google0bd4cb5486ad7f54.html 2.1 Ayat Petunjuk Arah

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

2.1 Ayat Petunjuk Arah

Updated: Feb 6, 2019


Bacaan Tambahan untuk Sesi#2


Layaknya wisatawan yang sedang menuju suatu tempat, kita akan memulai perjalanan kita menelusuri waktu dalam kitab yang disebut Wahyu. Pada akhir perjalanan, kita berharap dapat mencapai tempat tujuan kita, langit yang baru dan bumi yang baru seperti yang terungkap dalam Bab 21 dan 22. Di dalam kota yang disebut Yerusalem Baru, kita dapat menemukan persekutuan dengan Allah dan mencapai tujuan kita untuk hidup kekal.



Saat kita berjalan menelusuri kitab Wahyu, ada bagian-bagian yang memungkinkan kita berbelok menuju jalan yang salah, apalagi kitab Wahyu memiliki jalinan khayal dan simbol yang rumit.


Tidak tampak alur pemikiran yang normal dalam buku ini, namun sangat mungkin untuk menemukan jalannya, jika kita memahami bagaimana kitab Wahyu "dipetakan" oleh penulisnya.

Kebanyakan buku saat ini memiliki unit bagian yang dimulai dengan pengenalan dan diakhiri dengan kesimpulan.Hal ini memungkinkan pembaca untuk mengetahui ide dan niat penulis.


Namun, Yohanes kelihatannya tidak melakukan hal ini. Sebaliknya, Yohanes pada bagian akhir dari setiap unit bagian memberikan ringkasan perkenalan atau yang biasa disebut Preview atas unit bagian berikutnya.


Kita namakan ayat-ayat tersebut sebagai "Ayat Petunjuk Arah ." Jika kita ikuti "Petunjuk Arah" dengan tekun, kita tidak akan kehilangan jalan menuju Yerusalem Baru. Pesan kitab Wahyu akan menjadi lebih jelas dan lebih berarti bagi kita.


Sejarah gereja Kristen penuh dengan cerita tentang bagaimana orang telah menyalahgunakan kitab Wahyu sehingga merugikan mereka sendiri.


Mengenali ayat-ayat Petunjuk Arah ini, memungkinkan pembaca untuk memahami ayat-ayat selanjutnya dalam Wahyu dengan benar, karena Yohanes sang penulis telah mengisyaratkan niatnya lebih awal. Hal Ini seharusnya menghindari pembaca yang mencoba-coba melakukan interpretasi yang sebenarnya tidak pernah ada dalam pikiran penulis asli nya.


Saat kita menjalani rangkaian Seminar ini, kita akan menggunakan berbagai "Ayat Petunjuk Arah" untuk membantu kita tetap berjalan pada jalur yang benar. sebagai contoh-contoh berikut :


Wahyu 1: 1

Yohanes meletakkan arah seluruh isi buku sebagai buku yang mengungkap Yesus Kristus. Isu sentral dari buku ini akan berputar di sekitar keselamatan yang terdapat di dalam Yesus Kristus, tentang para pengikut-Nya dan tentang orang-orang yang akan menentang mereka.


Kitab Wahyu tidak hanya tentang peristiwa akhir zaman, seperti yang banyak disangka orang  (Wahyu 1: 1 menyinggung /Allude Daniel 2 sebagai model dan menunjuk kepada hal-hal yang segera akan terjadi, sehingga ada beberapa nubuatan akhir zaman dalam Ayat Petunjuk Arah ) tetapi peristiwa akhir yang dinyatakan dalam kehidupan, kematian, kebangkitan dan pemerintahan Yesus disurga.


Jika dipahami dengan benar, seluruh isi buku ini akan membantu para pembaca dan pendengar melihat Yesus di ungkapkan dan dipahami dengan cara yang tidak terdapat dalam Kitab Injil. Dengan demikian kita menemukan Yesus terungkap dalam khayal yang pertama Wahyu 1:12 - 18

Wahyu 1:19 - 20

Khayal tentang Yesus Kristus diakhiri dengan ajakan kepada Yohanes untuk menulis apa yang ia lihat, apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi kemudian, yang berfungsi sebagai kata pengantar atas surat yang dikirimkan kepada ketujuh jemaat dalam pasal 2 dan 3.


Bab 1:19 dan 20 sebenarnya merupakan ringkasan perkenalan dari seluruh buku: hal-hal "yang sekarang" (lihat  Wahyu pasal 2 dan 3) dan kejadian masa depan (lihat Wahyu pasal 4-22)



Wahyu 3:21

Yesus berjanji "Bagi mereka yang menang, Aku akan berikan hak untuk duduk dengan Aku di atas takhta-Ku, sama seperti Aku telah menang dan duduk dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."


Wahyu Pasal 4 dan 5 menunjukkan bagaimana Yesus diberikan hak untuk memerintah karena kematian-Nya. Wahyu Pasal 5 memberikan gambaran tentang pelantikan Yesus di atas takhta. Sesudah Wahyu Pasal 7 barulah kita temukan pengikut-Nya berdiri bersama-Nya di depan takhta itu.


Sebelumnya, kita menemukan pada Wahyu Pasal 6, di mana Yesus sebagai Anak Domba membuka meterai buku yang disegel; Oleh karena itu, pembukaan tujuh meterai menceritakan bagaimana orang-orang yang mengikuti Yesus telah menang dan mendapatkan hak untuk memerintah bersama dengan Yesus.


Pembukaan meterai untuk melepaskan 4 penunggang kuda ini terkait dengan bagaimana sambutan manusia terhadap kabar baik tentang Yesus dan panggilan-Nya.

Wahyu 6: 9 - 11

Seruan diberikan untuk tindakan pembalasan yang harus dilakukan kepada penduduk bumi. Meterai yang kelima adalah penting bagi meterai- yang muncul kemudian, yaitu ketika Allah melangkah dan membawa penghakiman atas mereka yang melawan umat-Nya. Ketika tujuh sangkakala dibunyikan, hal itu memberikan maksud dan tujuan dari penghakiman Allah.


Kemudian dalam Wahyu 8: 2 - 6 & 13, kita membaca bagaimana Allah menjawab doa-doa yang dipanjatkan oleh umat Allah untuk menghukum mereka yang telah menganiaya umat-Nya para penduduk bumi. Pemahaman atas latar belakang ini membantu menjaga kita agar tetap pada jalur , dalam menafsirkan tentang terompet

Wahyu 6:16 - 17

Di sini kita ditunjukkan bagaimana alam bergejolak menyertai kedatangan Yesus Kristus yang keduakali ke dunia ini yang membuat manusia sangat ketakutan. Hal ini menyebabkan mereka bertanya "siapa yang dapat bertahan?" Bab 7 menjawab pertanyaan ini dengan menampilkan bagaimana Allah akan memeteraikan dan melindungi umat-Nya.

Wahyu 10: 5 - 7

Saat terompet yang ketujuh dibunyikan, seperti yang tercatat dalam Wahyu 11:15. Itu adalah saat ketika misteri Allah [Injil] akhirnya digenapi. Artinya, Injil telah diberitakan ke seluruh dunia seperti yang dijanjikan oleh Yesus.

Wahyu 11:18

Ayat-ayat berikut ini berfungsi sebagai rangkuman dari sisa kitab Wahyu dengan mengumumkan :


1. Bangsa-bangsa marah.

Wahyu 13 dan 14 berbicara tentang ujian akhir kesetiaan perihal ibadah. Jika pengikut Kristus tidak mematuhi kekuasaan duniawi, mereka akan dihukum mati.


2. Murka Allah telah tiba.

Wahyu 15 dan 16 memperlihatkan tujuh malapetaka terakhir, yang digambarkan sebagai murka Allah.


3. Waktu untuk mengadili orang yang lebih dahulu mati.

Dalam Wahyu 20:12, orang yang telah mati, bangkit berdiri menghadap pengadilan takhta putih yang besar.


4. Waktunya untuk memberikan upah kepada orang-orang kudus.

Wahyu 21 dan 22 menunjukkan Dunia Baru, yang merupakan upah bagi umat Allah yang setia.


5. Mereka yang telah merusak bumi akan dimusnahkan.

Wahyu 19: 2 menggambarkan bagaimana pelacur besar telah merusak bumi. Wahyu 20 menggambarkan tentang kehancuran orang fasik.



Kembali ke Sesi#2 Wahyu Yesus Kristus atau Lanjut ke Sesi#3 Efesus & Smyrna


  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now