google0bd4cb5486ad7f54.html 16.2 Tanda Binatang dan Sabat Hari Ke-7

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

16.2 Tanda Binatang dan Sabat Hari Ke-7

Tanda binatang yang telah menjadi subyek banyak spekulasi sepanjang era Kristen. Sebagian orang menganggap bahwa nubuatan itu telah digenapi pada abad pertama di antara mereka, kepada siapa Wahyu pertama kali ditulis.


Masalahnya adalah bahwa tidak ada komentator atau sejarawan yang dapat menemukan catatan tentang penggenapan itu. Jelas bahwa krisis perihal peribadatan ini terjadi di akhir sejarah manusia dan akan mudah diidentifikasi ketika tanda binatang diberlakukan.


Sekarang ini sebagian orang yang mengklaim bahwa tanda itu adalah chip komputer yang ditempatkan di tangan kanan atau dahi. Namun, Wahyu 14: 9-11 tampaknya menyiratkan bahwa mereka yang menerima tanda binatang adalah sebagai akibat dari pilihan yang mereka ambil untuk menyembah binatang dan patungnya.


Dalam membuat keputusan ini mereka sekarang menerima murka Allah.


Sangatlah mungkin untuk menolak menerima tanda itu karena ancaman kehilangan mata pencaharian seseorang, karena tidak boleh membeli atau menjual dan bahkan kehilangan nyawa mereka sendiri yang terdapat dalam Wahyu 13: 15-17.


Tanda dari binatang itu dan menyembah patung binatang itu adalah pilihan yang dibuat setiap manusia: tanda itu mudah dilihat karena terkait dengan pilihan ibadah mereka.


Wahyu menegaskan bahwa mereka yang tetap setia kepada Allah akan mematuhi perintah-perintah Allah. (Lihat Wahyu 12:17; 14:12) Mereka yang tetap setia kepada Allah tidak akan memiliki masalah dengan masyarakat dalam mempraktekkan enam hukum yang terakhir.


Keenam hukum itu berhubungan dengan bagaimana kita memperlakukan sesama kita. Sulit untuk membayangkan orang-orang menganiaya orang lain hanya karena mereka menolak untuk mencuri, berbohong, berzinah dan menghormati orang tua mereka dll.


Isu yang keluar dari Wahyu 12-14 jelas fokus di daerah di mana perintah-perintah Allah yang berhubungan dengan ibadah. Dengan menyembah binatang dan patungnya, dan menghujat nama Allah kita bisa melihat tiga hukum yang pertama dilanggar oleh kekuasaan antikristus.


Sementara kita dapat melihat bahwa keempat perintah yang pertama mengenai ibadah merupakan fokus utama dalam Wahyu 13, tanda binatang menunjukkan serangan yang lebih langsung terhadap perintah Sabat.


Meterai Allah di dalam Wahyu juga terlihat kontras dengan tanda dari binatang, ketika mereka yang menghadapi krisis akhir memiliki salah satu tanda entah tanda meterai Allah di dahi (Wahyu 7: 3) atau tanda binatang di tangan kanan atau dahi mereka. (Wahyu 13: 14-17)


Umat Kristen mengerti bahwa Allah telah bekerja memeteraikan umat-Nya melalui pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka (2 Korintus 1:21; Efesus 1:13, 14; 4:30).


Pada krisis akhir-zaman perihal ibadah, kita dihadapkan dengan ujian yang muncul tepat dihadapan mata, yang jelas akan membedakan orang-orang yang setia kepada Allah sebagai orang-orang yang menuruti perintah Allah dan tetap setia kepada Yesus (Wahyu 14:12)


Ahli Alkitab yang sangat dihormati, Meredith Kline, menunjukkan bahwa Sepuluh Hukum mengikuti format dari perjanjian jaman kuno yang dicap dengan segel kepemilikan dan kewenangan di tengahnya.


Sabat hari ketujuh yang merupakan perintah yang keempat Allah sang Pencipta dan oleh karena itu berdiri sebagai meterai perjanjian yang terdapat di pusat dari Sepuluh Hukum Allah.


Bahwa Sabat akan menjadi tanda atau meterai (kedua kata tersebut dapat digunakan secara bergantian) yang pas yang dapat dengan mudah dipahami oleh mereka dengan latar belakang Perjanjian Lama, sebagaimana, atau seperti yang sering kita lihat sebelumnya , Wahyu dan bahasa simbolik terus mengacu pada cerita Perjanjian Lama dari bangsa Israel untuk menggambarkan apa yang terjadi kepada mereka yang memilih untuk mengikuti Yesus pada akhir zaman.


1 Meredith G. Kline, The Structure of Biblical Authority, 2d ed.(Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1975), 120.


Tanda binatang dan Hari Ketujuh Sabbath yang diberikan Allah kepada Israel dapat disebut sebagai perintah "tanda " yang diberikan agar:


1. Mereka tetap mengingat Allah dan perlindungan Allah bagi mereka


2. Hal itu berfungsi sebagai identifikasi tanda-tanda atau simbol perihal hubungan khusus mereka dengan Sang Pencipta


3. Hal itu mencakup beberapa bentuk upacara ibadah dan penurutan (berbeda dengan perintah-perintah lain yang termasuk seperti mencuri, membunuh atau perzinahan).


4. Penurutan akan jelas menandakan umat Allah berbeda dari orang-orang yang menyembah dewa-dewa lainnya. Dengan kata lain hal itu akan mudah diamati oleh orang lain.


Contoh perintah "Tanda" lainnya dapat dilihat dalam hal sunat (Kejadian 17:11) , Hari Raya Roti Tidak Beragi dan hukum anak sulung, yang kedua-duanya merupakan tanda di tangan dan dahi (Keluaran 13: 9, 16).


Sabat hari ketujuh digunakan sebagai perintah "tanda" untuk umat Allah


Sabat adalah perintah tanda dari Perjanjian (atau Sepuluh Perintah Allah) dan dengan demikian tepat ditemukan di jantung dari Sepuluh Hukum.


1. Hal Ini termasuk mengingat Allah sebagai Pencipta.(Keluaran 20: 8-11)


2. Hal itu berfungsi sebagai tanda mengidentifikasi atau simbol hubungan khusus mereka dengan Sang Pencipta (Yehezkiel 20:12, 20)


3. Termasuk bentuk penurutan dalam hal ibadah.


4. Hal ini dapat diamati dengan cara menyatakan siapa yang menyembah hanya kepada Sang Pencipta .


Bagaimana cara Allah menempatkan tanda-tanda (atau meterai) pada manusia?


Ketaatan kepada perintah Allah dinyatakan sebagai cara untuk menunjukkan cinta dan kesetiaan terhadap Allah dan digambarkan sebagai tanda pada tangan atau dahi (Ulangan 6: 4-8; 11: 18-21).


Dalam krisis akhir-zaman perihal ibadah, mereka yang mendapatkan perlindungan Tuhan memiliki meterai Allah pada dahi mereka.(Wahyu 7: 3)


Sebaliknya :


Tanda binatang itu diungkapkan dengan menggunakan bahasa perintah tanda:


1. Hal Ini mencakup mengingat dan menghormati binatang yang terluka oleh pedang namun kembali hidup. Wahyu 13:14


2. Ini berfungsi sebagai tanda atau simbol yang menandakan hubungan khusus mereka dengan binatang dan juga mencari perlindungan dari binatang .(Wahyu 13: 15-17)


3. Ini melibatkan bentuk ketaatan dalam hal ibadah.


4. Hal ini dapat diamati dengan cara seperti untuk menyatakan siapa yang menyembah binatang dan patungnya.


5. Ketaatan kepada binatang itu dinyatakan sebagai cara untuk menunjukkan loyalitas dan digambarkan sebagai tanda di dahi atau tangan (Wahyu 13:16)


6. Mereka yang memiliki tanda ini akan menerima perlindungan (Wahyu 13: 15-17)


Serangan terhadap ibadah Sabat hari ketujuh milik Sang Pencipta dalam Wahyu 13 dibuat dengan menggantikan tanda yang mirip-Sabat.






Tanda binatang yang memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menentang hari Sabat hari ketujuh:


  • nama Allah muncul dalam perintah Sabat.

  • Tanda binatang tersebut adalah nama binatang


  • "Jumlah Angka" Tuhan adalah Sabat hari ketujuh

  • binatang itu memiliki Jumlah Nama: 666.


  • Sabat hari ketujuh milik Tuhan adalah perhentian dari pekerjaan

  • Tanda binatang tersebut juga akan melarang bekerja tetapi untuk alasan yang berbeda.


  • Sabat hari ketujuh melepas ikatan ekonomi

  • Tanda binatang menggunakan kekuatan ekonomi.


  • Sabat hari ketujuh adalah undangan dari Sang Pencipta untuk berhenti

  • Tanda binatang adalah pemberontakan yang terus menerus terhadap Sang Pencipta.


  • Sabat hari ketujuh membawa perhentian , pemulihan dan penyegaran

  • Mereka yang menerima tanda binatang itu tidak akan pernah menemukan perhentian yang mereka cari. (14:11)



Tanggapan Allah terhadap tanda binatang di wahyu pasal 13 terdapat dalam pekabaran tiga malaikat dari pasal 14: 6-12. Dituntun oleh undangan Injil. (Ayat 6)


Alasan untuk menyembah Allah sang Pencipta diambil dari kata-kata dan perintah untuk menjaga Sabat hari ketujuh. (Wahyu 14: 7)


Bila dipahami dengan benar, Hukum hari Sabat bisa disebut Hukum Injil. Hanya mereka yang beristirahat di dalam Yesus dapat benar-benar menjadikan Sabat sebagai hari perhentian. Mereka percaya akan pekerjaan keselamatan yang Yesus telah lakukan dan mereka berhenti dari usaha mereka sendiri.


Walaupun tidak semua nubuatan yang belum digenapi dimengerti dengan baik, dan kita harus tetap terbuka untuk terus belajar karena kita sudah semakin dekat dengan akhir zaman, namun dari apa yang sudah kita pelajari sebelumnya di atas bahwa tanda binatang akan bertentangan dengan penurutan kepada Sabat hari ke Tujuh.


© All rights reserved Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Divisi Pasifik Selatan, diterjemahkan oleh Michael Mangowal.  Tidak untuk diperdagangkan.


Kembali ke Sesi#16

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now