google0bd4cb5486ad7f54.html 15.2 Hari Yang Patut Di Ingat

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

15.2 Hari Yang Patut Di Ingat

Updated: Feb 23, 2019

Semua bangsa memiliki hari yang khusus untuk memperingati peristiwa penting di masa lalu . Sering hari tersebut terkait dengan asal-usul atau kelangsungan hidup bangsa dan diperingati dengan sangat serius, agar generasi sekarang dan masa depan tidak akan melupakan mereka yang telah berkorban demi keberadaan bangsa itu sampai saat ini .


Sekarang ini masyarakat kita telah melupakan asal-usulnya. Kepercayaan pada Tuhan Pencipta sebagian besar telah dikuburkan. Sebelumnya, ketika kebanyakan orang percaya bahwa Tuhan di surga yang mememlihara kita, budaya kita berlangsung stabil . Hal Ini memberi makna dan tujuan di balik keberadaan kita.


Sekarang sebagian besar orang tidak memiliki kepastian lagi. Mereka perlu untuk menemukan kembali asal usul mereka dan mencari Tuhan.


Akibatnya banyak orang yang seperti anak-anak yatim piatu - yang bertanya "Dari mana asal usul kita ?" "Kemana kita akan pergi?" "Apakah hidup memiliki Arti?" 


1.  Sangat menarik untuk dicatat bahwa ketika sejarah manusia dimulai, Tuhan membuat aturan untuk mencegah kita melupakan-Nya. Baca Kejadian 2: 1-3.


Ayat 3.

Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.


Seolah-olah Tuhan berkata kepada orang tua pertama kita "Lihatlah dunia ini indah, penuh benda-benda yang mengagumkan; namun tidak satupun dari mereka yang dapat memuaskan kamu. Engkau dibuat untuk bersekutu dengan Aku, oleh karena itu marilah kita menghabiskan seluruh hari pertama mu bersama-sama sebagai sebuah contoh untuk sepanjang sisa hidup mu. "


2. Baca Keluaran 20: 8-11 ketika Allah memberikan Sepuluh Perintah Allah dia mengatakan kepada kita alasan mengapa Dia melembagakan hari Sabat pada minggu penciptaan.


Perhatikan Ayat 11.

Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.


"  Kata Sabat berarti "beristirahat".Hari Sabat adalah untuk ditetapkan sebagai peringatan penciptaan.


3. Apakah hari Sabat diberikan hanya satu bangsa atau ras?  Baca Yesaya 56: 6, 7.  Siapa yang disebutkan dalam rencana Allah untuk menjaga hari Sabat?



Ayat 6

Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,


Sabat dimaksudkan untuk menjadi hadiah kasih sayang dari Sang Pencipta: Undangan untuk menghabiskan waktu bersama-Nya. Waktu adalah bagian utama dari kehidupan . Dua orang yang sedang jatuh cinta ingin menghabiskan waktu bersama-sama. Kualitas cinta mereka ditentukan kualitas waktu mereka bersama-sama.


4. Apa sikap Yesus untuk hari Sabat?   Untuk siapa, Yesus katakan, hari Sabat dijadikan?  Baca Markus 2:27, 28.


Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."


Perhatikan bahwa orang Yahudi di zaman Kristus telah membuat Sabat suatu beban. Mereka memiliki ratusan hukum yang mereka tambahkan kedalam perintah Sabat yang membuatnya menjadi beban bukan berkat.


Kristus datang sebagai pembaharu Sabat.   Baca Markus 1: 21-31; 3: 1-6; Lukas 13: 10-17; 14: 1-6; Yohanes 5: 1-20; 9: 1-41. Lihat bagaimana Yesus menghapuskan ide-ide mereka tentang bagaimana cara menjaga kesucian hari sabat. Bila Yesus ingin menghapuskan hari sabat sebagai hari ibadah, menurut anda apa perlu Yesus bersusah payah berurusan dengan semua masalah ini?


Secara umumnya diakui bahwa Injil adalah buku terakhir dalam penulisan Alkitab dan bahwa peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus itu dipilih oleh sang penulis untuk memenuhi kebutuhan gereja Kristen zaman itu, pada saat Injil di tulis.


Yang pasti ada pertanyaan-pertanyaan di benak para anggota gereja yang mula-mula pada zaman Alkitab ditulis, yaitu bagaimana cara memelihara hari Sabat, bukan apakah perlu memelihara hari Sabat.


Baca Matius 24:20 di mana Yesus memperingatkan tentang kehancuran yang akan terjadi kepada Yerusalem yang berlangsung di 70 AD. Apakah Ia mengantisipasi bahwa para pengikut-Nya akan tetap menjaga Sabat pada waktu itu? 


5. Bagaimana sikap dari kitab Perjanjian Baru perihal hari Sabat? Baca Kisah 13:14, 42-44; 16:13; 17: 2; 18:4.

Dalam ayat-ayat ini kita telah mencatat sejarah gereja Kristen yang mula mula. Perhatikan bahwa hari Sabat masih disebut hari Sabat. Tidak ada kontroversi dalam Perjanjian Baru apakah kita perlu menjaga hari Sabat atau tidak.


[Hal Ini sangat kontras dengan kontroversi perihal menghapuskan sunat. Jika memang Yesus dan para Rasul mengajarkan bahwa hari Sabat itu harus dihapuskan tentu akan sangat aneh kenapa tidak terjadi kontroversi atau perdebatan. Padahal orang Kristen yang mula-mula adalah orang Yahudi.] 


Malahan sebaliknya buku terakhir dalam Alkitab menyatakan:


Wahyu 1:10 "Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,"


Baca Matius 12: 8 dan Keluaran 20: 10. Apakah yang dimaksud dengan hari Tuhan itu?


6. Sabat dan Kabar Baik tentang Yesus Kristus.

Tidak ada subjek dalam Alkitab yang memiliki arti jika tidak dikaitkan dengan Yesus Kristus. Dia yang menciptakan dunia ini di awal dan juga membuat hari Sabat?


Baca Yohanes 1:1 - 3, 10, 14.


Perhatikan bagaimana Alkitab menggambarkan kedatangan Yesus ke dunia ini dalam bahasa yang mirip dengan kisah penciptaan dalam Kejadian. Yesus datang untuk melakukan pekerjaan penciptaan.


Dosa telah memasuki dunia dan Yesus datang sebagai Adam kedua untuk memenangkan kembali apa yang hilang [Roma 5:17].


Ketika Dia mati di Kalvari [yang merupakan hari ke-6] Ia berseru "selesai" [sama seperti yang Allah lakukan pada akhir hari ke-6 dari minggu penciptaan ].


Sama seperti pada minggu penciptaan, Dia sekali lagi beristirahat pada hari Sabat [namun saat ini di dalam kubur].


Yesus menawarkan kepada kita beristirahat di dalam Dia. [Baca Matius 11:28]. Hanya mereka yang beristirahat di dalam Yesus untuk keselamatan mereka, dapat dan akan rindu memelihara hari Sabat.


Istirahat Sabat secara fisik, menjadi lambang dari sisa hati nurani menikmati sepanjang minggu yang telah lalu.


Dalam terang salib, perhentian Sabat yang dipelihara umat Allah adalah waktu perayaan, tidak hanya dari ciptaan asli dan sempurna Allah tetapi juga kabar baik penebusan yang sempurna oleh Kristus.

[Baca Ibrani 4: 3-6]


Dalam dunia, kita menghadapi tekanan dan ketegangan yang tiada henti. Tetapi Tuhan telah memberi kita karunia cinta: Suatu hari dimana kita bisa melupakan kekhawatiran kita dan menyembah Dia. 


Sabat mengingatkan kita bahwa kita diciptakan menurut gambar Allah. Kita bukan yatim piatu. Kita bukan datang dari lubang lumpur. Kita memiliki darah bangsawan yang mengalir melalui pembuluh darah kita.


Di mata Allah semua orang adalah penting. Tuhan menempatkan kita di sini untuk suatu tujuan. Salah satu tugas penting yang diberikan kepada kita adalah untuk menjaga ciptaan-Nya.


Sabat mengingatkan kita akan rumah Eden kita yang hilang, tetapi yang juga satu hari kelak dikembalikan kepada kita.


Sabat adalah saat ketika keluarga bisa berkumpul bersama-sama. [Banyak keluarga dan perkawinan yang hancur karena mereka tidak mempunyai waktu dengan satu sama lain.]


Betapa indahnya hal itu ketika melihat keluarga bersatu bersama-sama dalam ibadah pada hari Sabat atau berjalan melalui alam menikmati setiap kebersamaan.


Kita dibuat untuk bekerja, kemudian istirahat. Jika kita gagal untuk mengambil waktu untuk istirahat, kita mengurangi kemampuan kita untuk melakukan pekerjaan berikutnya.


Sabat adalah simbol penciptaan dunia ini dan penciptaan kembali (rekreasi) kita dalam Yesus Kristus.


Simbol tentu penting bagi kita.


Siapa yang akan menghapuskan jabat tangan, mencium anak mereka, menghormat bendera negara mereka? Orang Indonesia yang sejati tidak akan pernah melupakan hari Kemerdekaan 17 Agustus. Terlebih lagi para tentara kita.


Simbol adalah juga penting bagi Allah. Apakah orang Kristen berani mengatakan kita harus melupakan roti, anggur dan baptisan sebagai simbol peringatan kematian dan kebangkitan Kristus?


Ingatlah hari Sabat dan kuduskanlah adalah undangan dari Sang Pencipta sendiri untuk merayakan penciptaan dan penebusan kembali akan ciptaan Nya.

Pelajaran lanjutan:


1. Baca Lukas 4:16 Apakah Anda melihat arti penting dalam kebiasaan yang Yesus lakukan dalam hal hari ibadah-Nya ?


2. Baca Lukas 23:56.Apa yang orang-orang yang paling dekat dengan Yesus [dan diperintahkan oleh-Nya] lakukan setelah kematian-Nya?


Apakah Anda bersedia untuk membuka hati Anda sebagai orang Kristen yang tulus rindu untuk melakukan perintah Allah?


Kembali ke Sesi#15

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now