google0bd4cb5486ad7f54.html 14.2 Catatan Tambahan Sesi#14

© 2023 by AHFA. Proudly created with Wix.com

  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • michael@adventvision.com

14.2 Catatan Tambahan Sesi#14

Gambaran Umum

Sampai saat ini, ceritanya selalu tentang perjuangan yang dialami gereja baik secara internal, dengan godaan spiritualnya, dan eksternal, karena menghadapi dunia yang memusuhi gereja.


Sekarang pada babak kedua kitab Wahyu fokusnya pada akhir zaman dan peristiwa-peristiwa terakhir dalam sejarah dunia ini dalam konteks periode sejarah yang dibahas di 11 pasal pertama.


Sekarang kita diberi wawasan akan cerita di balik panggung. Ketika tirai ditarik menunjukkan kepada kita mengapa seringkali gereja begitu sering menghadapi masa penganiayaan. Dan sekarang para pemain utama diperkenalkan. Seperti halnya drama kuno, pemain utama akan tampil di atas panggung.


Saat kita mempelajarinya, kita dapat melihat cerita kita sendiri tergambar didalam juga. Hal Ini membantu kita menemukan makna dalam perjuangan sehari-hari: kita melihat diri kita sebagai bagian dari perjuangan kosmik yang lebih besar antara kekuatan baik dan jahat.


Hidup sering kali dapat membingungkan; segalanya dapat muncul terjadi pada kita tanpa alasan apapun. Sekarang kita mulai mendapatkan jawabannya sehingga beban hidup dapat lebih mudah untuk ditanggung jika kita bisa melihat ada arti dan tujuan hidup.



Ukuran alam semesta sangat memusingkan. Sementara Planet Bumi adalah tempat yang besar, menjadi kecil bila dibandingkan dengan planet lain yang mengitari sebuah bintang dengan ukuran rata-rata.


Tata surya kita terletak di pinggiran sebuah galaksi dengan ukuran rata-rata, yang berisi sedikitnya 100 juta bintang, banyak dari mereka memiliki sistem tenaga surya mereka sendiri.


Kita sekarang mengerti bahwa ada miliaran dan miliaran galaksi di alam semesta. Ini berarti kita baik sangat penting - atau sangat tidak penting.


Ketika Anda melihat bagaimana mudahnya planet kita bisa hilang di alam semesta yang takterbatas, Anda mungkin mulai berpikir kita ini tidak penting. Namun ketika Anda membaca Wahyu 12 Anda mendapatkan kesan yang sangat berbeda. Apa yang terjadi di sini mungkin memiliki arti yang lebih penting bagi alam semesta dibanding peristiwa yang terjadi di tempat lain.


Dengan dimulainya Wahyu 12, kita mulai melihat isi dari kitab gulungan yang tertutup (di meterai).


Gulungan kitab yang tertutup tidak bisa dibuka sampai semua meterai telah dilepas. Dibukanya tujuh meterai dan penghakiman dari tujuh sangkakala merupakan awal dari pembukaan gulungan kitab yang dimeteraikan.


Kitab Gulungan berada di Wahyu 10, ketika dinyatakan bahwa tidak akan ada lagi penundaan. Hal ini untuk menjawab seruan umat Allah dalam meterai yang kelima, "Berapa lama, ya Tuhan sebelum Engkau membela kami?"


Dengan bunyi terompet yang ketujuh, misteri Allah akan berakhir, yaitu, berakhirnya pemberitaan Injil ke seluruh dunia. Seiring dengan itu datang pengalaman manis dan pahit, terlihat dalam dibunuhnya Dua Saksi sebagai akibat dari serangan yang dilakukan oleh binatang dari jurang lobang gelap (Abyss).


Gereja hidup di dalam dunia yang membenci Injil. Ketika gereja membuat proklamasi atau pekabaran terakhir, maka gereja akan mengalami permusuhan dan penganiayaan. Tetapi, setelah memakan buku, Yohanes diperintahkan untuk bernubuat lagi perihal banyak bangsa, negara, bahasa dan raja-raja.


Khotbah ini dimulai dalam Wahyu 12. Sekarang pembukaan dari isi kitab itu menunjukkan nasib mereka yang setia kepada Kristus karena mereka menghadapi perlawanan sengit dari setan di hari-hari terakhir sejarah dunia.


Paruh pertama Kitab Wahyu mencakup era Kristen dari masa kenaikan Kristus ke surga hingga Dia kembali ke bumi ini untuk menjemput umat-Nya.


Babak kedua, dimulai dalam Wahyu 12, fokusnya pada akhir zaman dan peristiwa-peristiwa terakhir dalam sejarah dunia ini.


Kita telah melihat bahwa Wahyu 11:18 adalah bagian dari ayat-ayat dua arah (duo-directional )yang menjadi pijakan bagi babak kedua ini. Yang menyimpulkan peniupan sangkakala dan juga pada saat yang sama memberikan ringkasan tentang apa isi seluruh sisa paruh kedua dari kitab Wahyu ini .


Kekuatan-kekuatan dunia ini, baik agama dan sekuler, akan bekerjasama melawan Allah di surga dan umat-Nya, tetapi Allah akan masuk campur tangan dan menghancurkan kekuatan-kekuatan dunia untuk menyelamatkan dan memberikan upah keselamatan bagi umat-Nya.


Akan ada beberapa isu-isu penting dan Wahyu 11:19 menggunakan gambaran Tabut Perjanjian, yang membantu mengidentifikasi isu-isu penting tersebut.


Sejauh ini kita telah melihat bahwa perjanjian yang dibuat dengan Israel menentukan gambaran adegan dilepasnya segel meterai. Perjanjian Lama menceritakan kisahnya berulang-ulang tentang bagaimana Allah telah memperbarui perjanjian-Nya dengan Israel karena mereka terus melanggar.


Allah selalu ingin menulis hukum-Nya dalam hati dan pikiran kita. Terlepas dari masa atau zaman ketika kita hidup dalam sejarah, Allah hanya menggunakan satu rencana keselamatan.Setiap orang yang masuk ke surga dapat tiba di sana karena Yesus.


Ketika Israel mengembara jauh dari Allah, mereka menerima kutukan perjanjian untuk membantu membawa mereka kembali. Dalam melepaskan tujuh meterai, kita melihat bahwa Tuhan melakukan hal yang sama kepada gereja-Nya.


Perjanjian itu, merupakan bagian penting dari gambaran dalam Wahyu. Dengan latar belakang ini kita dapat melihat pentingnya adegan Wahyu 11:19.


Ketika Kristus mati, ada gempa bumi dan Tempat Maha Kudus di Bait Allah di Yerusalem terbuka.


Sekarang kita melihat gempa bumi dan Tempat Maha Kudus dari tempat kudus surgawi yang terbuka. Ini adalah gambaran Hari Penebusan : adegan ini hanya dilihat oleh imam besar pada hari itu saat ia masuk ke tempat yang maha kudus.


Ketika kata-kata "kesaksian", "perjanjian" dan "perintah" digunakan dalam hubungan dengan tempat kudus, itu semua selalu berarti Sepuluh Perintah Allah. Istilah Sepuluh Perintah Allah tidak disebutkan namanya dalam Wahyu; tapi mereka disebutkan melalui kata-kata lainnya dalam kaabah Perjanjian Lama .

Kita akan melihat dalam Wahyu 12 bagaimana Naga memberikan gereja masa masa penuh kesusahan sepanjang zaman. Dan di akhir zaman, Wahyu 12:17 menyatakan dia pergi untuk berperang dengan mereka yang menuruti perintah-perintah Allah.


Ketaatan kepada Sepuluh Perintah Allah adalah tanda kesetiaan kepada perjanjian.


Kita hanya dapat melakukan ini ketika kita datang kepada Kristus dan menerima keselamatan melalui Dia. Setelah itu, Allah-melalui Kudus Roh-memasuki hidup kita dan menolong kita untuk menurut. Ini adalah hasil dari Injil: kita menurut dari hati.


Apa yang Tuhan tulis di dua loh batu, Dia ingin juga menulis di dalam hati kita. Semua Itu hasil dari hubungan cinta yang mendalam dengan Kristus.


Jika kita memiliki pengalaman seperti itu dan jika kita menghidupkan kehidupan dalam hubungan yang benar dengan Allah, kita tetap akan menghadapi beberapa perlawanan. Dari mana asalnya? Dalam pasal ini, kita melihat cerita di balik layar.


Kembali ke Sesi#14

  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
This site was designed with the
.com
website builder. Create your website today.
Start Now