google0bd4cb5486ad7f54.html 6.1 Extra Notes

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

6.1 Extra Notes

Updated: Feb 6, 2019

Yohanes menemukan dirinya sendiri di pulau Patmos. Keadaan menjadi suram bagi abdi Allah ini. Semua yang ia harapkan sepertinya tidak akan pernah terjadi. Tahun demi tahun telah berlalu dan Yesus belum datang kembali.


Dia adalah pendeta dari gereja-gereja disana, tetapi dia terpisah dari mereka. Hampir tidak ada kepemimpinan lokal yang bisa dia harapkan.


Gereja-gereja berada dalam kekacauan kemunafikan, percaya mistis, nabi-nabi palsu, keduniawian, kompromi, dan hilangnya semangat dan kasih kepada Kristus.


Dia harus memperingatkan mereka dari keadaan mereka yang dalam bahaya, khususnya terhadap Roma. Dia harus menunjukkan kepada mereka seperti apa sebenarnya Roma itu.


Untuk menambahkan hal itu, otoritas kenabian Yohanes sedang ditantang oleh nabi-nabi lain dengan ide-ide yang berbeda . Dia memperingatkan gereja-gereja untuk tidak tertipu oleh nabi-nabi palsu seperti Izebel.


Yohanes menyembah ketika ia tiba-tiba diberikan penglihatan. Dia mendengar suara. Adalah Kristus yang telah bangkit.


Adegan dalam Wahyu 1: 12-18 membawa cahaya dan harapan untuk Johanes. Yesus berpakaian sebagai Imam Besar kita di kaabah surgawi.


Gambar-gambar yang digunakan dari Perjanjian Lama mengingatkan kita akan Yahweh-nama yang sering digunakan untuk Allah. Dan Johanes tersungkur.


Tetapi Yesus menempatkan tangan-Nya pada-Nya dan berkata, "Jangan takut." Yesus memiliki pesan untuk umat-Nya dan Dia memberitahu Johanes untuk menuliskannya dan mengirimkannya kepada mereka. Surat-surat ini adalah satu-satunya tempat yang kita miliki, kisah asli tentang apa yang Yesus pikirkan tentang gereja-Nya.

Tujuh nasihat menunjukkan kepada kita dan membuat kita tertarik akan apa yang Yesus inginkan kepada gereja-gereja-Nya. Setiap gereja berkaitan dengan Yesus dengan cara yang unik. Dia bisa berhubungan dengan setiap gereja di tingkat mereka di mana mereka membutuhkan-Nya.


Juga, setiap gereja dapat melakukan pekerjaan yang berbeda dengan yang lain. Dan Yesus berhubungan dengan mereka semua sama seperti Dia berhubungan dengan kita hari ini.


Khayal dan penglihatan memberikan motivasi kepada gereja untuk melakukan apa yang Yesus inginkan. Ini termasuk penglihatan tentang ruang takhta di surga, empat penunggang kuda, wabah penyakit, sangkakala, Armageddon, lautan api dan Yerusalem Baru. Semua dirancang untuk membangunkan umat Tuhan dan membawa kebangkitan baru.


Salah satu isu yang dominan dalam nasihat-nasihat ini adalah bagaimana orang Kristen harus berhubungan dengan budaya lokal. Ini adalah pertanyaan yang menghantui kita bahkan sampai hari ini. Pertanyaan ini sangat penting jika masyarakat memiliki beberapa praktek amoral.

Pada saat penulisan kitab Wahyu, Roma tampaknya baik hati. memberi mereka kedamaian, kemakmuran dan stabilitas. Beberapa orang Kristen yang makmur dan mereka tidak merasa membutuhkan apa-apa. Tetapi kemakmuran mereka begitu terkait dengan Roma yang membuat Yohanes perlu memperingatkan mereka seperti apa Roma sebenarnya.


Untuk masuk kedalam masyarakat mereka harus berpartisipasi dalam kehidupan sipil, termasuk serikat perdagangan, menjaga hubungan sosial dan berpartisipasi dalam jamuan ibadah di mana mereka makan makanan yang didedikasikan untuk dewa pagan.


Asia Kecil juga mengikuti cara ibadah kaisar, yang merupakan ikatan sosial yang diselenggarakan masyarakat bersama-sama. Dan penyembahan kuil adalah pusat dari semua itu.


Orang yang tidak ikut dianggap orang luar dan jelek, mereka tidak dianggap sebagai warga negara yang setia. Festival di kuil sering berakhir dengan mabuk dan kegiatan tidak bermoral.

Beberapa kelompok dalam gereja menganjurkan kompromi. Kristen telah dilihat sebagai bagian dari Yudaisme dan tidak diharapkan menjadi bagian dari kehidupan penyembahan di kuil. Tetapi sejak kehancuran Yerusalem, orang Kristen tidak diterima di rumah-rumah ibadat.


Dan jika orang-orang Kristen tidak dilihat sebagai bagian dari Yudaisme, mereka harus mengikuti ibadah kaisar. Jadi gereja-gereja ini sedang menghadapi beberapa tekanan eksternal yang serius.


Gereja-gereja ini juga mengalami tekanan internal. Keadaan mereka, umumnya sebagian besar gereja terpecah belah. Menurut Yesus, lima dari tujuh gereja itu perlu melakukan reformasi - dan mereka telah ada selama kurang dari 50 tahun.


Surat-surat ini adalah catatan terbaik yang kita miliki tentang bagaimana keadaan gereja setelah melalui beberapa dekade pertama setelah Pentakosta. Ini adalah evaluasi yang realistis karena penilaian itu berasal dari Yesus sendiri.


Tentu saja, surat-surat ini ditulis terutama untuk gereja-gereja tertentu tetapi berlaku juga untuk semua orang Kristen di seluruh zaman - baik untuk jemaat Kristen setempat maupun perorangan. Seperti yang diulang dalam setiap surat, "barangsiapa yang memiliki telinga hendaknya mendengar" harus perhatikan.


Gereja adalah tempat di mana kita datang untuk mendengarkan apa yang Yesus katakan.

Kadang-kadang kita berharap gereja menjadi seperti rumah contoh - tampilan rapih dan mulus. Tetapi rumah contoh tidak dipakai untuk tempat tinggal. Ketika rumah-rumah itu ditempati mereka menjadi berantakan. Selama Yesus tetap berusaha memanggil orang-orang berdosa untuk menjadi gereja-Nya, itulah yang akan terjadi.


Lihat sejarah gereja dan anda akan menemukan gereja seperti ketujuh gereja ini. Tentu, ada kerusakan di antara gereja-gereja ini: mayoritas dari mereka setia ada di gereja-gereja awal; di gereja zaman akhir, mayoritas anggotanya salah. Tetapi pada saat yang sama, lihat perkembangan janji yang Yesus berikan - terlihat jelas bahwa "di mana dosa berlimpah; anugerah melakukan jauh lebih berlimpah. "

Tetapi kenapa masalah sering terjadi dalam gereja? 


Masalah internal biasanya datang ketika gereja kehilangan Injil dan jatuh ke dalam salah satu cara legalisme atau sebaliknya ke arah antinomianism.


Legalisme adalah konsep bahwa Anda dapat menjadi benar dihadapan Allah hanya berdasarkan cara hidup yang baik.


Antinomianisme adalah gagasan bahwa anda dapat menjadi benar dihadapan Allah pada saat yang sama terus menjalani hidup semau yang anda inginkan. Hal ini dapat menyebabkan hidup semaunya.

Apa yang dibutuhkan adalah Injil yang seimbang.


Untuk menggambarkan hal ini, Martin Luther bercerita tentang petani mabuk. Dia bertanya kepada orang-orang, "Apakah anda tahu apa yang terjadi ketika anda menempatkan petani mabuk keatas kuda? Satu hal yang pasti terjadi adalah bahwa ia akan jatuh dari kuda! Apa yang anda tidak tahu adalah apakah ia akan jatuh dari kuda ke sebelah kanan atau ke kiri! "


Luther merasa bahwa orang Kristen seringkali mirip petani mabuk di atas kuda. Kita juga mengalami kesulitan menjaga keseimbangan antara Injil kasih karunia, di satu sisi, dan mematuhi hukum di sisi lain. Luther merasa bahwa setiap kali ia memberitakan Injil, orang-orang lupa untuk taat. Dan setiap kali ia berkhotbah ketaatan, mereka lupa Injil.


Ketika kita menyadari bahwa kita tidak layak untuk mengklaim prestasi kepada Allah, berarti kita harus datang kepada Yesus dan percaya dalam kehidupan-Nya sendiri, yang diberikan kepada kita sebagai hadiah gratis, kita memberikan hati kita kepadaNya dan mau menurut-Dia dengan rasa syukur. Ada hubungan kasih.


Tuhan adalah teman terbaik yang kita miliki. Ini adalah jantung dari semua hal tentang kekristenan . Itu sebabnya kita perlu pandangan segar dari Kristus yang telah bangkit. Kita bisa menemukan jalan pulang. Kita dapat memperbaharui diri kita.


Masing-masing dari ketujuh jemaat itu dinilai oleh kemampuan mereka untuk membagikan cahaya Yesus di kegelapan dunia. Setiap kaki dian menghasilkan cahaya melalui setiap individu manusia. Kita memancarkan keadaan diri kita.


Dalam surat-surat ini, kita melihat evaluasi yang paling akurat tentang keadaan gereja-gereja ketika gereja-gereja muncul dari periode apostolik. Inilah awal dari semua kejahatan yang akan menyusul untuk 2000 tahun depan. Benih yang kecil disini akan tumbuh menjadi sangat besar. 

Seluruh nasihat ini diberikan dalam terang waktu masa kesukaran besar yang akan tiba sebelum kedatangan Yesus. Kita menunggu kembalinya Yesus ke dunia ini. Pesan ini sangat istimewa bagi kita. Buku ini menjadi hidup ketika masa sulit datang.


Buku ini tidak dimaksudkan untuk mereka yang sedang merasa nyaman. Semakin seorang Kristen merasa bahwa dunia membenci mereka, semakin besar kekuatan buku ini . Kaki dian mereka akan bersinar terang seperti bintang di langit saat malam dingin dan gelap. 


Meskipun kekurangan dan kegagalan mereka, mereka tetap bagian dari gereja Kristus. Fakta bahwa Yesus masih berada di antara gereja-Nya adalah isi pesan dari Wahyu 1-3. Dia mengasihi gereja-Nya dan memuji mereka. Seringkali juga, Dia memandang perlu untuk menegur gereja-Nya; tetapi ketika Dia menegur, Dia selalu memberikan janji dan harapan untuk masa depan.


Kembali ke Sesi#6 atau Lanjut ke Sesi#7

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now