harapan makna dan tujuan

Amanat kitab wahyu

Wahyu adalah buku yang khusus dengan pesan yang unik. Untuk lebih memahami arti yang penting bagi kita saat ini, berikut adalah beberapa prinsip untuk menuntun penelitian kita:

  • Kerendahan hati.
  • Sadar akan bahayanya menipu diri sendiri.
  • Pentingnya doa dalam meminta Tuhan untuk membimbing kita saat kita membaca buku ini.
  • Luangkan waktu kita pada bagian yang lebih mudah dipahami.
  • Melakukan penelitian dalam kelompok.
  • Temukan makna bagi pendengar asli dijaman Yohanes, kemudian maknanya bagi kita hari ini.
  • Utamakan penelitian kita tentang bagaimana buku ini mengungkapkan wawasan segar akan pemahaman tentang Yesus Kristus.

Siapa penulis kitab Wahyu?

Baca Wahyu 1: 4

 

Yohanes menulis Wahyu tanpa perlu menampilkan dirinya sendiri. Gereja-gereja di Asia Kecil sudah mengenal dia dengan sangat baik. Yohanes mungkin berpikir dalam bahasa Ibrani dan menulis dalam bahasa Grika (Yunani). Tata bahasa Grika-nya tidak bagus. Dia mungkin tidak memiliki seorang yang membantu dia - tidak ada bantuan sekretaris.  Secara umum Yohanes dikenal sebagai salah satu murid Yesus. Kitab Wahyu dibaca seperti surat dari gembala kepada Tujuh Jemaat.

 

Di mana lokasi penulis?

Baca Wahyu 1: 9

Yohanes berada di pulau Patmos, pulau kecil dan tandus di lepas pantai Asia Kecil, ketika ia menerima wahyu dari Tuhan.

 

Kapankah buku Wahyu ditulis dan untuk siapa?

Banyak sumber pada abad kedua dan ketiga melaporkan bahwa buku Wahyu mungkin ditulis pada masa Domitianus-antara 81 dan 96 Masehi.  Ketika kaisar Romawi ini mulai membuat kesukaran besar bagi orang Kristen. Masa penganiayaan yang paling buruk bagi orang Kristen segera terjadi, dan buku ini ditulis untuk menguatkan dan memperingatkan ketujuh jemaat.

 

Namun kita dapatkan bahwa buku Wahyu ini juga membantu kita semua yang hidup berabad-abad kemudian. Alasan kuat bagi kita untuk percaya akan hal ini adalah bahwa inti buku Yohanes datang dari khotbah terkenal Yesus di Bukit Zaitun di Yerusalem mengenai akhir dunia. Yesus memberi khotbah ini sesaat sebelum Ia disalibkan.

 

Khotbah mengenai akhir zaman itu menyediakan petunjuk akan waktu kedatangan Yesus yang sudah dekat dan petunjuk tentang bagaimana agar tetap menemukan harapan, makna dan tujuan dalam hidup kita hari ini, saat kita mendekati akhir zaman.

 

Dalam Wahyu 1: 1, Yohanes menyatakan ia menulis untuk menunjukkan hal-hal yang "harus segera terjadi."

Kedatangan Yesus adalah tema yang berlangsung diseluruh kitab Wahyu

Hal ini ditampilkan dalam prolog. Baca Wahyu 1: 7

Hal ini juga terdapat dalam epilog.  Baca Wahyu 22: 7, 12 & 20 

Setengah bagian terakhir buku ini menggambarkan kejadian-kejadian yang mengantarkan kedatangan Yesus yang Kedua Kali. Yohanes menggunakan gambaran dari khotbah yang Yesus sampaikan tentang akhir dunia.

Baca Matius 24: 13

Ketika Yesus memberikan jawaban-Nya, Dia kadang-kadang berbicara tentang kehancuran Yerusalem. Tetapi Dia juga berbicara tentang keterlibatan seluruh dunia pada kedatangan-Nya kembali ke dunia ini.

baca Matius 24:30 − 31.

Yesus berbicara tentang kehancuran Yerusalem dan akhir dunia seolah-olah mereka terjadi dalam satu peristiwa. Menurut anda mengapa Yesus melakukan hal ini?

Kehancuran Yerusalem adalah peristiwa miniatur yang menggambarkan kepada manusia, tentang bagaimana peristiwa akhir dunia akan berlangsung.

 

Yesus tidak menjelaskan bahwa dua peristiwa ini akan terpisah oleh waktu dalam beberapa abad.

 

Karena pengetahuan akan hal ini pasti akan membuat murid-murid Yesus putus asa. Memakai satu peristiwa sebagai pertanda akan peristiwa besar lain adalah fitur penting yang ditemukan dalam nubuatan Alkitab.

 

Peristiwa lokal yang kecil menjadi model yang juga berlaku dalam banyak hal untuk peristiwa yang lebih besar yang akan terjadi di masa depan.  Yesus berkata sebelum Yerusalem dihancurkan bahwa akan ada indikasi atau tanda-tanda nya ketika peristiwa dramatis ini sudah akan terjadi.

 

Yesus jelaskan bagaimana peristiwa tertentu akan mendahului kehancuran Yerusalem pada abad pertama Masehi.

“Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia ?

Baca Matius 24: 48

 

Peperangan. Ada perang di berbagai belahan kerajaan Roma di tahun 60-an. Hal ini terutama terjadi di sekitar Palestina. Ada gerilya dan kegiatan teroris terjadi di seluruh Palestina.

 

Kelaparan. Pada tahun 44 AD, ada kelaparan di Palestina. Ada empat peristiwa kelaparan terjadi pada masa pemerintahan Caludius yang singkat.

 

Penyakit Sampar.  Lukas 21:10 menambahkan penyakit sampar ke dalam daftar peristiwa ⎯ "Akan ada gempa bumi yang dahsyat, kelaparan dan sampar di berbagai tempat. "Sekitar 30.000 orang meninggal karena wabah sampar di Roma pada zaman Kaisar Nero, terjadi hanya dalam satu musim gugur.

 

Gempa bumi. Pada 60 AD, Laodikia rata dengan tanah, diikuti oleh Pompeii di 63 AD. Kota Pompeii baru saja dibangun kembali ketika Gunung Vesuvius menyapu habis di 79 AD. Gempa bumi sering terjadi di pertengahan abad pertama.

 

Penampakan Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu. Yesus katakan hal ini akan sering terjadi. Sejarawan Yahudi Josephus menuliskan, bahwa ada banyak mesias palsu; Palestina sedang terkoyak oleh para provokator yang promosikan pemberontakan terhadap Roma.

 

Matius 24:15 − 17 berbicara tentang kekuatan aneh yang digambarkan sebagai kebencian yang menyebabkan kehancuran. Yesus menafsirkan hal ini dalam Lukas 21:20 sebagai terpenuhi ketika tentara Roma menghancurkan Judah- "ketika Engkau akan melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, Engkau akan tahu bahwa keruntuhannya sudah dekat."

 

Para Sejarawan menuliskan bagaimana hal ini digenapkan sebelum Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 Masehi. Mereka (Orang-orang Yahudi) membantai sepasukan kecil Romawi di Yerusalem yang membuat gubernur Romawi di Syria, Cestius Gallus, mengumpulkan 30.000 orang tentara dan berbaris menuju Yerusalem.

 

Setelah mencoba untuk memasuki Yerusalem melalui istana Herodes dan kemudian dinding utara bukit Kaabah , ia membuat orang-orang Yahudi terkejut , ketika mereka mundur ke arah pantai. Melihat pergerakan mundur tentara Roma ke arah pantai, membuat orang-orang Yahudi tambah berani dan mengejar tentara Roma, memusnahkan hampir 6000 tentara Romawi.

 

Tentara Roma membawa panji-2, yang mereka sembah. Sebuah tiang panjang dengan salib di bagian atas. Setiap skuadron tentara memiliki panji-2 tersendiri. Bagi orang-orang Yahudi, hal ini adalah penyembahan berhala. Penyembahan berhala adalah kekejian dan tanah di luar tembok Yerusalem dianggap tanah suci.

 

Oleh karena itu, Matius menjelaskan hal ini sebagai kekejian yang membinasakan ketika berada di tempat kudus, sementara Lukas mengatakan lebih jelas bahwa Yerusalem dikepung oleh tentara.

 

Umat Kristen Abad pertama ingat akan khotbah Yesus dan, ketika mereka melihat ramalan Nya terjadi, mereka mengerti bahwa mereka harus segera melarikan diri. 

 

Mereka melihat mundurnya tentara Romawi sebagai kesempatan bagi mereka dan mereka melarikan diri ke kota terdekat disebut Pella. Lalu Kemudian, ketika orang-orang Romawi menyerang kembali di pimpin oleh Titus. Kali ini, kota itu hancur lebur, tetapi tidak satupun orang Kristen kehilangan nyawa mereka. Mereka telah mengikuti apa yang Yesus amarkan. Dalam Matius 24:29 − 31, Yesus dengan jelas berbicara tentang akhir dunia seperti yang kita tahu.

 

Nubuatan Yesus tidak hanya meramalkan kehancuran Yerusalem pada abad pertama; tetapi hal itu juga memprediksi akhir zaman dunia saat ini dan juga memberikan kita tanda-tanda agar kita tahu bahwa waktunya sudah dekat. 

 

Perhatikan ayat 32-35, akan datang satu masa ketika satu generasi akan melihat semua hal ini akan terjadi. Tetapi mereka akan diberikan indikasi kapan saatnya ketika waktunya sudah dekat.

Pada saat yang sama, Dia juga mengingatkan dalam ayat 36: "tidak ada yang tahu tentang hari atau saat itu."

 

Yesus melanjutkan dengan menggambarkan kehidupan di dunia ini dan bagaimana keadaannya akan terjadi sampai ketika Dia kembali lagi.

 

Namun sebelum kita membahas hal ini, mari kita lihat berapa banyak orang yang pada era 100 tahun lalu yang berbicara tentang kehidupan di abad ke-20.

 

Akhir Abad ke-19 adalah masa optimisme. Ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak keberhasilan. Tampaknya manusia akan sanggup mengontrol masa depan mereka sendiri.

 

Perhatikan apa yang dikatakan oleh seorang yang terkenal : "Aku melihat dunia di mana takhta yang hancur dan di mana raja adalah debu. Saya melihat dunia tanpa budak dan manusia pada akhirnya bebas. Saya melihat dunia damai, sebuah dunia di mana tidak ada pengasingan mendesah, atau tahanan berduka. Saya melihat sebuah bangsa tanpa penyakit tubuh atau pikiran, rupawan dan adil, menikah harmonis dalam rupa dan tanggungjawabnya dan seperti yang saya lihat, usia semakin panjang, sukacita semakin dalam, cinta menaungi bumi, dan seluruh kubah besar bersinar bintang kekal harapan manusia . "

 

Orang ini adalah Robert G. Ingersoll. Dia adalah musuh bebuyutan dan pencemooh Alkitab. Tetapi mari kita bandingkan apa yang dia dan orang lain katakan tentang masa depan 100 tahun yang lalu dengan apa yang Yesus Kristus berkata 2000 tahun yang lalu.

 

 

Yesus berkata akan selalu terjadi:

Perang

Kelaparan

Gempa Bumi dimana-mana

Kristus-Kristus dan Nabi-Nabi Palsu

 

Tetapi sebagaimana akhir zaman semakin dekat, peristiwa-2 ini akan semakin sering terjadi.

 

Kita bisa perkirakan bahwa kejadian yang sama yang Yesus sampaikan menjadi awal permulaan akan kedatanganNya keduakali. Peristiwa-peristiwa tersebut akan terjadi seperti rasa sakit wanita yang sedang bersalin , dimana kontraksi menjadi lebih sering dan lebih kuat sebelum bayinya lahir.

Perang

Dahsyat nya Perang dan kemampuan untuk menghancurkan diri kita sendiri semakin meningkat. Manusia sekarang sanggup untuk menghancurkan semua kehidupan di planet ini.

 

Sekarang ini, dunia sedang terlibat dalam perang global melawan terorisme. Apa yang membuat perang ini berbeda dengan dua perang dunia abad yang lalu adalah, bahwa ada puluhan ribu pejuang yang benar-benar ingin mati syahid dan, yang sedang terjadi, membunuh sebanyak mungkin orang kafir untuk mati bersama mereka.

 

Mereka membuat orang menjadi takut untuk bepergian, bahkan di angkutan umum. Kita lihat, perang di masa yang akan datang akan terjadi dalam cara yang sangat berbeda dengan masa lalu. Sebagai contoh:

 

  • Hacking ke komputer bangsa lain, berakibat kerusakan. Dampak nya akan melumpuhkan komunikasi, serta jaringan infrastruktur seperti air, listrik dan kemampuan pertahanan.
  • Mengembangkan penyakit yang akan menginfeksi jenis orang orang tertentu. Hal ini memungkinkan penyerangya untuk menguasai hanya mereka yang terinfeksi tanpa merusak infrastruktur berharga atau lingkungan.

 

Kelaparan

Sekarang ini, lebih dari 1 miliar orang hidup kurang dari satu dolar per hari. 20 persen dari penduduk terkaya dunia menggunakan 86 persen dari sumber daya, sementara termiskin 20 persen menguasai hanya 1,4 persen.

 

Delapan ratus juta orang kekurangan gizi atau menghadapi kelaparan. Seperempat juta anak meninggal setiap minggu dari kekurangan gizi dan penyakit yang sebenarnya gampang dicegah. Kita tahu bahwa 80 persen perkembangan otak terjadi pada usia dua tahun, 150 juta anak di dunia masih kekurangan asupan protein yang diperlukan untuk pertumbuhan otak yang memadai, menyebabkan keterbelakangan permanen.

Gempa Bumi

Lebih dari seperempat juta orang kehilangan nyawa mereka dihantam tsunami pada akhir tahun 2004 , disebabkan oleh gempa bumi di laut Aceh , Indonesia dekat Asia Selatan. Pada tahun 2008, lebih dari 60.000 tewas dalam gempa bumi dahsyat Szechwan di Cina, dan tahun 2010 di Haiti yang langsung menyebabkan jutaan orang kehilangan rumah.  

Yesus katakan akan ada gempa bumi di berbagai tempat dan hari ini kita melihat hal itu terjadi di banyak tempat di seluruh dunia.

Nabi Palsu

Yesus mengatakan akan ada kristus-kristus dan nabi-nabi palsu . Mereka akan melakukan tanda-tanda dan keajaiban. 

Kita hidup di dunia sekarang ini yang terpesona dan terobsesi dengan supranatural "tanda-tanda dan keajaiban" di alam roh. Kitab Wahyu memberi kita banyak peringatan untuk tidak percaya pada semua yang kita lihat. Ketika kita mempelajari buku Wahyu, kita akan melihat betapa pentingnya untuk mengindahkan peringatan Yesus memberi kita tentang Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu.

 

Harapan, makna, tujuan

Semua peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa kita semakin dekat kepada akhir sejarah manusia. Sampai hari ini, kehidupan berjalan seperti yang Yesus telah nubuatkan. Betapa pentingnya untuk memahami pesan yang diberikan dalam buku ini.

 

Dunia tempat kita hidup di saat ini adalah dunia tanpa banyak harapan atau arti hidup. Tetapi buku Wahyu mengajarkan kita untuk tidak berkecil hati atau takut tentang masa depan. Allah masih mengendalikan dunia ini

 

Meskipun Ia memperingatkan kita akan kesulitan yang akan kita alami, Ia juga memberi kita harapan bahwa Dia akan berada di sana untuk membantu kita menghadapi masa depan. Jika kita mengerti apa yang buku Wahyu sampaikan kepada kita, kita tahu pasti bahwa yang terbaik pasti akan terjadi.  

Terkandung didalam Wahyu 1: 7 adalah Tema buku ini yang terus di ulang-ulang, yaitu Yesus akan datang kembali ke dunia ini!

 

Bacaan Tambahan