google0bd4cb5486ad7f54.html Kristus didalam Perjanjian Lama (1)

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

Kristus didalam Perjanjian Lama (1)

1.11 Melihat Kristus dalam Perjanjian Lama bagian 1


Dalam presentasi ini kita akan mendalami bagaimana simbol-simbol Perjanjian Lama ditransformasikan kedalam Perjanjian Baru, karena apa yang telah dilakukan Kristus.


Kehidupan-Nya didunia, kematian dan kebangkitan-Nya, pelayanan-Nya dibait suci Surgawi semuanya dibangun di atas latar belakang dan tema Perjanjian Lama.


Karena apa yang telah dilakukan Kristus, tema-tema Perjanjian Lama ini diubah, dikembangkan, dan ditransformasikan dalam cara yang baru dan istimewa untuk menciptakan makna yang ditemukan dalam Kristus.


Karena Kitab Wahyu adalah buku Perjanjian Baru, maka kitab Wahyu juga mengambil penggunaan tema-tema Perjanjian Lama dalam Kristus.


Saya ingin memulai dengan meyakinkan kepada kita semua bahwa Kitab Wahyu benar-benar adalah buku Kristen.


Dalam ayat pembukaan kitab Wahyu, ini adalah wahyu Yesus Kristus. bukan wahyu Musa atau wahyu Daniel, itu wahyu Yesus Kristus dan karena itu Kitab Wahyu mengambil bagian dari tema-tema, bahasa dan Teologi dari buku-buku lain dalam Perjanjian Baru.


Ketika kita membaca Kitab Wahyu, Yesus dan Yesus Kristus ditemukan di mana-mana, hampir setiap bab memiliki rujukan kepadanya dalam satu bentuk atau lainnya. terkadang berkali-kali. Yesus ditemukan secara eksplisit, juga ditemukan dalam simbol-simbol seperti "anak laki-laki" dan anak domba, dan anak dari perempuan itu.


Dan kita tidak hanya menemukan Kristus di mana-mana, tetapi juga menemukan referensi didalam jemaat berulang kali di seluruh kitab Wahyu, lihat referensi ke Salib pasal 1, 5, 11, dan pasal 12 dan seterusnya. sehingga tampak jelas bahwa Kitab Wahyu adalah buku Kristen dan sebagai buku Kristen buku itu dirancang untuk mengajar kita tentang Yesus, mengajar kita tentang kehidupan di gereja dan mengajar kita tentang arti salib.


Untuk itu kita ingin mempelajari bahwa walaupun bahasa yang digunakan sangat aneh , namun Kitab Wahyu selaras dengan tema, kata-kata, dan ide-ide Perjanjian Baru.


Membaca komentar para penulis seperti Milligan, Suite dan holiver , kita akan dapati seluruh daftar paralel perjanjian baru dengan Kitab Wahyu.


Apa yang akan kita lakukan adalah kita mempelajari Kitab Wahyu dengan mencatat tempat-tempat penting di mana pemahaman Perjanjian Baru sangat penting untuk memahami Kitab Wahyu. ini adalah metode keempat ini dalam penafsiran Wahyu


Langkah keempat ini mungkin yang paling penting dari semuanya.


Mulai dari basic exegesis (penafsiran ), lalu lanjut untuk melihat struktur kitab ini, lalu beralih meneliti latar belakang Perjanjian Lama dan sekarang kita sampai pada titik paling kritis dari semuanya,


Bagaimana Yesus Kristus adalah pusat dan inti dari kitab Wahyu, bagaimana Yesus Kristus mengubah simbol dan ide-ide yang diambil dari Perjanjian Lama. hal itu memberi kita wawasan dasar yang ingin kita ingat.


Dalam Perjanjian Baru, Kristus dipandang sebagai orang yang menggenapi seluruh pengalaman umat Allah Perjanjian Lama.


Dalam kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus kita temukan penggenapan dari seluruh pengalaman umat Allah Perjanjian Lama. dalam pilihan bahasanya, penulis Kitab Wahyu secara terus-menerus menunjuk kepada Kristus Perjanjian Baru dalam bahasa Perjanjian Lama.


Dari apa yang telah kita pelajari sejauh ini (topik 1-10) maka dalam presentasi ini (11) , kita akan dapati persis apa yang kita harapkan


Bahwa Allah menjumpai orang-orang di mana mereka berada, bahwa Yesus Kristus akan digambarkan dalam bahasa Perjanjian Lama, dan bahwa Yohanes dalam penulisan Wahyu akan melihat Kristus Perjanjian Lama di dalam perjanjian yang baru.


Mari kita lihat contoh berikut ini, bagaimana hal ini bekerja, karena ini adalah hal yang sangat sangat menarik ketika kita masuk ke dalamnya. mari kita ambil sebuah ayat, Wahyu pasal 3 ayat 14, disini kita akan melihat kedalaman yang menarik

Wahyu 3:14, "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:


Saya ingin fokus pada kalimat "permulaan dari ciptaan Allah"


Jika kita memakai alkitab terjemahan yang berbeda dari NIV kita akan menemukan bahwa itu berbicara tentang awal ciptaan Tuhan, tetapi apa masalahnya di sini?


mengapa para penerjemah tidak semua sepakat ?


hal itu karena kata Yunani yang terletak di belakang kata "awal" atau kata "penguasa" adalah kata yang ambigu. itu adalah kata yang dapat berarti melakukan kedua pekerjaan, itu


Kata Arche yang dieja “arche”, bahasa Grika Arche.


Yesus adalah "Arche" ciptaan Tuhan. Kata "arche" dapat berarti "awal", juga bisa berarti pertama.


Kata arkeologi, apa itu arkeologi? ini adalah kata asal Grika yang dalam bahasa Inggris. Arkeologi berarti studi yang mempelajari tentang hal-hal lama, studi tentang asal usul. arkeologi studi tentang Awal.


Jadi kata arche dapat berarti awal atau asal, tetapi juga bisa berarti penguasa.

penguasa adalah yang posisi paling tinggi di kerajaan, dia benar-benar sumber kekuatan dan otoritas dan kita memiliki dalam bahasa Inggris sejumlah kata yang dapat membantu kita memahami hal ini.


Kata "Patriach" berarti pemimpin? diperintah oleh Bapa. System Patriach oleh sang ayah.


Kata Monarch atau monarki. apa itu monarki? itu adalah penguasa tertinggi, ketika satu orang memerintah seluruh pemerintahan, seluruh bangsa yang kita sebut monarki.


Jadi di sini kita dapati dua istilah penting yang artinya awal atau penguasa, dan kemudian kata untuk penciptaan.


Jika kita memiliki Perjanjian Lama bahasa Grika , kita buka kitab Kejadian pasal satu, maka kita akan menemukan hal yang sangat menarik. kata pertama dalam Alkitab adalah kata Arche. "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. pada mulanya Allah menciptakan , sebuah kata Arche, Tuhan menciptakan.


Jadi perikop dan Wahyu ini mengarahkan kita kembali ke Kejadian 1:1. Ini adalah Allusion (Kiasan) dari Kejadian 1:1. ini mengingatkan kita pada ayat yang mengatakan pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.


mengapa referensi ini ada di sini? mengapa Yesus disebut sebagai awal dari ciptaan Tuhan atau penguasa ciptaan Tuhan? jelas Yesus dan ciptaan adalah kombinasi yang sangat penting bagi penulis Wahyu.


Saya perlu tekankan disini bahwa, kombinasi Yesus dan ciptaan adalah kombinasi yang sangat penting di sepanjang Perjanjian Baru.


Contohnya Yohanes 1: 1 juga dimulai dengan kata yang sama, Arche, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.


Di sini Yohanes membuat poin yang sangat menarik di mana Kejadian 1 mengatakan pada mulanya Allah menciptakan, disini Yohanes mengatakan pada mulanya adalah Firman, pada mulanya adalah Yesus dan kata yang pada mulanya, Firman yang adalah Allah penciptaan menjadi manusia dan hidup di antara kita.


Di sini kita menemukan kekuatan pendorong di belakang Injil Yohanes itu adalah pengakuan yang luar biasa bahwa dalam manusia yang berjalan di bumi ini selama tiga setengah tahun hidup dengan manusia lain, yang melayani yang melakukan mukjizat, yang mati dan bangkit kembali, wujud manusia itu adalah makhluk yang sama yang membentuk Bumi, makhluk yang sama yang mengatakan jadilah terang, makhluk yang sama yang menciptakan kehidupan yang membuat Adam dari Debu tanah.


Kita menemukan referensi yang lebih menarik perihal ini dalam Lukas 1: 35, alasan mengapa saya ingin kita mempelajari beberapa ayat-ayat ini adalah karena saya ingin kita dapat melihat bahwa tema Yesus dalam penciptaan adalah tema yang berlaku luas di seluruh Perjanjian Baru.


Lukas 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.


Dalam bahasa Inggris ayat tersebut mungkin tidak terlalu tegas secara khusus tetapi bagi seseorang yang membaca ayat asli Lukas dalam bahasa Grika, mereka akan mengenali kata yang sangat istimewa, kata yang diterjemahkan di sini "menaungi".


kata itu sangat penting karena asal kata itu ditemukan dalam Kejadian 1: 2, "Bumi belum berbentuk dan kosong ; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air "


dalam penciptaan roh "menaungi" Perairan.


di sini dalam Lukas 1:35, roh menaungi Maria.


apa hasil dari roh yang menaungi air dalam Kejadian 1:2? adalah awal penciptaan, roh adalah agen pencipta yang melakukan perintah-perintah Allah dan model Yesus dalam proses awal penciptaan.


apa yang terjadi ketika roh menaungi Maria? yang terjadi adalah ciptaan baru. itu adalah benih Yesus, dikandung dalam rahim Maria oleh tindakan Roh Kudus dan kemudian ia berkembang, lahir dan menjadi manusia yang ditulis oleh Yohanes dan semua Injil lainnya.


jadi Yesus ditulis dalam Lukas 1:35 sebagai ciptaan baru. Bumi adalah ciptaan lama tetapi Yesus adalah ciptaan baru.


Sekarang bagaimanakah gambaran tentang Allah?


Kejadian 1:26-28 akan memperjelas hal itu.


Kejadian 1:26-28 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. "


dalam tiga ayat ini, kita temukan esensi dari apa yang dimaksud dengan gambar Allah. dalam tiga hubungan dasar, Adam memiliki 3 hubungan dasar.


pertama-tama adalah hubungan dengan Allah


bagaimana status adam, apakah Adam lebih superior daripada Allah atau lebih rendah? Jawabannya jelas jika adam ada dalam gambar Allah maka gambar Allah akan berarti dia lebih rendah dari Allah, dia dibentuk dengan model atau gambaran Allah, Allah adalah guru, Allah adalah pencipta, adam adalah makhluk itu. Jadi Adam memiliki hubungan dengan Allah, hubungan bawahan ke atasan.


namun itu bukan satu-satunya hubungan yang dimiliki adam.


Perhatikan dalam ayat itu dikatakan pria dan wanita diciptakan Nya mereka. Allah tidak menciptakan Adam untuk sendirian, tetapi Allah menciptakan umat manusia untuk berada dalam sebuah ikatan hubungan dan itu adalah hubungan di antara yang sederajat.


Penulis, Ellen White berkata tentang penciptaan Adam dan Hawa, jika Allah ingin Adam memerintah atas Hawa maka ia akan membuat Hawa dari tulang kaki Adam.


Jika Allah ingin dia memerintah atas Adam, ia dapat membuatnya keluar dari tulang dari kepalanya, tetapi sebaliknya Allah mengambil tulang dari sisi Adam yang menunjukkan bahwa Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk harus berdiri di samping Adam sebagai sederajat. , sebagai teman dan pembantu.


jadi hubungan kedua yang dimiliki Adam dalam penciptaan asli adalah hubungan di antara yang sederajat, hubungan antara manusia.


Tetapi ada hubungan ketiga yang tercermin dalam bagian ini dan itu adalah hubungan dengan Bumi, hubungan dengan lingkungan.


Adam memiliki hubungan Dominion atas Bumi. dia memerintah atas ikan di laut, dia memerintah atas burung-burung di udara, dia memerintah atas makhluk-makhluk yang bergerak di sepanjang tanah. Adam sebagaimana yang seharusnya, adalah orang yang berkuasa atas segala sesuatu di bumi, segala sesuatu di lingkungan. dengan demikian maka seharusnya tidak mengejutkan kita bahwa Yesus juga disebut sebagai Adam kedua dalam Perjanjian Baru.


Dalam Roma 5, dan 1 Korintus 15, Yesus adalah Adam baru atau Adam kedua.


dengan demikian ia dapat disebut gambar Allah dan Anda menemukan istilah itu dalam 2 Korintus 4: 4, Kolose 1: 15, Ibrani 1 :3, Yesus adalah gambar Allah.


Siapa sebenarnya gambar Allah? itu adalah Adam tetapi dalam ciptaan baru Yesus menggantikan Adam. dia menjadi Adam kedua, dia menjadi seperti Adam seperti yang dimaksudkan saat Adam diciptakan.


sekarang Yesus adalah Adam yang kedua, Yesus adalah Adam sebagaimana Adam seharusnya. dan dengan demikian pengalaman Yesus di Bumi ini dijelaskan dalam hal pengalaman Adam.


ingat prinsip dasar kita “Allah menjumpai manusia di mana mereka berada, Allah bertemu para nabi di tempat dan keadaan mereka”? Dan sebagaimana kehidupan Yesus dijelaskan, dijelaskan dalam bahasa Adam yang asli.


apakah Yesus memiliki hubungan yang sempurna dengan Allah ? Kita tentu tahu bahwa hubungan Adam dengan Allah telah hancur, ketika ia berdosa. dan juga hubungannya dengan Hawa.


Ketika Adam berdosa, mulailah pertengkaran. hubungannya dengan lingkungan juga terputus.


Jadi kita melihat bahwa hubungan Adam adalah hubungan yang terputus, tetapi Yesus datang untuk memulihkan hubungan-hubungan itu, Yesus menjadi Adam sebagaimana yang seharusnya ketika Adam belum jatuh dalam dosa.


Misalnya dalam hubungannya dengan Allah dia memiliki hubungan sempurna seperti yang dimaksudkan ketika Adam belum berdosa.


Yohanes 14:28, Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku


Yesus berkata bahwa Bapa lebih besar daripada aku.


Faktanya banyak orang yang menyukai ayat itu dan percaya bahwa ayat itu menunjukkan kepada kita bahwa Yesus lebih rendah daripada Bapa, bahwa dia bukan Allah yang sejati, bahwa dia bukan yang asli, bukan Allah sang pencipta.


Namun ada salah pengertian tentang ayat ini. alasan Yesus mengatakan Bapa lebih besar daripada aku bukan karena dia lebih rendah dalam sifat ilahi-Nya tetapi karena sebagai Adam kedua, dia telah mengambil posisi subordinasi kepada Bapa. dia menjadi Adam sebagaimana Adam seharusnya sebelum Adam jatuh dalam dosa.

dan karena itu Yesus berulang kali mengatakan Aku hanya melakukan hal-hal yang Bapa perintahkan untuk saya lakukan, saya mematuhi semua hal yang diperintahkan Bapa.


Yohanes 8:28 dan 29 misalnya, Yesus menundukkan dirinya pada keinginan dan keinginan Bapa sepanjang waktunya di Bumi ini. dia menunjukkan hubungan yang seharusnya dimaksudkan Adam dengan Tuhan.


Lebih lanjut lagi, apakah Yesus juga memiliki hubungan yang sempurna dengan orang lain?


Dalam Markus 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. "


Dalam kehidupan pelayanan-Nya, Yesus menggambarkan hubungan yang sempurna di antara manusia.


dalam Filipi 2 : 5 -7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama , menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia


dikatakan bahwa ia tidak rela Tetap sebagai Tuhan tetapi ia rela turun, ia rela menjadi seperti kita, dia rela menjadi manusia, dia rela rendahkan dirinya ke posisi layanan untuk Kemanusiaan.


dalam melayani orang lain, Yesus menunjukkan hubungan yang sempurna di antara manusia. terus terang jika satu-satunya harapan kita adalah melayani dan jika itu berlaku bagi setiap manusia di Bumi kita tidak akan memiliki Perselisihan, kita tidak akan memiliki Perang, kita tidak akan memiliki masalah yang kita hadapi saat ini.


Yesus dalam kehidupannya di bumi menjalani kehidupan Adam sebagaimana yang dimaksudkan agar Adam hidupkan. dia memiliki jenis hubungan dengan orang lain yang Allah inginkan agar dimiliki Adam dalam ciptaan asli sebelum jatuh dalam dosa.


hubungan itu diilustrasikan dengan indah oleh Layanan Basuh Kaki di mana Yesus yang tahu siapa dia, yang tahu bahwa dia telah ada sejak keabadian, yang tahu bahwa dia telah turun dari surga, namun membungkuk untuk mencuci kaki murid-muridnya, untuk melakukan tindakan seorang budak, karena itu adalah jenis sikap terhadap orang lain yang membawa kedamaian dan keharmonisan dan hubungan antara orang-orang.


Paulus berkata, biarlah pikiran ini ada di dalam kamu yang juga di dalam Kristus Yesus, pikiran pelayanan, pikiran rendah hati ini.


jadi Yesus memiliki hubungan yang sempurna dengan Tuhan dan hubungan yang sempurna dengan orang lain. ia juga memiliki hubungan yang sempurna dengan lingkungan, ia adalah Adam sebagaimana Adam dimaksudkan untuk berada dalam hubungan ini dengan lingkungan,


sebenarnya ada kisah-kisah dalam Perjanjian Baru yang hanya masuk akal dalam konteks Yesus menghidupkan kembali pengalaman Adam.


misalnya ketika berada diatas kapal bersama murid-muridnya di Danau Galilea. Dia tertidur di belakang perahu, angin dan ombak menghantam perahu, hujan mengguyur dan para murid akhirnya merasakan perahu itu tenggelam dan mereka membangunkan Yesus dan memintanya untuk menolong mereka, dan dia Dia berdiri di atas kapal, mengangkat tangannya, katanya damai tetap tenang dan angin dan ombak mematuhinya.


ini adalah dominasi atas ciptaan. ini adalah Adam sebagaimana yang dimaksudkan oleh Adam. dia menaklukkan bumi, dia menaklukkan cuaca.


tapi bukan itu saja, adam juga diberikan kuasa atas ikan. ini adalah kisah yang luar biasa dalam Yohanes pasal 21, para murid keluar memancing dan mereka memancing sepanjang malam.


Kita tahu ada dua jenis cara memancing,


Memancing dengan jala ikan yang dilakukan adalah menjebak ikan. Dimalam hari ikan tidak akan melihat jala datang. mereka hanya akan berenang bersama dan tiba-tiba mereka ada dalam Jala, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Cara lain adalah memancing disiang hari . Kita menarik ikan ke beberapa objek umpan yang tampaknya enak atau menarik dalam beberapa cara dan ikan muncul dan mencoba menggigit umpan, tertangkap di kail dan kita menangkapnya.


para murid melakukan penangkapan ikan menggunakan jala, oleh karena itu mereka memancing sepanjang malam. sekarang jika kita menangkap ikan sepanjang malam dan tidak menangkap apa pun dan matahari mulai naik di atas perbukitan Galilea, kita ingin melakukan satu usaha terakhir untuk menangkap ikan,


Kearah mana kita akan melempar jala? apakah kita akan melemparkan jala ke sisi yang teduh dari kapal atau sisi yang cerah dari kapal? jawaban yang jelas adalah Sisi Teduh, ada beberapa harapan bahwa seekor ikan yang berenang bersama di bawah sinar matahari pagi yang cerah akan berenang di bawah perahu dan masuk ke dalam Bayangan perahu dan tiba-tiba terjebak di jala.


Jadi para murid membuat satu lemparan jala terakhir untuk menangkap ikan. lalu Yesus berdiri dipantai dan dia berseru dan berkata kepada mereka para murid untuk melemparkan jaringmu di sisi lain dari perahu.


Para murid pasti mengira dia bodoh, tetapi mereka tetap melakukannya sesuai perintah Yesus. lalu apa yang terjadi? ikan masuk ke dalam jala, dalam jumlah yang sangat banyak.


Perhatikan bahwa Yesus tidak harus menguasai seni memancing dalam istilah manusia, ia berkuasa atas ikan laut. dia hanya bisa memanggil dan memerintahkan ikan untuk masuk kedalam Jala, dan ikan akan patuh.


Yesus adalah Adam sebagaimana yang seharusnya adam dimaksudkan.

Pada peristiwa lain Petrus berbicara tentang bagaimana mereka perlu membayar pajak dan Yesus mengarahkan ikan, tidak hanya untuk menangkap koin tetapi juga untuk menangkap kail Petrus dan keluar sehingga Petrus dapat mengambil koin. Yesus berkuasa atas ikan itu, ia berkuasa atas setiap makhluk hidup.


Ingat perjalanannya ke Yerusalem? Yesus duduk diatas keledai yang masih liar belum terlatih, dan ketika Yesus duduk di atas keledai itu, keledai itu segera patuh kepadanya, segera menanggapinya seolah-olah keledai itu terlatih dengan baik. ia mengakui Tuannya meskipun tidak pernah bertemu Yesus sebelumnya.


alasan Keledai itu mengakui Tuannya adalah karena Yesus adalah Adam sebagaimana yang seharusnya , sebelum Adam jatuh dalam dosa. dan sebagai Adam kedua, pengalaman Yesus menggunakan model pada pengalaman Adam pertama.


Sama seperti Adam dibuat tertidur, kemudian Allah mengambil tulang rusuknya, dimana keluar darah dan air dari tindakan itu , demikian juga Yesus dikayu salib (Adam kedua) , ketika perutnya yang ditusuk dan keluar darah dan air yang darinya Allah menciptakan gereja atau jemaat Kristen yang mula-mula


Dan jika kita membaca 1 Korintus 11: 2 dan 3 dan Efesus 5 , kita akan melihat bahwa sama seperti Yesus adalah Adam kedua bagi gereja, gereja adalah pengantin kedua, gereja menjadi Mempelai Wanita Yesus Kristus. dan sama seperti Adam dan Hawa bersama di taman, demikian pula Yesus menjadi suami dari gerejanya.


Yesus adalah Adam dalam semua pengalamannya. Adam ketika allah menciptakannya, adam seperti yang seharusnya ketika belum jatuh dalam dosa.


tetapi Adam tergoda, bukan? dan dia jatuh dalam pencobaan itu. dia dicobai oleh keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.


dan Yesus dicobai oleh hal-hal yang sama, Yesus melewati pengalaman Adam. Yesus menapaki tangga yang dilalui Adam. dia digoda oleh keinginan daging, digoda untuk membuat batu menjadi roti, dia digoda oleh keinginan mata, dia ditunjukkan kepada semua kerajaan dunia dan semua kemegahan mereka dan berkata tidakkah kamu ingin memiliki semua itu?


Yesus digoda oleh kebanggaan hidup, iblis menyuruhnya untuk melompat dari puncak kaabah dan datang tepat ke tengah semua pelayanan kaabah dan semua orang akan kagum dan berkata wow orang ini datang langsung dari surga, dia pasti Mesias . Tentu akan membuat pekerjaan Yesus lebih mudah, bukan?


Yesus Berjalan di atas tanah di mana Adam berjalan. Yesus melalui jalan di mana Adam gagal. perbedaan di mana Adam gagal, Yesus berhasil. Yesus menentang godaan-godaan itu, Yesus mengatakan tidak kepada Setan dan sebagai hasilnya ia menebus tanah tempat Adam berjalan.


ini adalah salah satu pesan yang paling kuat dari keselamatan Perjanjian Baru. Yesus sebagai Adam kedua telah berjalan di atas tanah yang kita semua alami. kita semua memiliki sejarah seperti Adam, kita semua memiliki sejarah kegagalan, kita semua memiliki sejarah bencana dan malapetaka. dan ketika kita melihat pengalaman kita, akan mudah tergoda untuk menyerah. riwayat catatan kehidupan kita cenderung menentukan kita. kegagalan yang lalu cenderung melemahkan kita,


dan kadang-kadang kita merasa seperti tidak berdaya dan tidak pernah bisa keluar dari siklus itu, tetapi kisah Adam yang kedua memberi tahu kita bahwa Yesus berjalan di tanah di mana Adam gagal. Yesus memungkinkan untuk berhasil menang di mana Adam gagal. dan sebagai Adam kedua, ia adalah Adam sebagaimana adam dimaksudkan


dan di dalam dia kita dapat menjadi lebih dan lebih seperti Adam kedua dan semakin sedikit seperti adam yang pertama.


tetapi ada lebih banyak lagi pada tipologi ini, bukan saja Yesus berjalan di atas tanah yang Adam jalani dan berhasil di tempat kita telah gagal, tetapi Yesus juga menuai konsekuensi dari kegagalan Adam.


jika kita ingat Kejadian 3 ketika Adam berbuat dosa, ia menanggung kutukan dan kutukan apa itu? Duri, keringat, ketelanjangan, dan kematian.


Dan ketika kita melihat pengalaman Yesus di Getsemani dan di kayu salib kita melihat dia mengenakan mahkota duri, kita melihat dia berkeringat darah dalam kesedihan, melihat dia telanjang di kayu salib,


Benar kebanyakan lukisan tentang Yesus disalib tidak perlihatkan Yesus telanjang bulat, tetapi salah satu tujuan penyaliban adalah untuk mempermalukan seseorang di depan keluarga dan teman-teman mereka.


Tujuan salib adalah agar sang terhukum ditempatkan tepat di persimpangan dari dua jalan raya utama atau di tempat umum untuk dilihat semua orang. itu adalah pelecehan psikologis, spiritual, dan juga fisik.


dan Yesus menderita kutukan kematian di sana di kayu salib. Duri, keringat, kematian tanpa busana, Yesus menuai konsekuensi dari dosa Adam agar kita tidak harus menuai konsekuensi yang sama dalam kekekalan.


kisah indah tentang Yesus sebagai Adam kedua yang terutama adalah bukan saja menebus sejarah catatan hidup kita, kita tetapi juga menanggung konsekuensinya, sehingga di dalam Kristus kita dapat berjalan dalam hidup yang baru.


Saya merasa sangat menarik untuk mendalami tema Perjanjian Baru dari Adam yang kedua ini. dan kita melihat bahwa tema ini ada di balik Wahyu 3:14,


Yesus yang sama yang menawarkan dirinya kepada gereja di Laodikia adalah Yesus sebagai Adam kedua. dia adalah Yesus yang dapat menebus kita dari cacat Laodikia. kita akan merindukan itu jika kita tidak mengerti bagaimana Kitab Wahyu menjadikan seluruh Perjanjian Lama menjadi fokus dalam Terang Kristus.


dalam presentasi berikutnya kita akan melihat bagaimana hal ini terjadi dalam Kitab Wahyu. tidak hanya berhenti pada Perjanjian Lama, tetapi lebih lagi jauh lagi sampai Perjanjian Lama menjadi fokus dalam Terang Kristus dan untuk melihat bagaimana Yesus Kristus adalah orang yang menggenapi seluruh pengalaman umat Allah di Perjanjian Lama.


dan ketika hal ini menjadi jelas dalam pembelajaran kita tentang Kitab Wahyu, Kitab Wahyu akan menjadi buku yang baru. buku yang benar-benar wahyu Yesus Kristus, wahyu Yesus Kristus pada tingkat yang lebih dalam dari yang pernah kita bayangkan.


ketika kita belajar untuk melihat Yesus Kristus dalam Perjanjian Lama dan ketika kita belajar untuk melihat Yesus Kristus bahkan di dalam sangkakala , dari sangkakala, kita akan belajar untuk memahami Wahyu sebagaimana kita belum pernah memahaminya sebelumnya dan mungkin, mungkin saja mengalami awal dari Kebangunan Rohani agung yang katakan oleh Ellen White, dimana hal itu akan terjadi kepada mereka yang mengerti lebih dalam karena Kitab Wahyu.

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now