dan mengatakan sungguh mereka memiliki banyak kesamaan, tidak mungkin penulis Wahyu adalah orang yang berbeda


untuk satu hal Kitab Wahyu dipenuhi dengan angka 7 sedangkan Injil Yohanes tidak menggunakan angka 7 namun menyiratkan angka 7


berulang kali dalam Kitab Yohanes misalnya Yesus membuat tepat 7 mukjizat tidak lebih tidak kurang


Ada tujuh kali pelayanan Yesus , ada tujuh hari periode dalam Injil Yohanes sehingga mungkin penulis jatuh cinta dengan angka 7


dan Yohanes dan Wahyu memberi kesaksian bahwa baik Injil Yohanes Kitab Wahyu menyukai kata kesaksian


kata saksi untuk memberikan kesaksian kepada Yesus untuk bersaksi bagi Yesus adalah tema penting seperti dalam Injil Yohanes dan Kitab Wahyu


bahwa Yesus disebut sebagai firman Allah , kata Allah ( Logo dalam bahasa Grika) adalah kata yang unik hanya ada di kitab Yohanes dan Wahyu, kata Logo, tidak disebut dalam buku lain dari Alkitab


dan dalam Yohanes dan Wahyu ada kontras antara terang dan gelap


Dengan demikian ada banyak tema banyak Konsep yang sama antara Injil Yohanes dan Kitab Wahyu sehingga bukan tidak mungkin bahwa orang yang sama yang menulis kedua buku tersebut


bagaimana mungkin kedua buku tsb berbeda jika orang yang sama menulis buku-buku

satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa jika Yohanes adalah seorang Yahudi dari Palestina dan Grika bukanlah bahasa ibunya, mungkin dia berpikir dalam bahasa Ibrani tetapi menulis dalam bahasa Grika.


seorang sarjana bernama Stephen Thompson yang adalah seorang Amerika tetapi telah menghabiskan sebagian besar karirnya di Inggris dan Australia, ia menulis sebuah buku di mana ia menunjukkan bahwa cukup sering dalam Kitab Wahyu adalah bahasa Grika yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran Ibrani atau Semit dan bahwa latar belakang Ibrani ini, menjelaskan tata bahasa yang buruk dalam Kitab Wahyu


Ada penjelasan lain yang sangat masuk akal bahwa Kitab Wahyu ditulis bukan dari Efesus atau dari Smirna atau gereja-gereja lain di Asia Kecil , tetapi ditulis dari pulau Patmos yang berada di lepas pantai Asia Kecil dan kita tidak tahu pasti mengapa Yohanes berada di Pulau Patmos pada umumnya berasumsi bahwa dia ada di sana sebagai tahanan bahwa dia telah ditangkap oleh Kekaisaran dan kekaisaran


dia adalah seorang tahanan di Pulau kecil jenis seperti Alcatraz dan jika Yohanes ada di pulau ini dan kemudian dia harus menulis buku itu dengan kata-katanya sendiri, berusaha menulis sebaik mungkin


dibandingkan dengan Injil Yohanes yang ditulis di Efesus dimana dia mempunyai akses ke editor dan pembantu yang membuat Injil Yohanes seindah itu sebaliknya dalam menulis buku di Patmos ia tidak memiliki akses ke bantuan editor dan sebagainya.


Fakta bahwa Paulus memiliki banyak bantuan kesekretariatan, banyak bantuan editor.

Dia memiliki asisten untuk menulis dan membantu menjelaskan ke audiens mereka, jadi mungkin alasan perbedaan antara Injil Yohanes dan Kitab Wahyu adalah bahwa Yohanes tidak memiliki bantuan, tidak memiliki bantuan editorial ketika ia menulis Kitab Wahyu.


Kapan kitab Wahyu ditulis? pada titik mana dalam hidup Yohanes, apakah pada awal karirnya atau apakah dia menulisnya di akhir hidupnya


pada umumnya ada dua pendapat dari orang-orang yang telah mendalami hal ini

yang satu adalah dari zaman kaisar Nero sekitar 65 M

dan yang lain adalah dari zaman Domitian yang merupakan kaisar sekitar 90-95 M


yang mana dari ini tanggal yang benar atau umumnya kedua Kaisar ini telah dipilih karena mereka berdua adalah penganiaya Kristen


dan ketika para ahli mempelajari Kitab Wahyu mereka melihat tema kemartiran tema penganiayaan bahwa orang Kristen mati karena iman mereka dan dalam melihat hal-hal itu mudah untuk mengasumsikan bahwa Kitab Wahyu ditulis pada saat penganiayaan


Irenaeus seorang penulis Kristen yang menulis antara tahun 175 - 200 M, dialah yang mengatakan bahwa Domitian adalah Kaisar yang ada di sana pada waktu itu ketika Yohanes menulis Kitab Wahyu.


sebelum masa Domitian, kekaisaran Romawi tidak menentang orang-orang Kristen, misalnya jika kita ingat dengan kitab Kisah Para Rasul. Kita tahu bahwa berkali-kali otoritas Romawi menyelamatkan Paulus dari musuh-musuhnya.


Mereka menyelamatkannya dari gerombolan menyelamatkannya dari kerusuhan yang terjadi sehingga kekaisaran tidak bermusuhan dengan Paulus. Tampaknya tidak bermusuhan dengan orang-orang Kristen dan Yahudi pada umumnya setidaknya pada saat Kisah Para Rasul ditulis,


Kaisar Nero memang menganiaya orang-orang Kristen, tetapi tindakan Nero tampaknya merupakan tindakan yang lebih pribadi, banyak orang merasa bahwa ia gila atau setidaknya menderita semacam depresi klinis dan bahwa banyak dari tindakannya bukanlah tindakan normal hubungan negara Romawi dengan agama Kristen,


Sebaliknya pada zaman kaisar Domitian tampaknya ada beberapa bukti kuat bahwa ia mendorong pemujaan terhadap dirinya sendiri, salah satu cara yang dilakukan para Kaisar Roma untuk membuat orang tetap loyal adalah dengan membuat gagasan bahwa kaisar sebenarnya adalah dewa dan layak disembah


dan dibanyak tempat di Kekaisaran sering dibangun kuil untuk kaisar di mana mereka akan mendorong pemujaan kaisar sebagai bagian dari sistem menjaga ketertiban di alam politik


tetapi kebanyakan Kaisar, walaupun mereka tahu taktik itu ampuh, tetapi Kaisar lainnya tidak punya keinginan agar menyembah diri mereka sendiri.


Dan kaisar pertama yang benar-benar mempromosikan penyembahan terhadap kaisar adalah kaisar Domitian, yang berkuasa sekitar 85 hingga 90 - 95 Masehi

Pemujaan terhadap kaisar yang membawa orang Kristen ke dalam berbagai penganiayaan karena menyatukan agama dan negara


di satu sisi untuk menyembah kaisar adalah tindakan agama di sisi lain itu adalah tindakan politik


otomatis pihak berwenang akan mengatakan baiklah jika hendak menjadi warganegara yang loyal maka anda akan menunjukkan kesetiaan itu dengan menyembah kaisar dengan membungkuk ke patung kaisar dengan menawarkan pengorbanan untuk simbol-simbol kaisar


sehingga orang-orang Kristen jelas-jelas pada posisi berselisih dengan kekaisaran karena mereka tidak mau memuja kaisar, sehingga pada zaman domitian inilah menyembah kaisar menjadi hal yang biasa


sehingga saksi asli dari orang-orang seperti Irenaeus mengungkapkan bahwa terkait dengan Yohanes ditulis pada zaman domitian memang sangat masuk akal.


Dan Irenaeus yang menulis pada 180 AD adalah juga teman dari Polycarpus yang meninggal sekitar 156 M Polycarpus sudah cukup tua sehingga dia rupanya masih remaja pada waktu itu bahwa Kitab Wahyu akan ditulis


dan Irenaeus menuliskan kesaksiannya tentang siapa penulis kitab Wahyu sesuai dengan kontak pribadinya di Efesus bersama dengan Polycarpus yang mengenal Yohanes, jika Yohanes telah menulis Wahyu sekitar 90 - 95 M


dengan demikian kita menerima informasi dasar ini bahwa Kitab Wahyu mungkin tidak ditulis pada awal abad pertama tetapi ditulis menjelang akhir abad pertama. saat ketika Kekaisaran Romawi mulai bergerak ke arah system pemujaan terhadap Kaisar.


Secara alkitabiah kita memiliki alasan untuk percaya bahwa Kitab Wahyu ditulis paling terakhir dari abad pertama,

dan bukti itu terdapat dari Khotbah Yesus di Bukit Zaitun yang dicatat dalam Markus pasal 13:28-29 kita menemukan kata-kata ini


Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara 1 . Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.


Khotbah Yesus di Bukit Zaitun di mana ia menggambarkan tentang masa depan dan dia memberi tahu para murid hal-hal yang akan terjadi antara saat dia memberikan khotbah dan saat ketika dia akan kembali pada kedatangannya kedua dan spektakuler


dan para murid bertanya kepadanya pertanyaan-pertanyaan ini kapan hal-hal ini akan terjadi kapan engkau akan datang kembali ?


para murid jelas tidak ingin Yesus menunda lama mereka mencintainya mereka menikmati kebersamaan dengan Yesus, mereka berharap jika Yesus akan pergi , agar dapat kembali sesegera mungkin, sehingga mereka bertanya kepadanya kapan akan hal-hal ini terjadi


dan Yesus menggambarkan serangkaian tanda-tanda yang akan terjadi di masa depan


pertama kali ia berbicara tentang Mesias dan Kristus palsu

ia berbicara tentang perang dan desas-desus tentang perang

ia berbicara tentang kelaparan dan penyakit sampar

gempa bumi dan kejadian kejadian alam

kemudian ia berbicara tentang kesusahan dan kesulitan

yang ia bicarakan tentang penganiayaan.

tentang nabi palsu

dia berbicara tentang Injil yang dikabarkan ke seluruh dunia sebelum dia datang

dan dia berbicara tentang Kesengsaraan Besar yang akan lebih besar daripada yang pernah terjadi


dan kemudian Yesus berkata ketika kamu melihat semua hal ini terjadi maka kamu akan tahu bahwa kedatangannya sudah dekat , sangat dekat bahkan di muka pintu.


apa yang Yesus katakan di sini adalah bahwa dia menjelaskan bahwa kedatangannya tidak dekat pada saat dia berbicara kepada murid-muridnya

katanya ketika kamu melihat ini dan melihat itu dan melihat hal-hal yang tersebut diatas, maka kesudahan sudah dekat.


sehingga pada saat Yesus berbicara, kesudahan itu "tidak dekat" karena sejumlah hal harus terjadi terlebih dahulu.


Kita bandingkan dengan Markus 13:33

“Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba”

jam berapa waktu Yesus datang kita tidak tahu


tetapi kita bisa tahu di ayat 29 saat ketika waktu nya sudah dekat.

“Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu”


kita lanjut ke Wahyu pasal 22:10 karena ini adalah ayat paling menarik dalam terang Markus 13 ayat 29 dan ayat 33


di Wahyu 22 : 10 kita menemukan kata-kata dalam bahasa Grika yang persis sama dengan yang ditemukan dalam Markus 13


Tetapi perhatikan perbedaan Wahyu 22:10

“Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat. “


bandingkan dengan apa yang Yesus katakan dalam Markus ke-13 sekitar tahun 31 Masehi

ketika itu waktunya "tidak dekat", karena hal-hal tersebut belum terjadi


tetapi ketika Kitab Wahyu ditulis apa yang Yohanes nyatakan bahwa waktunya sudah dekat jangan menyegel buku itu karena waktunya sudah dekat.


ini adalah satu satunya dua paralel verbal yang tepat sama dalam bahasa Grika, yang terdapat dalam Perjanjian Baru,


Yesus mengatakan itu “tidak dekat” sebelum hal-hal tertentu terjadi, sedangkan Yohanes mengatakan “sudah dekat”


apa perbedaan antara keduanya.


Perbedaannya adalah jelas para murid telah melihat semua hal ini terjadi antara waktu Yesus berbicara pada tahun 31 M dan saat Yohanes menulis dalam AD95


jelas tanda-tanda yang harus terjadi antara waktu ketika Yesus berbicara dan waktu ketika ia akan datang telah dipenuhi pada saat Yohanes menulis dalam Kitab Wahyu

sehingga Yohanes dapat dengan jujur ​​mengatakan waktunya sudah dekat


pertanyaannya bagaimana semua hal itu dapat digenapi di abad pertama, peristiwa-peristiwa apa yang terjadi pada abad pertama yang menyatukan semua hal ini


Mesias Palsu

sejarah abad pertama di mana ada Kristus palsu dan Mesias palsu terdapat dalam Kisah Para Rasul pasal 8.


Keterangan apa yang diberikan tentang sejumlah kristus palsu dan Mesias palsu yang kita temui tentang Simon, tukang sihir, yang ingin menjadi seorang mesias dan yang ingin menjadi pemimpin orang Yahudi.


orang-orang dalam pasal 5 dari Kisah Para Rasul berbicara tentang mesias palsu dan jika kita membaca buku tulisan sejarah oleh Flavius Josephus, ia memberi tahu ada banyak sekali orang yang mengaku sebagai Mesias,


Perang dan desas-desus Perang

khususnya tahun enam puluhan abad pertama ada perang dan desas-desus perang, yang menarik adalah pada thn 31AD di Kekaisaran terjadi suasana damai, sebaliknya di sekitar tahun 60 AD tidak ada perdamaian , karena terjadi kekacauan besar di semua wilayah Kekaisaran khususnya di Palestina dan di sekitar Je rusalem.


orang-orang Yahudi Palestina memberontak terhadap kaisar Roma sekitar 66AD dan selama empat tahun mereka berperang dengan hebat melawan Romawi , bahkan beberapa kantong perlawanan berlanjut hingga 73AD


dalam perang Yahudi ini dari 66 hingga 73 kita melihat Penggenapan dari semua hal yang dibicarakan Yesus. Tentu saja perang dan desas-desus tentang perang di Palestina sangat nyata di abad pertama.


Kelaparan & Wabah Penyakit

prediksi Yesus perihal kelaparan digenapi didalam Kisah Para Rasul 11:28 menggambarkan kelaparan yang mengerikan di Palestina sekitar tahun 46 M.


bagaimana dengan sampar? atau penyakit? kita memiliki kesaksian bahwa pada masa Kaisar Nero, ada 30,000 orang meninggal di Roma dalam satu musim hanya dalam satu musim gugur karena wabah Bubonic, wabah hitam yang terkenal. 30000 orang meninggal hanya dalam satu musim di Roma itu sendiri.


Gempa Bumi

bagaimana dengan gempa bumi? Yesus meramalkan bahwa akan ada gempa bumi,


kenyataannya pada tahun 60, kota Laodicea diratakan oleh gempa bumi. pada tahun 63 terjadi gempa di kota Pompeii, dan tahun 68 kota Rome dilanda gempa besar.


Dengan demikian gempa bumi banyak terjadi disekitar pertengahan abad pertama di kawasan Mediteranian


Tanda-tanda dari langit

jika kita membaca tulisan2 Flavius Josephus , sejarawan, ketika tentara Roma mengepung kota Jerusalem , perang besar terjadi antara tentara Roma melawan bangsa Yahudi, dilangit terjadi pemandangan hantu yang dilihat oleh banyak orang yang diartikan bahwa kota Jerusalem akan segera jatuh.


Penganiayaan

Kisah Para Rasul menyatakan bahwa banyak orang Kristen yang di aniaya, penguasa Roma pada umumnya bersikap netral kepada orang Kristen, tetapi umat Kristen mengalami penganiayaan dari masyarakat sekitar mereka di abad pertama.


Nabi Palsu didalam Gereja

ada banyak saksi perjanjian baru mengenai nabi nabi palsu didalam gereja. surat kepada jemaat di Galatia, Kolose dan surat Yohanes yang ke dua dan ketiga, menulis tetang ajaran2 palsu yang masuk kedalam gereja yang mula2,


dan banyak orang yang mencoba menipu orang Kristen dalam kitab Judas dan 2 Petrus juga banyak menulis tentang nabi palsu dan guru-guru palsu.


Injil tersebar keseluruh dunia

Yesus berkata bahwa Injil kerajaan Nya harus tersebar keseluruh dunia sebelum kedatangan Nya. mari kita dengar kesaksian Paulus dalam Kolose 1: 23,


“Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.”

Sebuah ayat yang menakjubkan. Rasul Paulus sendiri yang menyatakan bahwa Injil sudah tersebar ke seluruh dunia diabad pertama.


Kita tentu juga harus percaya apa yang dituliskan oleh Paulus. lihat didalam kitab Romans 1:8 dan 16:26.


Kesusahan yang besar

kembali kepada tulisan Ny Ellen White dalam buku Great Controversy dalam pasal mengenai kehancuran Jerusalem, disana dia mengutip beberapa sumber dari sejarawan abad pertama bahwa orang Yahudi mengalamai kesusahan yang sangat besar di tahun 70M , kesusahan yang sangatlah besar.



Tepat ketika Yohanes yang menjalani hampir seluruh hidupnya di abad pertama, dia mengerti amaran Yesus, ada begitu banyak kegenapan yang menadakan bahwa waktunya sudahlah sangat dekat.


Hal itu menandakan bawah penulisan kitab Wahyu bukan terjadi pada era kaisar Nero, ketika tanda-tanda itu sedang digenapi, tetapi ditulis setelah tahun 70 AD, sesudah kehancuran Yerusalem, ketika umat Kristen telah melihat semua kegenapan prediksi Yesus dalam Markus 13. mereka menantikan kedatangan Nya yang sudah sangat dekat.


Pertanyaannya adalah sekarang ini, 2000 tahun telah berlalu, bagaimana bisa Yohanes menyatakan bahwa waktunya sudah dekat?


Yang pasti kata “waktunya sudah dekat” , dekat bukan dalam pengertian manusia, tetapi dekat dalam pengertian Allah. keinginan dan kerinduan Nya untuk kembali, dan kerinduannya agar umatnya bersedia, bersedia dalam setiap generasi.


apakah Yesus datang atau belum datang dijaman kita hidup. adalah baik jika Yesus dekat dalam kehidupan kita. karena kita tidak tahu kapan harinya. apakah hari ini adalah hari terakhir kita hidup. yang pasti semua orang yang hidup merasakan dekatnya kedatangan Yesus secara personal.


Yang pasti ketika kita mempelajari secara mendalam kitab Wahyu, maka kita akan melihat bahwa kita sedang hidup disuatu titik dalam sejarah dunia. dimana waktunya sudah sangat sangat dekat.

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now